
Xie Jun Hao terkekeh pelan, "Kau yang sekarang sedang terkejut, Lin Lin."
Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan tatapan mata yang melotot setelah mendengarkan kekehan dari bibir Xie Jun Hao. Ini bukan sebuah candaan yang lucu.
"Kau tertawa? Apakah kau senang dengan kabar itu? Dan lagi, apa maksud perkataan mu? Jelaskan! Jangan mengatakan sesuatu setengah-setengah," ucap Lin Lin dengan marah.
Xie Jun Hao tersenyum tipis kemudian mengelus kepala Lin Lin dengan pelan. Xie Jun Hao membiarkan Lin Lin menatap dirinya dengan tatapan yang marah.
Sedangkan Xie Jun Hao saat ini hanya terdiam dan membiarkan Lin Lin kebingungan dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Xie Jun Hao.
"Mengapa kau tak menjawab? Apakah kau benar-benar senang dengan kabar itu? Bagaimana bisa kau merasa senang dengan hal itu? Apakah kau sama sekali tidak merasa sedih sedikitpun? Apakah kau tidak mencintai ku lagi?" tanya Lin Lin dengan wajah nya yang hampir menangis.
Xie Jun Hao menghela nafas nya dengan pelan kemudian memeluk Lin Lin dengan sangat erat.
Tentu saja Lin Lin yang mendadak di peluk seperti itu menjadi sangat kebingungan. Lin Lin terlibat seperti orang linglung kemudian terdiam selama beberapa saat.
Setelah terdiam sejenak, Lin Lin segera saja melepaskan diri dari pelukan Xie Jun Hao dan menatap Xie Jun Hao dengan tatapan marah yang tidak hilang dari wajah nya sedari tadi.
"Apakah kau sudah selesai merasa marah? Aku bahkan belum mengucapkan satu kata pun Lin Lin," ucap Xie Jun Hao masih dengan senyuman tipis yang sama.
Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan sangat dalam. Bahkan rasanya mata Lin Lin bisa melompat keluar hanya untuk menatap Xie Jun Hao saja.
__ADS_1
"Ya! Kalau begitu jelaskan! Kau malah memeluk ku secara tiba-tiba! Apa artinya itu?" ucap Lin Lin dengan sangat kesal.
Xie Jun Hao tetap tersenyum dan sama sekali tidak marah atau merasa kesal dengan nada bicara Lin Lin yang terdengar sangat keras dan tinggi.
"Aku terkekeh karena memperhatikan dirimu sangat lucu. Kau sama sekali tidak berubah dari sejak kita bertemu pertama kalinya, itu sekitar delapan sampai sembilan tahun yang lalu bukan? Waktu-waktu itu sangat indah," ucap Xie Jun Hao sambil memandangi langit malam yang terlihat sangat indah malam ini.
Lin Lin terdiam setelah mendengar ucapan dari Xie Jun Hao. Sebenarnya Lin Lin lebih ke arah bingung, mengapa pria itu malah mendadak mengungkit tentang masa lalu? Apakah masa lalu lebih penting daripada kabar dirinya akan segera meninggal?
"Kau tahu, Lin Lin? Aku selalu merindukan waktu-waktu di mana aku mengejar dirimu mati-matian hanya untuk mendapatkan rasa percaya dari dalam hati mu. Memang sulit, tapi setelah aku mendapatkan hal itu, kebahagiaan di dalam hati ku meningkat dan aku merasa bahwa semua perjuangan yang aku lakukan pada mu ternyata tidak pernah sia-sia," ucap Xie Jun Hao sekali lagi.
Lin Lin mengernyitkan dahi nya, lagi-lagi Xie Jun Hao bertingkah dengan aneh. Lin Lin tidak mengerti dengan tingkah laku Xie Jun Hao malam ini.
Melihat ekspresi wajah bingung dari Lin Lin, Xie Jun Hao lagi-lagi terkekeh dengan pelan. Dan sekali lagi, Lin Lin dibuat bingung dengan kekehan dari Xie Jun Hao.
