Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
42. Bertemu dewa


__ADS_3

"Min Xiang, aku tahu bahwa kau khawatir pada dirinya. Aku juga paham bahwa kau sejujurnya tidak ingin aku pergi. Sayangnya aku harus melakukan hal itu, Min Xiang. Tenang saja, akhir hidup ku sudah dekat, jikapun aku terluka parah karena proses mempertahankan mansion ini, maka itu tidak akan jadi masalah karena memang aku akan segera meninggalkan dunia ini. Tolong pahami aku Min Xiang," ujar Lin Lin dengan mata nya yang berkaca-kaca.


Lin Lin saat ini hanya ingin memikirkan cara agar Xie Yu Ra tidak akan marah pada dirinya karena telah meninggalkan dirinya sendirian.


Lin Lin saat ini sedang memikirkan cara sebanyak-banyaknya agar dapat dijadikan sebagai permintaan maaf kepada Xie Yu Ra nantinya.


Min Xiang menghela nafas nya dengan pelan, dia tahu bahwa apa yang dikatakan oleh Lin Lin memanglah sebuah kebenaran. Dan lagi, apa yang akan dilakukan oleh Lin Lin semuanya adalah kemauan dari Lin Lin, Min Xiang sama sekali tidak bisa memaksa Lin Lin untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin Lin Lin lakukan.


Karena itulah, Min Xiang memilih untuk berhenti berdebat dengan Lin Lin tentang masalah itu dan membiarkan Lin Lin melakukan apapun yang dia mau sekalipun sebenarnya Min Xiang sama sekali tidak setuju dan merasa khawatir kepada Lin Lin karena hal itu.


Tetapi memangnya apa yang bisa Min Xiang lakukan selain merasa khawatir? Maka dari itu, Min Xiang hanya bisa diam dan membiarkan Lin Lin untuk melakukan apapun yang dia inginkan.


"Kau tahu, Min Xiang? Mengapa aku ingin mempercepat proses pemutusan kontrak itu?" tanya Lin Lin tiba-tiba saja kepada Min Xiang yang telah pasrah untuk membujuk Lin Lin untuk tidak melakukan hal-hal yang akan membuat Lin Lin terluka parah.


Min Xiang segera saja menatap ke arah Lin Lin dengan tatapan mata yang tidak mengerti kemudian menggelengkan kepalanya dengan mulut tertutup.


"Itu semua karena pada saat aku menjalankan proses pemutusan kontrak itu, aku telah menemui salah seorang dewa yang kemarin memberitahukan diri ku informasi bahwa aku akan segera meninggal," ucap Lin Lin tiba-tiba saja mengatakan hal yang sangat mengejutkan.


Min Xiang tentu saja mendengar itu menjadi terkejut, begitu pula dengan hewan lainnya yang ada di sekitar Lin Lin. Mereka tidak menyangka bahwa Lin Lin akan secepat itu bertemu kembali dengan dewa itu.

__ADS_1


Flashback on ....


Lin Lin saat itu sedang menutup mata nya dan sedang fokus untuk melakukan proses pemutusan kontrak, tetapi tiba-tiba saja Lin Lin mendengar sebuah suara yang berbisik di telinga nya dengan lembut.


Lin Lin tentu saja menjadi tidak fokus dengan bisikan itu. Memangnya siapa yang berbisik? Apakah salah satu dari hewan kontrak nya? Tapi ketiga hewan itu saja sedang fokus melakukan proses pemutusan kontrak.


Apakah itu Min Xiang? Tetapi suara Min Xiang sangat berbeda dengan suara yang sedang berbisik pada dirinya. Jadi siapa yang sebenarnya sedang mengganggu konsentrasi Lin Lin dalam proses pemutusan kontrak itu?


Tentu saja agar tidak terjadi kesalahan apapun, Lin Lin tetap fokus kepada proses itu dan memilih untuk mengabaikan apapun yang sedang berbisik pada dirinya.


