Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
33. Berdua


__ADS_3

Di saat mereka telah berada di hadapan sebuah tembok tinggi yang letaknya berada di belakang istana kekaisaran, Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan tatapan mata yang tidak mengerti.


Mengapa Xie Jun Hao menatap dirinya dengan tatapan mata yang tersenyum? Mengapa Xie Jun Hao malah membawa nya kemari? Apakah ini tempat yang dimaksud oleh Xie Jun Hao untuk berbicara tanpa ada yang bisa mendengar pembicaraan mereka berdua?


"Lin Lin, apakah kekuatan spiritual mu masih ada?" tanya Xie Jun Hao dengan tatapan mata yang lembut.


Lin Lin terlihat sangat bingung kali ini. Tetapi karena mendengar sebuah pertanyaan, maka sebingung apapun Lin Lin saat ini, Lin Lin tetap akan menjawab pertanyaan dari suami nya itu.


Lin Lin menganggukkan kepalanya dengan jawaban tambahan, "Ya, tentu saja masih ada. Tidak ada masalah dalam tubuh ku selain rasa sakit di dalam jantung ku. Sisanya aku masih baik-baik saja tanpa ada kesalahan sedikit pun."


Xie Jun Hao ketika mendengar jawaban dari Lin Lin hanya menganggukkan kepalanya kemudian kembali menolehkan kepalanya untuk menatap tembok tinggi itu.


"Kenapa kau bertanya seperti itu, Jun Hao?" tanya Lin Lin.


Xie Jun Hao tersenyum kembali kemudian menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang sangat serius.


"Ayo melesat melompati dinding ini bersama-sama," ujar Xie Jun Hao secara tiba-tiba.


Lin Lin menatap Xie Jun Hao lagi dengan tatapan terkejut. Lin Lin tidak yakin bahwa yang ada di hadapan nya ini adalah suami nya yang selama ini sangat doa cintai.


Mengapa Xie Jun Hao mendadak menjadi seperti ini? Dulu, jika Xie Jun Hao ingin keluar dari istana, maka Xie Jun Hao tidak akan pernah menyelinap keluar kecuali jika dalam keadaan terdesak.


Tetapi saat ini, sama sekali tidak ada keadaan terdesak apapun, lalu mengapa Xie Jun Hao malah ingin menyelinap keluar melalui dinding istana?


Hal ini membuat kepala Lin Lin harus berputar ke sana kemari hanya untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di benak nya.

__ADS_1


"Lin Lin, kau melamun lagi," kata Xie Jun Hao sekali lagi menyadarkan Lin Lin dari lamunan nya.


Lin Lin menatap Xie Jun Hao kemudian mengangkat sebelah tangan nya dan mengarahkan punggung tangan nya ke dahi Xie Jun Hao. Sedangkan sebelah tangan nya lagi Lin Lin arahkan ke dahi dirinya sendiri.


"Tidak panas, apa yang salah dengan dirimu, Jun Hao?" tanya Lin Lin.


Xie Jun Hao terkekeh pelan ketika mendengar pertanyaan dari Lin Lin. Xie Jun Hao segera saja menurunkan tangan Lin Lin dari dahi nya.


"Lin Lin, kau lah yang bertingkah aneh. Aku rasa kau lah yang bertingkah berbeda. Aku hanya melakukan apapun yang menyenangkan malam ini. Baiklah, jangan menunda waktu lagi, ayo lompati dinding ini bersama-sama," ujar Xie Jun Hao dengan senyuman manis di wajah nya.


Tentu saja, Lin Lin yang lemah dengan senyuman dari Xie Jun Hao segera saja mengikuti apa kata Xie Jun Hao.


Kedua orang itu akhirnya menyelinap keluar dari istana secara diam-diam melalui dinding tanpa diketahui oleh siapapun, kecuali satu orang yang sesungguhnya sedari tadi mengawasi gerak-gerik kedua orang itu.


