
Lin Lin ingin berbohong, tetapi Lin Lin takut ia malah akan membuat Xie Jun Hao merasa sedih.
"Jun Hao, bisakah kita tidak menyebutkan topik ini? Aku lelah, aku tadi sudah melakukan proses pemutusan kontrak. Aku mempercepat proses itu sehingga menghabiskan seluruh energi spiritual yang ku miliki. Untung saja dewa itu datang dan mengalirkan energi spiritual nya untuk membantu diriku ketika melakukan proses pemutusan kontrak itu. Jika tidak takutnya aku sudah tidak bisa lagi berada di hadapan mu dan berbicara dengan dirimu," ucap Lin Lin.
Dengan cepat Lin Lin membuat sebuah alasan untuk tidak menjawab pertanyaan dengan Xie Jun Hao tetapi Lin Lin juga tidak berbohong kepada Xie Jun Hao.
Xie Jun Hao menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang sangat dalam. Tentu saja Xie Jun Hao sangat sadar bahwa Lin Lin saat ini sangat menghindari topik pembicaraan itu. Makanya dia terus menerus menolak untuk menjelaskan sesuatu.
Tetapi Xie Jun Hao berpikir itu semua karena Lin Lin memang merasa lelah. Untuk alasan Lin Lin yang sedang merasa lelah itu sama sekali bukan kebohongan.
Bahkan Xie Jun Hao sendiri dapat merasakan hal itu, Xie Jun Hao merasa bahwa Lin Lin memang sedang sangat kelelahan. Jadi Xie Jun Hao memilih untuk mengalah kemudian menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang sangat sedih.
"Maafkan aku malah membuat mu yang sedang lelah semakin kelelahan. Aku rasa aku memang sangat salah karena memaksa dirimu untuk menjawab semua pertanyaan dari ku," ucap Xie Jun Hao langsung saja menundukkan kepala nya setelah mengatakan hal itu kepada Lin Lin.
Lin Lin menggelengkan kepala nya dengan pelan kemudian tersenyum manis. Tetapi jujur saja, di dalam hati nya, Lin Lin merasa sangat bersalah kepada Xie Jun Hao karena tidak memberitahukan kepada Xie Jun Hao bahwa masa hidup nya sisa sedikit lagi.
__ADS_1
Tentu saja sebenarnya Lin Lin tidak ingin berbohong kepada Xie Jun Hao. Tetapi mengenai masa hidup nya yang kurang satu jam lagi, itu akan sangat menyakitkan bagi pria itu untuk mengetahuinya bahwa dirinya akan segera pergi dari dunia ini kurang dari satu jam ke depan.
"Jun Hao, ini sudah sangat larut, bagaimana jika kita tidur saja? Mari berhenti berbicara dan tidur sekarang," ucap Lin Lin.
Jujur saja, itu memang keinginan yang Lin Lin mau. Lin Lin tidak mau membuat Xie Jun Hao sadar bahwa dirinya akan segera meninggal kurang dari satu jam lagi. Tetapi Lin Lin ingin Xie Jun Hao sadar bahwa ia telah pergi di esok hari nya.
Lin Lin belum siap untuk membuat Xie Jun Hao kehilangan satu malam untuk dapat tertidur dengan nyenyak. Lin Lin ingin memberikan satu malam di mana malam itu dapat membuat Xie Jun Hao tertidur dengan nyenyak, sekalipun itu menjadi malam terakhir bagi dirinya untuk ada di dunia itu.
Xie Jun Hao sama sekali dengan tingkah laku Lin Lin yang padahal terlihat aneh itu. Xie Jun Hao dengan cepat menjawab dengan anggukan kepala nya dan segera saja berbaring di samping Lin Lin yang telah berbaring terlebih dahulu.
Lin Lin tersenyum dengan manis, "Selamat malam juga, Jun Hao. Tidur yang nyenyak dan mimpi indah untuk mu, Jun Hao."
Xie Jun Hao tersenyum di saat dia mendengar ucapan dari Lin Lin, "Kau juga, Lin Lin. Semoga kau tidur dengan nyenyak malam ini."
Lin Lin menahan dirinya untuk tidak meneteskan air mata yang sejujurnya sudah tertahan di pelupuk mata nya. Lin Lin terdiam di kasur dan menatap Xie Jun Hao yang sudah masuk ke dalam alam mimpi nya dengan nyenyak.
__ADS_1
"Jun Hao, aku akan sangat merindukan mu setelah ini. Semoga kau dapat kuat menanggung semua beban mu setelah aku pergi. Ingatlah bahwa kau sama sekali tidak sendirian. Ada aku di hati mu, jangan khawatir, aku percaya bahwa kau sanggup menghadapi nya tanpa diri ku. Aku yakin pada keteguhan mu, Jun Hao. Chen Chen, aku tau bahwa kau pasti sedang mendengar hal ini. Aku juga yakin bahwa kalian berdua, termasuk penjaga ruang dimensi milik Jun Hao, sudah dapat menebak apa maksud dari perkataan ku.
"Kalian tidak salah, aku akan segera meninggal sebentar lagi. Mohon jaga Jun Hao dengan baik, jangan biarkan dia menjadi sangat tertekan dan sedih dengan kepergian ku. Jangan sampai dia malah sakit. Dan terakhir, tolong sampaikan maaf ku kepada nya, maaf karena aku telah membohongi nya malam ini, maaf karena aku telah bersikap sangat egois selama ini, maaf apabila aku membuat nya menjadi sangat khawatir, maaf apabila aku selalu membuat nya kesusahan, dan maaf, karena aku telah pergi terlebih dahulu dan membuat mu menanggung beban yang seharusnya juga ku pikul," ucap Lin Lin saat ini sudah tidak bisa menahan air mata nya lagi.
"Tolong jangan bangunkan tuan kalian. Dia sudah tertidur dengan nyenyak, percayalah pada ku. Biarkan dia tertidur nyenyak malam ini, aku takut dia akan merasa sangat menyesal setelah malam ini, aku hanya ingin dia dapat tidur dengan nyenyak setiap malam nya. Tolong jaga dia dengan baik," ucap Lin Lin mengucapkan kata-kata itu sambil meneteskan air mata nya lagi.
Tentu saja makhluk-makhluk yang ada di dalam ruang dimensi milik Xie Jun Hao sebenarnya mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Lin. Hanya saja mereka juga tidak bisa melawan perkataan Lin Lin saat ini.
Bukan hanya karena Lin Lin adalah istri dari tuan mereka, tetapi juga karena apa yang dikatakan oleh Lin Lin memanglah sebuah kebenaran. Makanya mereka sedari tadi hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun karena mereka sendiri sudah setuju dengan apa yang diminta oleh Lin Lin.
Lin Lin menatap Xie Jun Hao selama kurang lebih tiga puluh menit dengan tatapan mata yang dalam. Bahkan makhluk-makhluk yang ada di ruang dimensi milik Xie Jun Hao sampai tertegun ketika melihat Lin Lin sibuk memandangi Xie Jun Hao dengan gaya tidur yang sama selama kurang lebih setengah jam.
Pertanyaan di dalam pikiran mereka adalah, apakah Lin Lin tidak merasa pegal di leher nya? Apakah Lin Lin tidak merasakan tubuhnya pegal? Lin Lin bahkan bertahan dalam posisi yang sama selama kurang lebih setengah jam tanpa bergerak sedikit pun hanya karena dia takut akan membangunkan Xie Jun Hao.
"Kau sudah harus pergi," ucap sebuah suara yang tiba-tiba saja terdengar dari arah belakang Lin Lin.
__ADS_1
...****************...