Lin Lin berpikir bahwa suara bisikan itu pasti akan hilang lama-kelamaan. Tapi nyatanya Lin Lin terus saja mendengar suara bisikan itu.


Jadi bagaimana Lin Lin akan fokus jika dirinya terus-menerus mendengar suara teriakan yang terus meneriaki nama dirinya? Jadi Lin Lin segera saja membuka matanya dengan kesal sekalipun dia tahu bahwa itu akan membuat resiko yang besar jika saja Lin Lin tidak bisa membagi fokus nya.


"Hei, kita bertemu lagi. Jujur saja, aku juga tidak menyangka bahwa kita akan bertemu dengan begitu cepat kali ini. Aku pikir akan butuh waktu sedikit lebih lama lagi daripada ini agar kita bisa bertemu lagi," ucap seorang pria berdiri di hadapan Lin Lin.


Lin Lin menatap dengan tatapan jengkel kepada pria itu. Ternyata yang mengganggu dirinya selama proses pemutusan kontrak itu adalah dewa yang memberikan kabar kepada dirinya bahwa dia akan segera meninggal.


Tentu saja, Lin Lin sangat kesal pada dewa itu. Tetapi mau bagaimana pun juga, Lin Lin tetap tahu diri. Lin Lin adalah seorang manusia dan yang ada di hadapan nya saat ini adalah seorang dewa.

__ADS_1


Jadi sejengkel apapun Lin Lin kepada dewa itu, Lin Lin tetap harus terlihat baik-baik saja dan tidak memiliki masalah apapun dengan dewa tersebut. Walaupun Lin Lin tahu bahwa dewa itu bisa membaca pikiran nya.


Tetapi malah si dewa itu mendadak saja tertawa setelah menatap wajah Lin Lin. Dan yah tentu saja Lin Lin merasa sangat bingung pada dewa itu.


Apa yang membuat dewa itu menjadi tertawa tiba-tiba padahal tidak ada yang lucu sama sekali? Apakah dewa itu sudah gila? Ataukah dia kesurupan?


"Kau berpikir terlalu banyak nona muda. Aku tertawa hanya karena mendengar apa yang kau pikirkan tentang diriku. Aku sadar bahwa kau sebenarnya sangat kesal pada diriku karena aku selalu datang dengan kabar buruk. Aku minta maaf untuk itu nona muda. Jujur saja, aku juga merasa bersalah karena selalu datang dengan kabar buruk kepada mu. Tetapi itu adalah tugas ku, aku tidak bisa menolak untuk menjalankan tugas ku," ujar dewa itu malah terkesan bahwa dia sedang curhat kepada Lin Lin.


Lin Lin hanya menghela nafas nya ketika mendengar apa yang diucapkan oleh dewa yang ada di hadapan nya saat ini. Memang benar apa yang dikatakan oleh dewa itu.


Dewa itu sendiri sama sekali tidak bisa berbuat apapun karena dia hanya menjalankan tugas dari pimpinan tertinggi nya. Jadi Lin Lin sama sekali tidak bisa mengalahkan dewa itu karena selalu datang dengan kabar buruk untuk dirinya.


"Jadi, katakanlah, apa alasan mu datang kemari dan mengganggu ku untuk fokus?" tanya Lin Lin.


Dewa itu kemudian menghela nafas nya, "Sebelumnya aku ingin meminta maaf karena telah mengganggu dirimu. Apakah kau sedang melakukan proses pemutusan kontrak?" tanya dewa itu kepada Lin Lin, dan bukannya menjawab pertanyaan dari Lin Lin.


Lin Lin menatap dewa itu dengan tatapan mata yang kesal. Padahal dirinya duluan yang bertanya, tetapi mengapa dewa itu malah balik bertanya dan tidak menjawab pertanyaan dari dirinya? Jujur saja, itu sudah sangat menyebalkan bagi Lin Lin.


"Ya, kau benar. Aku sedang melakukan proses pemutusan kontrak," ucap Lin Lin berusaha menjawab dengan sabar.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2