Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
44. Khawatir


__ADS_3

Lin Lin mendengus dengan pelan, tetapi Lin Lin sama sekali tidak keliatan marah. Hanya saja gengsi nya kepada dewa itu terasa sangat besar. Tetapi Lin Lin juga bukan orang yang tidak tahu berterima kasih, Lin Lin tetap harus mengucapkan terima kasih sekalipun sebenarnya itu terasa sangat berat untuk bisa berterima kasih kepada dewa itu.


"Terima kasih," ucap Lin Lin dengan suara yang sangat pelan.


Sebenarnya jujur saja dewa itu tidak bisa mendengar ucapan terima kasih yang baru saja Lin Lin ucapkan, hanya saja karena dewa itu bisa membaca pikiran Lin Lin, jadi dewa itu tahu apa yang baru saja Lin Lin ucapkan.


Dewa itu juga mengerti bahwa saat ini bukanlah saat untuk bercanda dengan meminta Lin Lin untuk mengucapkan terima kasih dengan suara yang lebih besar.


Jadi dewa itu hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan wajah yang sangat tulus.


"Tidak apa-apa. Aku yang seharusnya meminta maaf dan melakukan hal ini sebagai permintaan maaf mewakilkan pimpinan tertinggi ku," ucap dewa itu lagi dengan raut wajah yang tenang.


Lin Lin menganggukkan kepalanya, jujur saja Lin Lin merasa setuju dengan apa yang diucapkan oleh pria itu.


"Kalau begitu kita tidak perlu menunda waktu lebih banyak lagi, ayo segera lanjutkan proses ini. Aku akan membantu mu dengan cara terus mengirimkan energi spiritual apabila energi spiritual mu semakin menurun jumlah nya," ucap dewa itu menganggukkan kepalanya.


Flashback off.


"Jadi, maksud tuan adalah, tuan sedari tadi melakukan proses pemutusan kontrak itu dengan bantuan seorang dewa yang waktu itu menemui tuan dan datang dengan membawakan kabar buruk itu kepada tuan?" ucap Fei tiba-tiba saja masuk ke dalam percakapan itu.

__ADS_1


Lin Lin menatap Fei kemudian menganggukkan kepalanya dengan tatapan wajah yang polos. Tentu saja Fei juga akan merasa sedikit kesal, tetapi karena dewa itu telah membantu Lin Lin, maka Fei tidak akan berdebat dengan dewa itu.


"Apakah tuan bisa menunjukkan dewa itu kepada kami semua di sini? Kami ingin melihat bagaimana bentuk seorang dewa yang datang untuk memberikan kabar buruk kepada tuan kami," ucap Hei Wu dengan nada bicara yang sedikit kesal.


Lin Lin terkekeh pelan ketika melihat Hei Wu. Dia merasa senang setidaknya Hei Wu masih memperhatikan dirinya.


"Tidak perlu dicari lagi, aku sudah ada di belakang kalian sedari tadi. Hanya saja aku menggunakan jurus untuk tidak terlihat dan tidak dapat dirasakan oleh manusia ataupun hewan spirit manapun, sekalipun itu adalah hewan spirit terhebat yang ada di dunia bawah ini," ucap dewa itu tiba-tiba saja muncul di belakang tubuh Black Cat dan tanpa sengaja menginjak ekor Black Cat.


Black Cat langsung saja menjerit dengan suara yang agak keras karena injakan kaki dari dewa itu memang sangat keras sehingga membuat kakinya merasa kesakitan.


"Aa! Apa yang kau lakukan?! Mengapa kau menginjak ekor ku?! Lihat-lihat dong kalau berjalan," ucap Black Cat dengan kesal.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja. Lagipula mengapa ekor mi sangat panjang? Kau seharusnya tidak membiarkan ekor mu menjadi tumbuh panjang sampai sepanjang itu," ucap dewa itu malah marah-marah kepada kucing itu.


