Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
43. dewa itu lagi


__ADS_3

Tentu saja dewa itu tahu bahwa Lin Lin sebenarnya sudah sangat kesal terhadap dirinya. Tetapi dewa itu juga tidak bisa langsung pergi begitu saja dari hadapan Lin Lin tanpa menyampaikan informasi dari pimpinan nya.


"Sebenarnya tujuan kedatangan ku kemari adalah mengatakan apa yang dikatakan oleh pimpinan tertinggi ku. Jujur saja sebenarnya kau dilarang melakukan proses pemutusan kontrak dengan seluruh hewan kontrak mu. Jadi kau harus meninggal dengan seluruh hewan kontrak mu itu," ucap dewa itu lagi.


Ketika Lin Lin mendengar hal itu, Lin Lin menjadi sangat marah. Apakah Lin Lin ingin melakukan pemutusan kontrak atau tidak juga harus mendapatkan izin dari pimpinan para dewa itu?


Hah, egois sekali para dewa itu. Semua seolah-olah dia adalah seseorang yang menciptakan alam semesta ini jadi dia dengan bebas mengatur semua yang dia mau.


"Aku tahu kau marah dengan itu. Bahkan disaat kami mendengar nya, kami semua juga merasa bahwa itu akan menjadi tidak adil. Makanya semua dewa di sana, tentu saja termasuk diriku, memohon kepada pimpinan tertinggi agar kau diberikan sebuah permintaan maaf dari kami semua para dewa dan membiarkan dirimu untuk bisa melakukan proses pemutusan kontrak," ucap dewa itu seketika saja membuat amarah Lin Lin menjadi sedikit reda.


Setidaknya para dewa lainnya lebih baik daripada pimpinan tertinggi itu. Lin Lin tahu bahwa dewa yang ada di hadapan nya kini sama sekali tidak berbohong. Lin Lin bisa melihat dari tatapan mata dewa itu yang mengasihani dirinya.


Jujur saja, Lin Lin benci ketika seseorang menatap dirinya dengan tatapan mata yang seperti itu. Tetapi apa yang bisa Lin Lin lakukan, itu bukanlah hak dirinya untuk memarahi seseorang yang menatap diri nya dengan tatapan seperti itu.


"Jadi, kau datang hanya untuk memberitahukan itu saja? Agar aku merasa berterima kasih kepada para dewa yang telah membujuk pimpinan kalian itu?" ucap Lin Lin tetap saja tidak bisa menyembunyikan rasa kesal dalam diri nya yang menggebu-gebu.

__ADS_1


Dewa itu terkekeh pelan kemudian menggelengkan kepala nya, "Tentu saja tidak. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kau tidak seharusnya berada lebih lama lagi di ruang dimensi. Kau tahu tentang alasannya, itu akan memakan masa hidup mu lebih cepat daripada kau berada di dunia nyata."


Lin Lin menatap dewa itu sejenak kemudian menghela nafas nya, "Tidak apa-apa. Terima kasih karena telah memberikan ku sebuah peringati. Aku sangat berterima kasih kepada mu tentang itu. Jika memang hanya itu saja yang ingin kau sampaikan maka aku akan melanjutkan kemari proses pemutusan kontrak itu. Kau bisa pergi sekarang juga karena kau telah mengganggu fokus ku."


Dewa itu menatap Lin Lin kemudian berkata dengan tenang sekalipun Lin Lin mengusir dirinya dengan nada yang galak, "Aku akan membantu mu."


Ucapan dari dewa itu membuat Lin Lin sangat terkejut. Apa yang Lin Lin dengar tadi? Apakah Lin Lin tidak salah dengar? Pasti Lin Lin salah dengar, mana mungkin dewa itu mengatakan bahwa dia akan menolong Lin Lin.


"Membantu? Membantu apa? Memangnya apa yang akan kamu lakukan? Tidak, ku rasa pertanyaaan itu seharusnya salah. Memangnya kau boleh melakukannya sesuatu untuk membantu ku? Emangnya pemimpin tertinggi mu tidak akan menghukum dirimu jika kau membantu ku?" tanya Lin Lin dengan nada bicara yang agak sinis.


