
Setelah mendengar ucapan dari Lin Lin, Xie Shan Nu secata mendadak tersadar dan kemudian dia berhenti menangis.
"Terima kasih, Lin Lin," ucap Xie Shan Nu setelah menghapus air mata di pipi nya.
Lin Lin memiringkan kepala nya tidak mengerti dengan ucapan dari Xie Shan Nu. Mengapa ayah mertua nya itu mendadak berterima kasih pada dirinya? Padahal Lin Lin merasa jika Lin Lin sama sekali tidak melakukan apapun.
"Terima kasih untuk apa itu, ayah mertua?" tanya Lin Lin dengan senyuman di wajah nya.
Xie Shan Nu menggelengkan kepalanya dengan tersenyum pula, "Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan selama ini."
Lin Lin terkekeh pelan ketika mendengar ucapan dari Xie Shan Nu.
"Ayah mertua, ini terlihat seperti aku benar-benar akan meninggal satu detik kemudian," ucap Lin Lin.
Lin Lin sudah dapat menerima bahwa dia akan segera meninggal sebentar lagi. Jadi untuk apa dia harus menghabiskan waktu dengan rasa sedih dan keterpurukan nya atas kabar itu? Akan lebih baik jika Lin Lin memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
"Yah, aku harap itu tidak akan terjadi sekarang. Setidaknya tunggu kau menghabiskan beberapa waktu berdua bersama dengan Xie Jun Hao. Anak itu terlihat sangat kesepian," ucap Xie Shan Nu.
Lin Lin menganggukkan kepalanya dengan setuju setelah mendengar ucapan dari Xie Shan Nu. Setidaknya biarkan dia menghabiskan waktu nya terakhir kali bersama dengan Xie Jun Hao.
Jika Lin Lin merasa sudah cukup menghabiskan waktu berdua bersama dengan suami nya yang tercinta itu, Lin Lin sudah siap dipanggil kapan saja oleh para dewa itu.
"Kalau begitu kau bisa pergi sekarang juga, Lin Lin. Aku akan menjaga Xie Hao Ran dengan baik. Kau tidak perlu khawatir, anak mu akan aman di tangan ku," ucap Xie Shan Nu.
Lin Lin menganggukkan kepalanya kemudian beranjak pergi dari sana setelah pamit kepada Xie Shan Nu.
__ADS_1
Lin Lin mulai berjalan pelan setelah keluar dari ruang makan. Tetapi ada satu hal yang membuat Lin Lin terkejut tepat setelah dirinya keluar dari ruang makan.
Hal itu adalah, Xie Jun Hao yang sudah berdiri di hadapan nya. Lin Lin tentu saja terkejut dengan hal itu. Tidak mungkin Lin Lin tidak terkejut ketika melihat seseorang mendadak berdiri di hadapan dirinya.
"Jun-Jun Hao, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Lin Lin dengan agak gugup.
Xie Jun Hao menatap Lin Lin dengan tatapan yang dalam kemudian menghela nafas nya.
"Aku telah mendengar semua yang kalian ucapan di dalam sana," ucap Xie Jun Hao membuat Lin Lin merasa sangat terkejut bukan main.
Lin Lin menatap wajah Xie Jun Hao dengan tatapan mata yang sangat dalam. Setelah itu Lin Lin menghela nafas nya.
"Bisakah kita tidak berbicara di sini? Maksud ku adalah, mari kita cari tempat yang lebih baik untuk berbicara berdua saja. Tanpa ada orang lain yang akan mendengarkan pembicaraan kita berdua," ucap Lin Lin menatap mata Xie Jun Hao dengan dalam.
Tetapi hal selanjutnya yang terjadi adalah, Xie Jun Hao berbalik dan berjalan menjauhi ruang makan. Lin Lin menjadi linglung sesaat karena tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Xie Jun Hao saat ini.
"Apa yang akan kau lakukan, Jun Hao? Kita perlu bicara," ucap Lin Lin setengah berteriak karena jarak antar dirinya dan Xie Jun Hao sudah cukup jauh.
Tetapi setelah suara gema dari teriakan Lin Lin telah berhenti, Xie Jun Hao masih tetap tak membalas dan berjalan menjauhi ruang makan.
Lin Lin mau tak mau mulai mengikuti langkah kaki Xie Jun Hao dengan sedikit berlari.
Tetapi setelah berlari selama beberapa detik, Lin Lin malah berhenti dan tidak mengerti dengan pemikiran Xie Jun Hao.
"Mengapa kau berhenti? Bukankah kau bilang mencari tempat yang lebih baik untuk berbicara, Lin Lin? Ayo ikuti aku," ucap Xie Jun Hao baru saja menyadari bahwa Lin Lin telah berhenti mengejar sirinya
__ADS_1
Setelah itu, Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan tatapan mata yang sangat tidak percaya dengan apa yang telah dia dengar.
Lin Lin pikir tadinya Xie Jun Hao merasa kesal dan sedih pada dirinya dan memutuskan untuk pergi sendiri tanpa Lin Lin.
Tapi ternyata apa yang Lin Lin pikirkan adalah sebuah kesalahan. Ternyata Xie Jun Hao memang sengaja berjalan untuk dapat menemukan tempat yang pas untuk berbicara berdua saja tanpa ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka.
Lin Lin menghela nafas nya dengan lega. Jujur saja, sebenarnya Lin Lin merasa takut jika Xie Jun Hao akan pergi meninggalkan dirinya sendirian di saat hidup nya tinggal sebentar lagi dan tidak tentu waktu kapan dirinya akan meninggal dunia.
"Apa yang sedang kau lamunkan, Lin Lin?" tanya Xie Jun Hao ternyata berbalik dan berjalan menghampiri Lin Lin yang masih melamun.
Lin Lin segera saja tersadar dari lamunan nya kemudian dirinya menatap Xie Jun Hao dengan senyuman di wajah nya.
Lin Lin tersenyum manis kemudian menggelengkan kepalanya, "Maaf, aku tadi mengira bahwa kau akan meninggalkan diri ku karena merasa marah disaat tau bahwa aku menyembunyikan hal ini dari dirimu."
Xie Jun Hao tersenyum tipis kemudian menganggukkan kepalanya mengerti dengan alasan dari Lin Lin melamun. Itu wajar jika Lin Lin berpikir seperti itu. Xie Jun Hao juga tidak akan marah karena Lin Lin telah mengatakan yang sejujurnya.
"Baiklah, ayo ikuti aku. Aku akan membawa mu ke tempat di mana tidak ada orang yang bisa mendengar apa yang akan kita bicarakan nanti," ucap Xie Jun Hao dengan senyuman di wajah nya.
Jujur saja, Lin Lin sendiri merasa sangat bingung. Mengapa mereka tidak berbicara di ruang dimensi saja? Bukankah dengan begitu akan lebih terjamin tidak akan ada yang akan mendengar pembicaraan mereka selain para hewan kontrak itu?
Tetapi sayangnya pertanyaan itu tidak berani Lin Lin ungkapkan kepada Xie Jun Hao karena takut Xie Jun Hao akan merasa sedih atau marah karena tidak menghargai pilihan yang telah Xie Jun Hao buat.
Dan lagi, Lin Lin juga yakin bahwa suasana di antara kedua orang itu telah berbeda dan terasa sangat tidak familiar. Makanya Lin Lin memilih untuk tidak mengatakan apapun dan membiarkan Xie Jun Hao membawa dirinya kemana pun yang diinginkan oleh pria itu.
...****************...
__ADS_1