
"Pemimpin dari para dewa itu menghapus ingatan istri ku dan membuat ingatan baru untuk istri ku. Apakah kau bisa menebak ingatan apa yang diciptakan oleh pemimpin para dewa itu?" ucap Xie Shan Nu mendadak mengeluarkan kalimat retoris.
Tentu saja Lin Lin tidak tahu harus menjawab apa setelah mendengar pertanyaan itu. Jadi Lin hanya menggelengkan kepalanya saja dan membiarkan Xie Shan Nu untuk lanjut bercerita.
"Dia membuat ingatan kepada istri ku seolah-olah kami adalah teman dekat, tetapi kami tidak pernah saling mencintai. Ingatan lain seperti suami dari istri ku telah meninggal bahkan juga dibuat oleh pemimpin dewa itu," ucap Xie Shan Nu dengan nada yang sangat lirih.
Saat ini Xie Shan Nu bahkan telah menangis. Lin Lin saat ini tidak tahu harus merespon bagaimana setelah melihat air mata dari ayah mertua nya telah turun secara pelan dan seketika saja menjadi deras ketika Lin Lin masih menjadi gugup.
"Ayah mertua, jika ayah memang tidak sanggup untuk melanjutkan cerita nya maka jangan dipaksakan. Sungguh aku baik-baik saja bila ayah mertua menghentikan cerita ini di tengah jalan," ucap Lin Lin dengan cepat karena takut membuat Xie Shan Nu kembali mengingat masa-masa suram dan menyedihkan itu.
Tetapi mau bagaimana pun Lin Lin membujuk Xie Shan Nu untuk tidak perlu melanjutkan cerita nya lagi, Xie Shan Nu terus berkeras kepala untuk melanjutkan cerita sekalipun itu membuat luka lama nya kembali tergores dan terbuka sekali lagi.
Setelah melihat betapa keras kepala nya Xie Shan Nu, Lin Lin tidak lagi membujuk Xie Shan Nu untuk tidak melanjutkan cerita nya karena Lin Lin sendiri menghormati keputusan dari ayah mertua nya yang telah memutuskan untuk memberitahukan hal yang sulit diceritain ini kepada Lin Lin.
Jika Lin Lin terus berkeras diri dan mengatakan kepada Xie Shan Nu tidak perlu melanjutkannya cerita, maka itu akan dianggap tidak sopan dan tidak menghormati keputusannya dari Xie Shan Nu yang telah berjuang mati-matian untuk menceritakannya yang sebentar kepada Lin Lin.
Setelah beberapa saat kemudian, tangisan Xie Shan Nu barulah mulai mereda kemudian setelah mengambil nafas dalam-dalam beberapa kali, barulah Xie Shan Nu kembali melanjutkan cerita yamg tadi terputus di tengah jalan.
__ADS_1
"Jadi sejak saat itu, istri ku yang saat ini telah menjadi dewi hanya dapat mengingat bahwa kami adalah seorang teman dekat dan tidak memiliki hubungan lain selain itu. Bayangkan bagaimana rasa pedih yang harus aku tahan ketika berhadapan dengan istri ku tetapi aku sendiri tidak bisa memeluk diri nya dan mengatakan bahwa aku sangat mencintai dirinya," ucap Xie Shan Nu lagi.
Lin Lin tahu betapa pedih nya rasa itu. Walaupun Lin Lin tidak pernah mengalami hal itu, tetapi Lin Lin tahu bahwa bagi Xie Shan Nu itu adalah penderitaan terberat di dalam hidup nya.
"Sejak saat itu aku mulai mengasingkannya diri dan hanya sesekali saja memunculkan diri sebagai seorang kaisar. Setelah Xie Jun Hao menjadi lebih dewasa, aku menyerahkan tahta yang seharusnya belum boleh diserahkan kepada Xie Jun Hao. Xie Jun Hao harus menanggung beban sebagai seorang kaisar di usia yang muda karena ayah nya yang lemah ini. Aku merasa menyesal sebagai seorang ayah," ucap Xie Shan Nu.