Setelah itu, Lin Lin segera saja menatap Xie Jun Hao yang saat ini sedang melesat lurus bersama dengan Lin Lin.


Sudah cukup lama kedua orang itu melesat di udara, tetapi Xie Jun Hao sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan segera berhenti.


Hal itu membuat Lin Lin merasa sangat bingung. Lin Lin sendiri sudah tidak dapat menghitung berapa kali dia merasa bingung hari ini karena sikap dan tingkah laku dari Xie Jun Hao.


Tetapi ternyata, di saat Lin Lin sedang merenung sembari melesat, ternyata mereka berdua telah tiba di sebuah puncak gunung.


Lin Lin menganga lebar menatap Xie Jun Hao dengan tatapan mata yang tidak percaya. Apa yang sedang direncanakan oleh Xie Jun Hao sampai-sampai membawa dirinya ke puncak gunung?


"Jun Hao, mengapa kau membawa ku kemari?" tanya Lin Lin dengan tatapan mata tak mengerti.

__ADS_1


Xie Jun Hao malah berbalik menatap Lin Lin dengan tatapan yang sama bingung nya dengan Lin Lin. Lin Lin mengernyitkan dahi nya setelah melihat tatapan mata dari Xie Jun Hao.


"Apa maksud dari pertanyaan mu Lin Lin? Bukankah sudah jelas? Aku membawa mu kemari untuk berbicara, bukankah kau yang meminta kita untuk berbicara?" ujar Xie Jun Hao.


Lin Lin menganggukkan kepalanya, tentu saja Lin Lin tahu bahwa tujuan mereka adalah berbicara berdua. Tetapi apakah perlu sampai di puncak gunung seperti ini?


Jujur saja, Lin Lin saat ini berpikir apakah Xie Jun Hao sedang berpikiran gila katena mendengarkan kabar bahwa dirinya akan segera meninggal? Makanya Xie Jun Hao malah menjadi sedikit aneh malam ini.


"Katakan lah apa yang ingin kau katakan sekarang kalau begitu," ucap Xie Jun Hao tidak lagi bertanya apapun.


Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan tatapan mata yang ragu, tetapi Lin Lin tahu bahwa dirinya tidak bisa lagi menyembunyikan rahasia nya lagi lebih lama.


Lin Lin sendiri juga sama sekali tidak berniat untuk berbohong kepada Xie Jun Hao sejak awal. Jadi Lin Lin memilih untuk memberitahu semua nya dengan jujur malam ini.


Setidaknya biarkan Lin Lin menyelesaikan semuanya di malam ini, sehingga jika Lin Lin pergi besok hari maka Lin Lin sama sekali tidak memiliki penyesalan dalam hidup nya.


"Apakah aku mendengar semua yang aku dan ayah mertua bicarakan sejak awal?" tanya Lin Lin memulai pembicaraan dengan sebuah pertanyaan sederhana, tetapi langsung kepada intinya.


Xie Jun Hao menganggukkan kepalanya dan tidak mengatakan apapun.


"Jadi kau sudah tahu bahwa aku akan meninggal. Apakah kau terkejut?" tanya Lin Lin dengan suara yang agak pelan karena tahu bahwa ini adalah hal yang sangat sensitif bagi pria itu.


Xie Jun Hao menganggukkan kepalanya lagi. Lin Lin yang melihat anggukan kepala itu menghela nafas nya dengan pelan, tentu saja, wajar bagi Xie Jun Hao akan merasa terkejut.


"Tetapi aku terkejut bukan karena mendengar kau akan segera meninggal. Melainkan aku terkejut karena ayah juga tahu bahwa kau akan segera meninggal," ucap Xie Jun Hao tiba-tiba saja setelah Lin Lin menghela nafas nya.

__ADS_1


Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan tatapan mata yang terkejut, apa maksud dari pria itu?


...****************...


__ADS_2