Jujur saja, nada bicara Lin Lin bahkan tidak bisa dikatakan agak sinis lagi. Malahan itu sudah dapat dikatakan sebagai sangat sinis. Bagaimanapun tidak, ucapan Lin Lin saat itu benar-benar menusuk ke dalam hati dewa itu.


"Aku sama sekali tidak berniat begitu, dan lagi pemimpin ku sama sekali tidak akan marah karena aku melakukan sesuatu yang akan membantu mu dengan izin nya. Aku sama sekali tidak boleh melakukan sesuatu tanpa izin nya. Maka dari itu aku datang dengan meminta izin kepada dirinya untuk membantu mu sedikit dalam proses pemutusan kontrak itu," ucap dewa itu lagi dengan senyuman di wajah nya.


Dewa itu sama sekali tidak tampak marah dengan apa yang diucapkan oleh Lin Lin secara sinis. Malahan dewa itu malah terlihat seperti sangat santai dan menganggap bahwa ucapan Lin Lin hanyalah sebuah angin lalu saja.

__ADS_1


Juju saja, sejujurnya Lin Lin merasa agak bersalah karena sudah mengucapkan nada sinis itu kepada dewa yang saat ini ada di hadapan dirinya. Hanya saja mau bagaimana pun juga, dewa itu memang selalu datang dengan kabar buruk.


Jadi Lin Lin mau tidak mau selalu berbicara kasar kepada dewa itu. Lin Lin tentu saja sangat tahu dan sangat sadar bahwa pria itu sebenarnya hanya menjalankan tugas nya saja dari pimpinan tertinggi nya. Hanya saja tetap saja semua kabar buruk yang dibawa oleh dewa itu selalu membuat Lin Lin merasa sangat kesal. Tentu saja hal itu membuat Lin Lin menjadi sangat ingin mengusir nya dengan segera mungkin.


Lin Lin menghela nafas nya dan memilih untuk menyerah dengan berdebat dengan dewa itu. Itu hanya akan memakan waktu dengan sia-sia.


Jadi Lin Lin menganggukkan kepalanya kepada dewa itu, "Baiklah, kau boleh membantu diri ku. Tetapi dengan syarat bahwa kau sama sekali tidak boleh mengganggu ku dan sama sekali tidak akan menyakiti diriku sebelum waktu akan memanggil ku dari dunia ini selama-lamanya."


Dewa itu segera saja menganggukkan kepalanya dengan senang. Tetapi sebelum senyuman dewa iri mengembang dengan sempurna, Lin Lin tiba-tiba saja membuat senyuman itu menjadi tidak mengembang lagi.


"Memangnya apa yang akan kau lakukan dengan membantu ku? Maksudku adalah, bantuan apa yang akan kau berikan pada ku?" tanya Lin Lin dengan cepat.


Dewa itu segera saja mengulurkan tangan nya kemudian mendekatkan tangan ke arah Lin Lin. Dari arah telapak tangan dewa itu keluar sebuah sinar merah yang mendadak saja masuk ke dalam tubuh Lin Lin.


Jujur saja, melihat sinar merah itu masuk ke dalam tubuh nya secara tiba-tiba membuat Lin Lin merasa sangat panik. Tetapi Lin Lin tetap berusaha untuk tenang karena dewa itu mengatakan bahwa dia berniat untuk membantu, bukan untuk berbuat jahat.

__ADS_1


"Nona bisa tenang, aku sama sekali tidak akan menyakiti dirimu dengan sinar merah itu. Itu hanya sedikit dari energi spiritual ku untuk membantu mu mempercepat proses pemutusan kontrak yang sedang nona lakukan. Sebenarnya sejak nona berbicara dengan diriku, aku yang mengatur proses pemutusan kontrak itu agar tetap stabil dan tidak akan membuat hewan kontrak nona terluka sama sekali. Jadi nona bisa merasa tenang pada hewan kontrak nona," ucap dewa itu dengan senyuman nya lagi.


...****************...


__ADS_2