Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
26. Berbicara


__ADS_3

"Ah, tidak terasa kita telah berbincang sampai selama ini. Lihatlah, langit sudah mulai gelap. Maafkan kami, Lin Lin, kami harus segera pergi dan pulang ke istana kami," ucap kaisar Mo tiba-tiba saja.


Lin Lin juga ikut menatap ke arah luar dan melihat ternyata hari sudah menjadi gelap. Lin Lin tersenyum manis .


"Ya, tentu saja kalian harus segera pulang untuk mengurus istana kalian. Maafkan aku karena aku menahan kalian begitu lama. Berhati-hatilah di perjalanan pulang. Kalian menggunakan batu teleportasi bukan?" ucap Lin Lin sambil menatap Kaisar Mo dan juga Yang Xue Lin secata bergantian.


Kedua orang itu langsung saja menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu kami pamit sekarang. Kami sekalian akan menjemput anak kami yang sedang bermain di luar," ujar Yang Xue Lin kepada Lin Lin.


Lin Lin menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang tak hilang di wajah nya, "Ya, tentu. Sampai jumpa lagi."


Ketika mengucapkan kata sampai jumpa lagi, Lin Lin tidak yakin apakah mereka akan berjumpa lagi atau tidak. Lin Lin khawatir jika dirinya tidak akan berjumpa lagi dengan kedua orang itu, atau malahan dengan semua orang yang ada di sini.


Yang Xue Lin menganggukkan kepalanya dengan senyuman pula, "Tentu saja, jangan lupa untuk sesekali berkunjung ke tempat kami. Kami akan selalu menyambut kalian semua."


Lin Lin tersenyum menanggapi ucapan dari Yang Xue Lin, andai saja dia bisa melakukan hal itu. Andai saja Lin Lin memang sempat untuk berkunjung ke Benua Kiri.


Sayangnya Lin Lin tidak yakin apakah dia masih memiliki masa hidup yang cukup untuk dapat mengunjungi Benua Kiri.


Setelah kedua orang itu pergi, Lin Lin segera saja menghela nafas nya kemudian menatap semua orang di sana dengan senyuman di wajah nya.


Lin Lin sedari tadi terus tersenyum tanpa henti hanya untuk membuat semua orang di sana berpikir tidak ada yang salah dari dirinya.


"Sepertinya kami juga harus pamit, Lin Lin," ucap An Xiu Ming dan juga An Qing Yu.

__ADS_1


Lin Lin menolehkan kepalanya ke arah kedua orang itu. Lin Lin tersenyum merasa sedih.


"Yah, aku juga tidak bisa menahan kalian jika kalian ingin pergi bukan? Berhati-hatilah di perjalanan pulang. Sampai jumpa," ucap Lin Lin lagi.


An Qing Yu dan An Xiu Ming menganggukkan kepalanya mereka kemudian berpamitan kepada semua orang di sana dan keluar dari ruang makan.


Satu per satu dari semua tamu yang datang ke sana mulai berpamitan kepada Lin Lin karena hari memang sudah gelap dan mereka tidak bisa menginap di istana karena memiliki urusan masing-masing. Tentu saja Lin Lin mengerti bahwa setiap orang memiliki urusan masing-masing.


"Apakah ibu juga akan pulang? Apakah ibu tidak akan menginap di sini?" tanya Lin Lin.


Liu Mei tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Nak. Masih ada yang harus diurus di gua Lianshu. Maafkan ibu, tetapi ibu berjanji akan menginap di istana di kemudian hari," ucap Liu Mei mencoba membuat Lin Lin tidak bersedih.


"Kalau begitu, ibu, ayah, kakek, nenek, kalian harus berhati-hati di perjalanan pulang. Saat ini para hewan spirit sedang banyak yang mengamuk," ucap Lin Lin dengan raut wajah khawatir yang sangat kentara di wajah nya.


Kakek Liu, nenek Meng, Liu Mei, dan juga Wei Lian Shen menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum ketika menatap Lin Lin yang keliatan sangat khawatir sekaligus merasa sedih.


Liu Mei segera saja berjalan ke arah putri nya kemudian memeluk erat tubuh putri nya untuk melepaskan rasa kerinduan yang ada di dalam hati nya.


"Lin Lin, tenang saja. Kita akan bertemu sesegera mungkin. Jadi kau tidak perlu bersedih. Bukankah masih ada perayaan untuk kedua bayi kembar itu? Kita akan bertemu di sana. Dan ibu berjanji akan menginap di hari itu di istana," ucap Liu Mei berusaha untuk menenangkan Lin Lin yang keliatan sedih.


Lin Lin tersenyum pedih ketika mendengar kata-kata dari ibu nya. Rasa nya sangat sakit, apa lagi ketika Lin Lin mengingat bahwa hidup nya sudah tidak lama lagi.

__ADS_1


Tetapi untuk mencegah agar ibu nya tiba-tiba saja menyadari ekspresi sedih yang terpampang di wajah nya, Lin Lin segera saja mengubah ekspresi wajah nya dengan senyuman nya seperti biasa kemudian menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja ibu, aku akan menunggu sampai hari itu tiba," ucap Lin Lin dengan senyuman manis.


Liu Mei tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia akan pamit. Lin Lin tersenyum kemudian melambaikan tangan nya untuk kakek, nenek, ayah dan ibu nya yang akan kembali ke gua Lianshu.


Kemudian setelah keempat orang itu pergi dari ruang makan istana, Lin Lin berbalik untuk menatap satu-satunya orang yang tersisa di ruang makan itu.


Setelah tadi Kaisar Mo dan juga Yang Xue Lin berpamitan, satu per satu dari orang-orang yang hadir juga mulai berpamitan dengan alasan bahwa mereka harus segera pulang.


Maka dari itu saat ini hanya tersisa, Xie Jun Hao, Lin Lin, Xie Hao Ran, Xie Hao Lan, dan juga Xie Shan Nu yang saat ini sedang menggendong si bayi yang cuek.


"Apakah ayah mertua akan menginap di sini?" tanya Lin Lin tanpa menghilangkan senyuman di wajah nya.


Xie Shan Nu yang sedang mencoba untuk mengajak bicara Xie Hao Ran mendongakkan kepalanya untuk menatap Lin Lin setelah mendengar pertanyaan dari Lin Lin.


Xie Shan Nu kemudian tersenyum ke arah Lin Lin dan berbalik untuk menatap Xie Jun Hao yang saat ini terlihat bingung karena tiba-tiba saja dirinya ditatap oleh ayah nya.


Apa lagi saat ini ayah nya menatap dirinya dengan tatapan tajam. Tatapan dari ayah nya itu seolah-olah mengartikan sebuah pengusiran agar Xie Jun Hao pergi dari ruang makan itu dan membiarkan Xie Shan Nu berbicara berdua bersama dengan Lin Lin.


Xie Jun Hao mengernyitkan dahi nya tak mengerti mengapa dia tiba-tiba saja diusir oleh ayah nya, namun ketika tatapan ayah nya mendadak menjadi lebih tajam, Xie Jun Hao mengerti bahwa itu tampaknya adalah hal yang serius.


Xie Jun Hao segera saja beranjak pergi dari sana dnegan menggendong Xie Hao Lan di tangan nya dan dia pergi dengan wajah cemberut nya karena tidak bisa mendengar pembicaraan antara ayah nya dan juga istri nya padahal dirinya penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh kedua orang itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2