Lin Lin dapat melihat raut wajah penyesalan yang sangat dalam di wajah Xie Shan Nu. Lin Lin tahu betapa sulitnya bagi seorang ayah untuk melakukan hal-hal yang membebani anak nya sendiri.
Lin Lin menggelengkan kepala nya kemudian menatap ayah mertua nya dengan tatapan yang lembut, "Ayah mertua tidak lemah. Mungkin aku sendiri juga akan mengatakan bahwa ayah mertua tidak seharusnya menyerahkan beban seberat itu kepada Xie Jun Hao di usia nya yang masih muda. Tetapi mengenai ayah mertua adalah seseorang yang lemah maka aku tidak setuju dengan pendapat itu."
"Apa maksud mu, Lin Lin?" tanya Xie Shan Nu tidak mengerti.
Lin Lin mengambil nafas nya untuk memulai awal dirinya berbicara menjelaskan kepada Xie Shan Nu apa maksud dari perkataan yang tadi dia ucapkan.
Lin Lin menatap Xie Shan Nu dengan tatapan mata yang sangat serius kemudian mulai berbicara dengan raut wajah yang serius pula.
"Ayah mertua sama sekali tidak lemah. Ketika ayah mertua mengahadapi kesulitan seperti itu, ayah mertua bukannya menyerah tetapi ayah mertua tetap memilih untuk dekat dengan ibu mertua sekalipun ibu mertua sudah melupakan ayah mertua. Aku sendiri juga dapat menduga bagaimana rasa sakit yang dihadapi oleh ayah mertua untuk tetap dekat dengan ibu mertua sekalipun hanya sebatas teman dan tidak bisa memeluk dan melepas rindu kepada orang yang ayah mertua cintai. Aku paham bagaimana rasa sakitnya itu.
__ADS_1
"Tetapi ayah mertua tetap tegar dengan semua itu. Maka itu adalah hal yang kuat, bukan lemah. Jika ayah mertua adalah seseorang yang lemah, maka ayah mertua pasti sudah menyerah akan hidup ayah mertua sekarang," ucap Lin Lin menjelaskan dengan kata-kata yang membuat Xie Shan Nu terharu.
Xie Shan Nu meneteskan kembali air mata nya, tentu saja semua kenangan dirinya bersama dengan istri nya kembali teringat di benak Xie Shan Nu.
Tetapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh Xie Shan Nu selain melanjutkan kehidupan ini. Jangan pernah menyerah hanya untuk hal-hal yang tidak penting.
Lin Lin menghela nafas nya kemudian tersenyum tipis menatap ayah mertua nya yang masih menangis.
"Ayah mertua, mau kah kau mendengar sebuah kata-kata dari diriku?" tanya Lin Lin dengan senyuman manis di wajah nya.
Xie Shan Nu menganggukkan kepalanya walaupun air mata yang tak berhenti menetes ke bawah dari kelopak mata nya.
"Seseorang yang kuat dan tetap menjalani hidup nya sekalipun dia sedang menghadapi kesulitan dalam hidup nya adalah seseorang yang paling kuat di dunia ini. Sedangkan seseorang yang ketika sedang menghadapi sebuah masalah dalam hidup nya dan berpikir akan lebih baik jika dia menyerah, mereka adalah orang-orang yang paling lemah.
"Kekuatan seseorang di dunia ini tidak hanya diukur dari seberapa besar basis kultivasi nya, tidak pula diukur dari seberapa kaya dia, tetapi diukur dari seberapa tahan dirinya ketika menghadapi sebuah masalah. Ayah mertua sudah sangat kuat untuk tetap tegar meskipun hanya bisa menatap ibu mertua tanpa bisa memeluk nya dan melepas rindu dari nya," ucap Lin Lin memberikan semangat kepada Xie Shan Nu.
...****************...
__ADS_1