
"Waktu ku sudah sangat sedikit, jadi aku akan pergi sekarang juga. Aku tahu, meskipun kalian semua tidak menjawab permintaan ku tadi, aku tahu bahwa di dalam hati kalian, kalian akan selalu mengatakan ya pada permintaan ku tadi. Jadi aku tidak akan ragu untuk menyerahkan permintaan terakhir ku pada kalian. Terima kasih banyak kepada kalian semua," ucap Lin Lin dengan senyuman nya yang paling manis yang bisa dia tunjukkan sekarang.
Setelah senyuman itu, Lin Lin tiba-tiba saja menghilang dari ruang dimensi selama-lamanya. Tentu saja itu semua karena Lin Lin sama sekali tidak bisa masuk lagi ke ruang dimensi. Hari itu adalah hari terakhir di mana Lin Lin dapat memasuki ruang dimensi yang penuh dengan kenangan.
Saat Lin Lin tiba di dunia nyata, Lin Lin langsung saja berada di dalam kamar nya sendiri, hal itu membuat Lin Lin merasa cukup kaget karena dirinya mendadak saja berada di dalam kamar.
Tetapi tentu saja hal yang membuat Lin Lin kaget bukanlah karena dia berada di dalam kamar itu tiba-tiba, itu semua karena ternyata Xie Jun Hao sudah duduk di atas kasur dan menatap dirinya dengan tatapan mata yang agak tajam.
"Kau habis dari mana, Lin Lin?" tanya Xie Jun Hao dengan nada yang datar.
Lin Lin menjadi agak gagap ketika dirinya ditanyai begitu, mengapa tiba-tiba saja Xie Jun Hao berbicara dengan nada yang datar? Apakah pria itu marah pada dirinya? Apakah dia ada melakukan kesalahan? Di mana letak kesalahan nya saat ini?
Hal itu membuat Lin Lin merasa sangat-sangat bingung, tetapi Lin Lin juga menjadi sedikit takut saat ini karena Xie Jun Hao sedang marah pada dirinya.
"Jun Hao, maafkan aku, aku tadi masuk ke dalam ruang dimensi untuk melakukan pemutusan kontrak agar semua makhluk yang melakukan kontrak dengan ku dapat hidup dengan tenang," ucap Lin Lin segera saja meminta maaf kepada Xie Jun Hao.
Xie Jun Hao menatap Lin Lin selama beberapa detik dengan tatapan mata yang sangat dalam kemudian ia menghela nafasnya karena dia tidak bisa marah pada Lin Lin.
__ADS_1
"Kau tahu bahwa masuk ke dalam ruang dimensi sebentar saja akan memakan masa hidup mu lebih cepat bukan karena perhitungan masa hidup mu akan tetap dihitung sesuai dengan tempat di mana kau berada bukan, Lin Lin?" tanya Xie Jun Hao.
Lin Lin menganggukkan kepalanya dengan takut-takut dan menundukkan kepala nya setelah itu karena dia takut ketika menatap Xie Jun Hao yang sedang marah.
"Hah, sudahlah, lupakan. Jangan hanya berdiri saja, Lin Lin. Duduklah kemari, kau sudah menghabiskan banyak sekali energi spiritual dalam tubuh mu. Takutnya kau saat ini berada di titik paling lemah, kemari lah dan beristirahat," ucap Xie Jun Hao dengan cepat menepuk kasur di samping dirinya.
Lin Lin segera saja berjalan dan duduk di samping Xie Jun Hao. Tetapi Lin Lin masih tidak berbicara apapun karena takut Xie Jun Hao masih marah pada dirinya.
"Jadi apakah kau baik-baik saja, Lin Lin? Apakah ada di bagian tubuh mu yang merasa sakit?" tanya Xie Jun Hao setelah Lin Lin duduk di samping dirinya.
Xie Jun Hao segera saja menarik kepala Lin Lin agar bersandar di pundak nya dengan lembut. Lin Lin ketika ditanyai seperti itu hanya menjawab dengan sebuah gelengan kepala kemudian dia menatap Xie Jun Hao dengan tatapan yang sangat dalam.
