Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
18. Di taman


__ADS_3

Lin Lin sebenarnya terlalu malas untuk menggunakan riasan wajah, alasannya adalah karena itu malah membuat dirinya terlihat tidak alami.


Lin Lin berpikir bahwa menggunakan riasan wajah itu sama dengan memakai topeng dan tidak menghargai wajah asli nya sendiri. Makanya Lin Lin jarang menggunakan riasan wajah.


Tetapi untuk kali ini, Lin Lin terpaksa melanggar prinsip yang telah dia buat sendiri hanya karena dirinya terlihat pucat jika tidak menggunakan riasan wajah. Jadi Lin Lin terlihat murung dan tidak senang.


"Baiklah, kita sudah selesai. Ayo temui orang tua mu, mereka ada di taman utama istana kekaisaran," ucap Xie Jun Hao sambil menggenggam tangan Lin Lin.


Lin Lin menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum semanis mungkin untuk ditunjuk kepada keluarga nya nanti.


Xie Jun Hao terkekeh pelan kemudian mengajak Lin Lin pergi dari kamar itu dan segera berjalan menuju taman utama.


Syukurlah bahwa letak taman utama tidak terlalu jauh dari kamar Lin Lin Dan Xie Jun Hao. Jadi mereka berdua tidak perlu menggunakan ilmu peringan diri untuk dapat mencapai tempat tersebut.


Tetapi meskipun tidak terlalu jauh, mereka masihlah berada di istana kekaisaran yang luasnya bahkan hampir mencapai luas sebuah desa kecil.


Mereka tetap butuh waktu untuk berjalan menuju taman utama itu. Tetapi keduanya sama sekali tidak keberatan dengan berjalan kaki ke taman itu.


Setidaknya mereka bisa menghabiskan waktu bersama dengan sedikit bercandaan. Xie Jun Hao tertawa ketika Lin Lin membuat sebuah candaan.


Dalam hati keduanya, mereka berdua sama-sama berharap bahwa jarak menuju taman utama masih sangat jauh sehingga mereka berdua bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk bercanda tawa.


Lin Lin menatap Xie Jun Hao yang memandang lurus ke depan. Entalah mengapa Lin Lin saat ini hanya ingin melihat wajah Xie Jun Hao dengan lamat-lamat.


Xie Jun Hao tentu saja menyadari bahwa Lin Lin saat ini sedang menatap dirinya, hanya saja Xie Jun Hao saat ini bersikap seolah-olah dia tidak tahu kalau Lin Lin sedang menatap dirinya.


Xie Jun Hao terkekeh pelan disaat Lin Lin malah tanpa sengaja tersandung oleh gaun nya sendiri. Untung saja Xie Jun Hao cepat tanggap sehingga sebelum Lin Lin terjatuh, Xie Jun Hao telah menangkap tubuh wanita itu terlebih dahulu.

__ADS_1


"Lin Lin, kalau kau sedang berjalan kau harus melihat ke depan. Bukannya malah melihat diriku," ucap Xie Jun Hao sambil menahan tawa nya.


Lin Lin yang mendengar hal itu menjadi menundukkan kepalanya dengan malu. Yang dikatakan Xie Jun Hao tentu saja membuat dirinya merasa sangat malu.


Ternyata dirinya telah ketahuan oleh Xie Jun Hao mengamati pria itu terus-menerus. Lin Lin pun akhirnya menundukkan kepalanya dan sama sekali tidak berkata apapun lagi karena rasa malu masih menghampiri dirinya.


"Lin Lin, kita hampir sampai, jangan sampai ayah dan ibumu malah melihat mu malu dan mengira kita sedang melakukan sesuatu dan akan membuat dirimu digoda habis-habisan oleh orang tua mu," ucap Xie Jun Hao sambil menahan tawa nya.


Lin Lin kemudian menghadap ke depan dan melihat memang mereka berdua sudah dekat dengan taman itu. Jadi Lin Lin segera saja mengubah ekspresi wajah nya agar terlihat biasa saja.


Setelah itu kedua nya baru melanjutkan perjalanan mereka hingga mereka tiba di taman istana.