Black Cat yang dimarahi malah balik memarahi dewa itu, "Hei kau, dewa jahat. Apakah kau memang pantas disebut sebagai seorang dewa? Aku bahkan meragukan bahwa seorang dewa bisa bertindak marah hanya karena hal kecil dan bahkan seorang dewa tidak mau minta maaf ketika sudah melakukan kesalahan."


Baik Lin Lin, Fei, Hei Wu, Min Xiang, maupun si hiu dan si buaya, mereka semua terlihat sangat kaget ketika melihat Black Cat malah berdebat dengan dewa itu dengan suara yang agak keras.


"Tuan, apakah tuan yakin bahwa pria itu adalah seorang dewa yang terhormat itu? Aku merasa bahwa dia lebih cocok untuk menjadi seorang tuan muda yang kaya raya dan dimanja oleh seluruh keluarga nya dan suka bersikap semena-mena," ucap Fei mengeluarkan pendapat nya dengan volume suara yang normal tanpa takut dewa itu akan mendengar nya.

__ADS_1


Fei mengira bahwa dewa itu tidak akan menghiraukan perkataan nya tadi karena sedang fokus berdebat dengan Black Cat. Tetapi apa yang diharapkan Fei ternyata sama sekali tidak sesuai dengan apa yang terjadi selanjutnya.


"Hei kau kelinci jelek, apa yang kau katakan tadi? Mengapa kau tidak mengatakan apa yang kau katakan tadi sekarang juga dengan volume suara lebih keras? Ayo katakan padaku," ucap dewa itu tidak bisa menyembunyikan rasa kesal di dalam hati nya ketika diri nya malah diejek seperti itu.


Lin Lin menghela nafas nya, mengapa ruang dimensi nya malah menjadi tempat untuk berdebat, dan lagi jika ada makhluk yang berdebat di ruang dimensi nya, bagaimana Lin Lin akan melakukan teknik pemutusan kontrak dengan Min Xiang?


"Bisakah kalian berhenti berdebat sekarang? Black Cat, Fei, berhenti berbicara dan berbuat keributan. Dan kau, dewa, bukankah kau bilang akan membantu ku dalam proses pemutusan kontrak? Lakukan sekarang. Tidak perlu menunda waktu lagi," ucap Lin Lin menatap dewa itu dengan tatapan mata yang serius.


"Yah, aku bukannya ingin berdebat dengan mereka kok, hanya saja mereka saja yang sangat menyebalkan sehingga membuat ku harus berdebat dengan mereka berdua," ucap dewa itu mulai memperbaiki pakaian nya yang agak berantakan akibat berdebat dengan Black Cat dan Fei.


Lin Lin hanya membalas dengan sebuah gelengan kepala walaupun sebenarnya Lin Lin sendiri juga sangat tidak menyangka bahwa seorang dewa ternyata bisa bersikap seperti itu.


"Baiklah, lupakan saja soal itu. Sekarang kita harus segera memulai proses untuk mempertahankan mansion ini agar pemilik selanjutnya bisa tetap memiliki mansion ku ini," ucap Lin Lin mulai duduk dan bersila.


Kemudian Lin Lin memejamkan matanya dan fokus untuk mengalirkan energi spiritual nya ke tanah ruang dimensi itu. Tentu saja itu akan memakan banyak sekali energi spiritual yang Lin Lin miliki.


Tetapi itulah gunanya dewa itu masih ada di sana. Dea itu akan membantu Lin Lin untuk mengirimkan energi spiritual tambahan kepada Lin Lin apabila energi spiritual Lin Lin telah berkurang drastis.


Min Xiang, dan yang lainnya hanya bisa menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang sangat panik. Jujur saja, mereka khawatir kepada Lin Lin karena terlalu banyak menggunakan energi spiritual. Hanya saja mereka tidak bisa melarang Lin Lin untuk berhenti melakukan hal-hal yang akan membahayakan dirinya sendiri. Mereka semua tidak punya hak untuk melarang Lin Lin menggunakan energi spiritual milik nya sendiri.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2