"Apa yang membuat mu tertawa lagi kali ini, Jun Hao?" tanya Lin Lin dengan tak mengerti.
Xie Jun Hao menggelengkan kepalanya, "Tidak ada, hanya saja melihat mu dengan wajah yang kebingungan seperti itu terlihat sangat lucu. Jadi aku mendadak ingin tertawa saja."
Lin Lin menjadi cemberut ketika mendengar jawaban sederhana dari Xie Jun Hao. Bisakah pria itu serius saat ini? Saat ini bukanlah saat yang tepat untuk bercanda. Lin Lin bisa saja mendadak meninggal sedetik kemudian tetapi Xie Jun Hao malah bercanda seperti itu.
"Tenanglah Lin Lin, aku tau waktu kapan aku harus bercanda dan kapan aku harus serius. Dan jangan khawatir tentang para dewa brengs*k itu. Aku sudah meminta dewi Zhou untuk memberikan sedikit waktu pada dirimu agar kita berdua bisa berbicara lebih lama," ucap Xie Jun Hao dengan senyum di wajah nya yang sangat manis.
__ADS_1
Dewi Zhou? Lin Lin mengernyitkan dahi nya ketika mendengar hal itu. Apa dewi Zhou yang dimaksud Xie Jun Hao adalah ibu dari Xie Jun Hao? Tetapi tentu saja Lin Lin tidak akan menanyakan pertanyaan ini secara langsung.
Lin Lin tahu jika Lin Lin bertanya seperti itu rasanya akan menjadi sangat tidak sopan dan mengungkit rasa sedih di dalam hati Xie Jun Hao.
"Aku tau kau pasti bertanya-tanya di dalam pikiran mu. Jadi aku akan menjawab pertanyaan mu. Memang benar bahwa dewi Zhou itu adalah ibu ku. Jangan ragu untuk bertanya pada ku. Kau tidak perlu khawatir tentang perasaan ku yang akan terasa sakit. Aku baik-baik saja dengan kenyataan itu saat ini," ucap Xie Jun Hao lagi.
Nyatanya dari wajah Xie Jun Hao saat ini, sangat terlihat bahwa Xie Jun Hao sedang menahan dirinya untuk tidak menangis ataupun tidak merasa sedih. Lin Lin dapat melihat hal itu dengan jelas.
"Jadi, Jun Hao, apakah kau marah pada ku karena telah menyembunyikan fakta itu? Apakah kau tidak merasa sedih bahwa aku akan segera meninggal? Kau pasti sudah mendapatkan kabar nya dari dewi Zhou," ucap Lin Lin lagi.
Xie Jun Hao menatap Lin Lin dengan tatapan yang dalam kemudian tersenyum pilu. Xie Jun Hao selanjutnya menggelengkan kepalanya, kemudian menganggukkan kepalanya, lalu kembali menggelengkan kepalanya lagi sebagai balasan dari pertanyaan Lin Lin yang beruntun.
"Aku tidak marah dengan mu karena telah menyembunyikan fakta itu. Aku tahu bahwa kau pasti memiliki kesulitan dalam dirimu sendiri. Aku tentu saja sadar akan hal itu," ucap Xie Jun Hao dengan penuh kasih sayang.
Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan dalam. Lin Lin sendiri tahu bahwa Xie Jun Hao seharusnya menanggung beban yang lebih berat daripada dirinya sendiri.
Lin Lin merasa sangat bersalah kepada Xie Jun Hao saat ini karena telah menyembunyikan hal sebesar itu dari Xie Jun Hao. Ditambah lagi dengan senyuman di wajah pria itu membuat Lin Lin semakin merasa bersalah.
Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan raut wajah yang sedih kemudian ingin berbicara sesuatu tetapi Xie Jun Hao telah mulai berbicara kembali sehingga membuat Lin Lin harus menutup mulutnya kembali.
...****************...
__ADS_1