Lin Lin segera saja berlari menuju Liu Mei dan segera memeluk Liu Mei dengan kencang karena merindukan ibu nya tersayang itu.


"Oh, putri ku telah tiba," ucap Liu Mei sambil membalas pelukan dari Lin Lin.


Pastilah Wei Lian Shen merasa kesal karena Lin Lin hanya memeluk Liu Mei saja, dan tidak memeluk dirinya.


Karena itulah Lin Lin terkekeh pelan kemudian segera berpindah menuju ke hadapan ayah nya itu dan memeluk ayah nya pula.


Wei Lian Shen barulah berhenti cemberut setelah Lin Lin memeluk dirinya dan Wei Lian Shen pun segera membalas pelukan dari Lin Lin.


"Baiklah, ayah. Maafkan aku jika aku memeluk ibu dan melihat ibu terlebih dahulu. Lagi pula ayah juga telah dewasa, jangan cemberut hanya karena hal sederhana saja," ucap Lin Lin semakin membuat Wei Lian Shen merasa kesal.


Lin Lin kembali terkekeh kemudian Lin Lin segera saja melepaskan pelukan nya dari ayah nya dan berpindah menuju kakek dan nenek nya yang sedang menggendong masing-masing dari kedua anak nya.


Lin ,menghampiri nenek Meng terlebih dahulu kemudian memeluk nenek Meng dengan penuh rasa rindu. Nenek Meng ingin sekali membalas pelukan dari Lin Lin.

__ADS_1


Sayangnya nenek Meng tidak bisa melakukan hal itu karena ia sedang menggendong seorang bayi di tangan nya. Jadi nenek Meng hanya bisa tersenyum kepada Lin Lin.


"Kau telah tumbuh dengan sangat cantik Lin Lin," ucap nenek Meng.


Lin Lin terkekeh mendengar pujian itu. Tentu saja Lin Lin senang karena dirinya dipuji oleh nenek Meng. Mana mungkin dia tidak senang setelah mendapatkan pujian itu.


Lin Lin kemudian melepaskan pelukan nya dari nenek Meng dan beralih memeluk kakek Liu yang juga menggendong seorang bayi. Lin Lin terkekeh pelan ketika menatap bayi yang digendong kakek Liu adalah Xie Hao Ran, si dingin itu.


Lin Lin memeluk kakek nya sebentar kemudian setelah itu melepaskan pelukan nya dan segera saja duduk di salah satu kursi kosong di sana.


"Lin Lin, apakah dia terkena virus mu?" tanya Xie Shan Nu sambil menunjuk ke arah Xie Hao Ran.


Lin Lin tidak mengerti dengan pertanyaan yang diberikan oleh Xie Shan Nu. Begitu pula dengan Xie Jun Hao yang duduk di samping istri nya.


"Ataukah dia terkena virus anak ku sendiri? Mengapa tingkah laku nya sangat dingin dan cuek? Pergi ke mana sikap manis seorang bayi pada umumnya?" tanya Xie Shan Nu dengan raut wajah yang sedih.


Lin Lin dan Xie Jun Hao kemudian saling bertatapan dan sesaat setelah itu keduanya tertawa lepas. Begitu pula dengan yang lainnya yang ada di sana, mereka semua tertawa dengan bahagia.


Sedangkan Xie Hao Ran yang ditertawakan malah bersikap acuh tak acuh seolah-olah dia sangat tidak peduli dengan apa yang sedang yang lainnya tertawakan.


Bahkan saudara kembar nya, Xie Hao Lan, pun ikut tertawa bersama dengan yang lainnya meskipun bayi kecil itu tidak tahu apa yang sedang ditertawakan.


...****************...


Aku takut kalian bosan, tapi aku kasih pemberitahuan dulu ya, semua cerita aku beralur lambat. Aku suka dengan alur lambat dan nyaman pula dengan alur lambat. Jadi mohon maklum.


Oh iya, besok aku gak up ya, maaf banget. Masalah kesehatan, mau berobat dulu.

__ADS_1


__ADS_2