Xie Jun Hao menggelengkan kepalanya, tetapi setelah sekali menggeleng Xie Jun Hao malah terhenti dan segera saja menganggukkan kepalanya selama beberapa kali. Tentu saja hal itu membuat Lin Lin menjadi sangat bingung.
"Tentu saja aku merasa marah pada dirimu Lin Lin, tetapi kau juga tidak salah untuk memutuskan kontrak mu dengan seluruh hewan kontrak mu. Itu adalah hak mu. Tetapi hal yang membuat aku tidak suka dengan itu adalah, kau memotong masa hidup mu sendiri yang seharusnya masih ada beberapa hari lagi," ucap Xie Jun Hao dengan nada yang sangat pilu.
Lin Lin ketika mendengarkan itu hanya bisa menundukkan kepala nya dan sama sekali tidak mengatakan apapun karena apa yang dikatakan oleh Xie Jun Hao memang adalah sebuah kebenaran dan dia memang sudah melakukan kesalahan dengan mengambil keputusan sepihak tanpa memberitahukan kepada Xie Jun Hao.
__ADS_1
"Hah, sudahlah, lagipula waktu tidak akan bisa diputar balik. Jadi katakan dengan jujur, Lin Lin, apakah dewa itu datang lagi menemui dirimu?" tanya Xie Jun Hao menatap Lin Lin dengan pandangan yang dalam.
Lin Lin tersentak kaget ketika dirinya mendengar pertanyaan dari Xie Jun Hao yang sangat tiba-tiba. Bagaimana bisa pria itu dapat menebak bahwa dewa itu kembali lagi untuk menemui dirinya?
Apakah Xie Jun Hao memang hanya menebak begitu saja? Ataukah ada seseorang yang memberitahu nya? Tetapi jika memang ada seseorang yang memberitahu nya rasanya itu sedikit mustahil.
Lalu apakah Lin Lin harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Xie Jun Hao dengan jujur ataukah dia harus berbohong kepada Xie Jun Hao? Jika Lin Lin berbohong takutnya Xie Jun Hao akan kecewa kepada dirinya. Namun jika Lin Lin jujur takutnya Xie Jun Hao akan merasa sangat sedih.
Hal ini malah membuat Lin Lin menjadi sangat dilema untuk menjawab pertanyaan dari Xie Jun Hao. Tentu saja ketika melihat Lin Lin ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan itu, Xie Jun Hao sebenarnya sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya tadi.
Hanya saja Xie Jun Hao ingin melihat apakah Lin Lin akan menjawab dengan jujur ataukah Lin Lin akan berbohong pada dirinya.
Setelah terdiam selama beberapa saat, Lin Lin akhirnya memutuskan untuk menyerah dan dia menganggukkan kepalanya. Lebih baik bahwa dia jujur daripada berbohong kepada suami nya di saat-saat terakhir yang dia miliki. Lin Lin tahu itu akan menyakiti hati suami nya, makanya Lin Lin memilih untuk berkata jujur sekalipun mungkin akan membuat Xie Jun Hao merasa sedih.
"Apa yang dia lakukan untuk menemui mu? Maksudku adalah, apa tujuan nya menemui mu? Berapa masa hidup mu yang tersisa Lin Lin?" tanya Xie Jun Hao dengan cepat.
Lin Lin langsung tersentak kaget. Jujur saja, pertanyaan terakhir yang ditanyakan oleh Xie Jun Hao itu adalah pertanyaan yang sangat Lin Lin hindari sedari tadi.
__ADS_1
Lin Lin sangat tidak ingin memberitahu kepada Xie Jun Hao bahwa masa hidup nya sisa sedikit lagi. Hanya saja mengapa secara kebetulan Xie Jun Hao malah bertanya seperti itu secata tiba-tiba? Waktu Xie Jun Hao bertanya itu sama sekali tidak cocok.
...****************...