Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
51. Dikenal para dewa


__ADS_3

Jujur saja, Lin Lin merasa agak kaget ketika dia melihat mata putra bungsu nya yang tadi sedang terpejam tiba-tiba saja terbuka dengan lebar di saat dia sedang berjalan ke arah kedua putra nya.


"Apakah aku membangunkan mu Ran Ran?" tanya Lin Lin dengan suara yang lembut.


Xie Hao Ran sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Lin Lin Lin dan hanya menatap Lin Lin dengan tatapan wajah yang datar seolah-olah Xie Hao Ran merasa kesal bahwa ibu nya akan segera pergi dari sini.


"Ibu pergi duluan, ya, Ran Ran. Ibu tau bahwa kau bisa memahami perkataan ibu. Kau istimewa, itulah yang dilakukan oleh dewa itu. Harusnya kau bisa membantu ibu bukan? Tolong jaga kedua kakak mu dan juga ayah mu dengan baik, maafkan ibu karena memberikan banyak beban kepada dirimu yang masih kecil," ucap Lin Lin sembari meneteskan air mata nya dari pelupuk mata nya.


Xie Hao Ran hanya menatap Lin Lin selama beberapa saat kemudian Xie Hao Ran menganggukkan kepalanya dengan menatap Lin Lin dalam-dalam.


Melihat anggukan kepala dari Xie Hao Ran membuat Lin Lin merasa sangat senang, setidaknya bayi itu memang benar-benar mengerti apa yang dia katakan.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak sudah memenuhi permintaan dari ibu, Ran Ran. Lan Lan, semoga kau tumbuh menjadi pemuda yang baik dan membantu adik mu untuk mengurus ayah mu dengan baik. Kalian berdua harus tumbuh dengan baik dan jangan sampai sakit," ucap Lin Lin dengan senyuman getir di wajah nya.


Kemudian Lin Lin menoleh ke arah dewi Zhou yang memang sedari dari menatap dirinya tanpa bergeming.


"Aku akan pergi menuju kamar putri ku, mohon berikan aku sedikit waktu lagi untuk memberikan salam terakhir kepada putri ku," ucap Lin Lin sambil menatap dewi Zhou.

__ADS_1


Dewi Zhou menganggukkan kepalanya dengan senyuman lembut yang tidak hilang dari wajah nya, "Tampaknya sangat berat bagi dirimu untuk pergi meninggalkan seluruh keluarga mu ya."


Lin Lin menatap dewi Zhou dengan pandangan mata yang sangat serius. Sayang sekali karena ingatan dewi Zhou sudah dihapus sehingga dia tidak bisa mengingat bahwa dewi Zhou juga melakukan hal yang sama dengan yang Lin Lin lakukan saat ini, mereka merasa tidak sanggup untuk pergi dan meninggalkan seluruh keluarga nya.


"Mungkin dewi Zhou tidak mengingat apa yang dewi Zhou lakukan di saat anda ingin naik menjadi seorang dewi," ucap Lin Lin dengan nada lembut, tetapi dengan cepat Lin Lin segera saja berjalan ke arah kamar Xie Yu Ra.


Tetapi di saat Lin Lin berkata seperti itu kepada dewi Zhou, Lin Lin memang dengan sengaja tidak memikirkan apapun dan memilih untuk mengosongkan pikiran nya, walaupun dewi Zhou mengatakan bahwa ia tidak bisa membaca pikiran orang lain, Lin Lin hanya ingin melakukan tindakan jaga-jaga saja.


Di saat Lin Lin tiba di kamar Xie Yu Ra, Lin Lin segera saja masuk ke dalam kamar putri nya itu dan menatap putri nya yang sedang tertidur dari kejauhan.


Jujur saja, pasti akan sangat berat bagi gadis kecil itu ketika mengetahui kabar bahwa ibu nya telah meninggalkan dirinya sejak kecil tanpa memberikan pamit.


Lin Lin meletakkan boneka kayu itu di samping bantal Xie Yu Ra kemudian dia mencium dengan pelan kening Xie Yu Ra. Lin Lin meneteskan air mata nya karena tak sanggup memberikan beban yang sangat berat itu kepada putri nya yang masih berumur lima tahun.


Gadis itu pasti akan merasa sangat sedih dan merasa terkhianati.


Setelah itu, Lin Lin baru saja akan berbalik untuk meninggalkan kamar Xie Yu Ra malah menjadi terkejut ketika ia melihat dewi Zhou ternyata sudah berada dan berdiri di belakang dirinya.

__ADS_1


Jadi sedari tadi dewi Zhou sebenarnya sudah memperhatikan Lin Lin ketika memberikan salam perpisahan kepada Xie Yu Ra.


Tetapi dari apa yang Lin Lin lihat, tampaknya pandangan dewi Zhou malah jatuh kepada boneka kayu kecil yang ada di samping bantal Xie Yu Ra.


"Dari mana kau mendapatkan benda itu?" tanya dewi Zhou merasa sangat tertarik pada boneka kayu itu.


Lin Lin menatap dewi Zhou dengan pandangan mata yang sangat bingung, mengapa seorang dewi malah bertanya seperti itu tentang sebuah benda yang bahkan di mata Lin Lin terlihat usang?


"Aku mendapatkan nya dari seseorang sebelum orang itu meninggal. Dia mengatakan bahwa itu akan sangat berguna bagi kehidupan ku," ucap Lin Lin menjelaskan secara singkat karena takut bahwa dewi itu akan mengetahui tentang jiwa yang dulu tinggal di tubuh nya.


Dewi Zhou menganggukkan kepalanya dengan lembut setelah mendengar penjelasan dari Lin Lin.


"Maksudmu adalah jiwa yang tinggal di tubuh mu sebelum kau masuk ke dalam tubuh asli mu?" tanya dewi Zhou lagi.


Lin Lin tentu saja sangat terkejut ketika dia mendengar apa yang dikatakan oleh dewi Zhou. Siapa yang akan menyangka bahwa ternyata dewi yang terlihat sangat lemah lembut ini ternyata mengetahui tentang itu.


"Jujur saja, itu sangat terkenal luas di dunia atas. Bahkan sampai sekarang para dewa masih terus membicarakan hal itu. Hal mengenai ayah mu bisa menukar jiwa mu dan seseorang dari dunia yang berbeda. Sebenarnya bagi kami para dewa dan dewi itu akan menjadi hal yang mudah, meskipun kami masih harus menghabiskan beberapa energi spiritual milik kami. Sayangnya itu akan menjadi hampir mustahil jika dilakukan oleh seorang manusia, tetapi ayah mu berhasil melakukan hal itu. Aku rasa itu adalah hal yang paling mengagumkan selama aku menjabat sebagai seorang dewi ini," ucap dewi Zhou malah terkekeh pelan dengan candaan nya.

__ADS_1


Lin Lin terdiam sejenak, tetapi dia berpikir dalam hati karena tidak menyangka bahwa ayah nya akan menjadi sangat populer di dunia atas. Lin Lin harus bangga bahwa dia memiliki ayah seperti itu.


...****************...


__ADS_2