
"Apa maksudmu dengan gelengan kepala itu? Katakan padaku! Mengapa kau menggeleng setelah memeriksa istri ku!" ucap Xie Jun Hao dengan sangat cemas.
Xie Jun Hao bahkan tidak peduli lagi bahwa saat ini dia sedang mencengkram kuat baju sang tabib sehingga membuat sang tabib menjadi kesulitan bernafas.
Xie Yu Ra yang masih memiliki rasa sabar nya segera saja menggenggam tangan ayah nya dengan kuat untuk memastikan bahwa ayah nya tidak berbuat yang aneh-aneh hanya karena emosi semata.
Xie Jun Hao segera saja sadar dengan apa yang telah dia lakukan. Dengan perlahan Xie Jun Hao melepaskan cengkraman nya dari pakaian tabib itu kemudian mulai menghela nafas untuk membuat dirinya dapat berfikir jernih.
"Maafkan hamba yang tidak berguna yang mulia kaisar. Hamba benar-benar merasa bahwa tidak ada yang salah dengan yang mulia permaisuri. Kondisi yang mulia permaisuri saat ini benar-benar sangat baik saat saya memeriksa denyut nadi nya. Jika yang mulia kaisar tidak percaya dengan perkataan saya maka yang mulia kaisar bisa saja mengundang tabib lain untuk memeriksa keadaan yang mulia permaisuri," ucap tabib itu dengan raut wajah serius.
Xie Jun Hao menggelengkan kepalanya, "Lalu mengapa istri ku saat ini pingsan dan terlihat sangat pucat? Apa yang bisa kau jelaskan tentang itu?!"
Sang tabib kembali menggelengkan kepalanya setelah mendapatkan pertanyaan dari Xie Jun Hao.
"Jika boleh hamba berkata jujur, maka hamba akan mengatakan bahwa kondisi yang mulia permaisuri ini sama sekali tidak pernah terjadi dalam kasus pengobatan selama beratus-ratus tahun di dunia ini. Hamba juga tidak dapat memastikan apa yang terjadi pada yang mulia permaisuri untuk saat ini. Saya mohon maaf kepada yang mulia kaisar," ucap tabib itu lagi.
Xie Jun Hao menjadi putus asa setelah mendengar ucapan sang tabib. Xie Jun Hao sangat panik terjadi sesuatu yang buruk pada Lin Lin. Tetapi Xie Jun Hao sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi pada Lin Lin dan apa yang akan terjadi untuk ke depan nya.
"Jadi apa yang akan kau lakukan untuk membuat Lin Lin tersadar? Kau seharusnya tahu cara untuk membuat Lin Lin tersadar bukan? Kau harusnya tahu itu meskipun kau tidak bisa menyembuhkan nya bukan?!" tanya Xie Jun Hao dengan nada yang perlahan menjadi tinggi.
__ADS_1
Sang tabib menganggukkan kepalanya, "Hamba akan memberikan obat untuk membuat yang mulia permaisuri menjadi tersadar dari pingsan nya. Tetapi hamba mungkin hanya bisa berbuat itu untuk saat ini."
"Apa maksudmu dengan kata saat ini?" tanya Xie Yu Ra dengan cepat setelah menyadari bahwa ada yang salah dengan kata-kata dari tabib itu.
"Yang mulia tuan putri mungkin mengetahui bahwa keluarga saya sejak leluhur dan nenek moyang saya sudah menjadi seorang tabib istana," ucap tabib itu menatap Xie Yu Ra yang lebih pendek daripada dirinya.
Xie Yu Ra dan Xie Jun Hao menganggukkan kepala mereka. Tentu saja mereka tahu bahwa tabib itu memang keluarga khusus untuk menjadi tabib kerajaan.
"Meskipun tadi hamba mengatakan bahwa kejadian yang menimpa yang mulia permaisuri ini tidak pernah terjadi beratus-ratus tahun yang lalu. Tetapi saya tidak mengatakan bahwa kejadian itu tidak pernah terjadi beribu-ribu tahun yang lalu," ucap tabib itu membawa secercah harapan bagi Xie Jun Hao dan Xie Yu Ra.
"Apakah kejadian ini pernah terjadi sebelumnya?" tanya Xie Jun Hao dengan cepat.
Xie Jun Hao menganggukkan kepalanya, "Meskipun Lin Lin selalu menyembunyikan nya, tetapi aku tahu bahwa Lin Lin selalu merasa kesakitan disaat dia sedang mengernyitkan dahi nya."
Tabib itu menghela nafas nya, "Berarti kejadian itu sama dengan yang terjadi dua ribu tahun yang lalu. Hamba akan kembali ke kediaman hamba untuk mencari buku tentang kejadian yang sedang dialami oleh yang mulia permaisuri. Saya akan berusaha keras untuk menyembuhkan yang mulia permaisuri. Untuk sementara ini, biarkan asisten hamba yang merawat yang mulia permaisuri. Dia tahu apa yang terbaik untuk yang mulia permaisuri karena telah mendapatkan pengajaran dari hamba."
Setelah mengatakan hal itu, sang tabib akhirnya berpamitan dan pergi dari sana meninggalkan sang asisten yang segera saja pergi ke dapur untuk membuat obat untuk Lin Lin.
Xie Yu Ra berjalan mendekati ibunya yang masih tidak sadarkan diri di atas kasur dengan wajah yang pucat. Xie Yu Ra tampak menangis setelah melihat keadaan Lin Lin yang seperti itu.
__ADS_1
Xie Jun Hao hanya bisa menatap dari kejauhan karena tidak ingin memperlihatkan kesedihan nya di hadapan anak-anak nya.
Xie Jun Hao menenangkan kedua bayi kembar yang sedari tadi menangis. Yah, akhirnya Xie Hao Ran menangis walau suara tangisan nya sama sekali tidak bisa didengar oleh Xie Jun Hao.
Hanya saja, Xie Hao Lan menangis dengan suara yang keras seolah-olah menyesal karena dia tidak bisa melakukan apapun untuk membantu ibu nya.
Sedangkan Xie Hao Ran tampak menangis dan meronta-ronta untuk pergi ke sisi ibu nya. Xie Jun Hao segera saja membawa tubuh bayi itu untuk mendekati Lin Lin setelah memahami gerak tubuh dari Xie Hao Ran.
Setelah diletakkan di samping tubuh Lin Lin, Xie Hao Ran segera saja memanjat ke atas tubuh Lin Lin. Xie Jun Hao dan Xie Yu Ra terkejut dengan hal itu.
Ada yang aneh dengan Xie Hao Ran. Bagaimana bayi yang umurnya baru saja satu bulan sudah dapat merangkak naik ke atas tubuh ibu nya? Xie Jun Hao dan Xie Yu Ra saling bertatapan.
Xie Hao Ran kemudian menatap Lin Lin yang terlihat pucat. Tangan mungil nya yang masih terkepal diarahkan ke kepala Lin Lin.
Selama beberapa saat sama sekali tidak ada yang terjadi. Hanya Xie Hao Ran terus menerus memegang kepala Lin Lin yang bergumam dengan suara yang tidak jelas.
Setelah beberapa saat terdengar suara lenguhan. Xie Jun Hao dan Xie Yu Ra menjadi terkejut dengan hal itu. Sudah jelas itu adalah suara Lin Lin yang melenguh seperti baru saja bangun dari tidur nya yang nyenyak.
Xie Jun Hao dengan cepat menghampiri Lin Lin dan segera saja membantu wanita itu untuk duduk di kasur dengan sandaran sebuah bantal.
__ADS_1
...****************...