Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
68. Tempat bereinkarnasi


__ADS_3

Dewa Wen segera saja menghela nafas nya ketika dirinya melihat Lin Lin yang terlihat sangat sedih dan menyesal.


Tentu saja dirinya sebagai dewa sama sekali tidak boleh marah kepada seseorang. Terlebih lagi dirinya adalah seorang dewa kematian di mana tugas nya adalah mengantarkan para arwah untuk bereinkarnasi.


Lin Lin adalah seorang arwah saat ini, tentu saja jika dia berperilaku kasar atau memarahi Lin Lin, maka dia akan dicap tidak melaksanakan tugas nya dengan baik. Jadi dewa Wen memilih untuk bersabar, lagi pula Lin Lin sebentar lagi akan pergi dan tidak akan mengganggu dirinya lagi.


Itu adalah hal yang sangat bagus. Terlebih ketika dewa Wen memikirkan bahwa dia akan beristirahat setelah tugas nya mengantar Lin Lin pergi membuat dewa Wen merasa lebih bahagia dan kemarahan nya kepada Lin Lin tadi telah hilang.


"Hah, lupakan. Kita harus masuk sekarang juga. Jika tidak portal yang membawa mu untuk reinkarnasi akan ditutup dan kau tidak akan pernah bisa menjalankan tugas mu," ucap dewa Wen membuat Lin Lin segera saja masuk ke dalam rumah tersebut.


Dewa Wen dengan cepat berjalan masuk ke dalam rumah tersebut tanpa memperdulikan Lin Lin yang masih saja bengong. Ketika Lin Lin selesai melamun, Lin Lin segera saja berlari mengejar dewa Wen yang telah dengan cepat masuk ke dalam ruangan tersebut.


Begitu Lin Lin masuk ke dalam rumah tersebut, mata Lin Lin terbuka dengan lebar ketika dirinya melihat ternyata isi dalam rumah tersebut sangat indah, bahkan tampak sama indahnya dengan istana pimpinan tertinggi itu.


"Makanya jangan menilai sesuatu dari luarnya. Meskipun bagian luar dari rumah ini terlihat kumuh, sebenarnya bagian dalam ini selalu di rawat dengan baik. Alasan mengapa aku membuat rumah tersebut terlihat kumuh adalah untuk membuat dewa-dewi lain tidak merasa tertarik untuk masuk ke dalam ruangan ini," jelas dewa Wen dengan raut wajah kesal ketika mengingat bahwa Lin Lin berpikiran jelek tentang dirinya.


Lin Lin semakin merasa bersalah setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dewa Wen. Jadi dewa Wen masih saja kesal dnegan hal itu. Makanya dewa Wen menatap Lin Lin dengan tatapan kesal saat ini.


Lin Lin segera saja meminta maaf kembali agar membuat dewa Wen menjadi tidak kesal lagi pada dirinya. Jika dewa Wen merasa kesal dengan dirinya maka itu akan menjadi hal yang sangat buruk. Bisa-bisa nanti dia malah akan bereinkarnasi sebagai hewan, bukan manusia.

__ADS_1


Memikirkan itu saja sudah membuat Lin Lin merasa sangat takut.


"Maafkan aku, aku tidak tahu bahwa ini adalah alasan nya. Aku tahu aku salah. Tetapi aku juga tidak tahu harus bagaimana, kata pimpinan tertinggi, semakin lama aku di sini, maka semakin aku berpikiran seperti anak-anak lagi. Makanya aku terus berpikiran buruk dan tidak bisa tenang," ucap Lin Lin malah terlihat sangat sedih saat ini.


Tampaknya dewa Wen melupakan hal itu sehingga membuat Lin Lin merasa sangat sedih. Dewa Wen menjadi merasa bersalah, tetapi tentu saja karena rasa gengsi nya, dewa Wen tidak meminta maaf.


"Baiklah, tidak perlu menunda waktu lagi. Saatnya kau pergi bereinkarnasi karena portal nya akan segera ditutup. Berdirilah di tengah lingkaran itu," ucap dewa Wen kepada Lin Lin sambil menunjuk sebuah lingkaran bercahaya di tengah ruangan tersebut.


Lin Lin tentu saja langsung mengikuti instruksi dari dewa Wen dan dengan cepat Lin Lin berjalan ke sana.


"Lalu? Apa yang harus ku lakukan?" tanya Lin Lin setelah dirinya berdiri di atas lingkaran bercahaya itu.


"Hah, aku tetap saja tidak tega meninggalkan dunia ini. Tetapi aku harus pergi sekarang. Setidaknya aku bisa merasakan hidup di dunia asing selama beberapa tahun. Itu sudah lebih dari cukup. Kau bisa mengantarkan ku sekarang dewa Wen," ucap Lin Lin dengan senyuman di wajah nya sebelum akhirnya Lin Lin memejamkan mata nya.


Dewa Wen itu menatap Lin Lin selama beberapa detik kemudian menghela nafas nya. Bagaimana pun juga dirinya sudah lama bekerja sebagai dewa yang mengantarkan para jiwa untuk pergi tetapi entah mengapa kali ini Lin Lin adalah jiwa yang paling berbeda.


"Pimpinan tertinggi baru saja mengatakan sesuatu pada ku melakui telepati. Katanya jika terjadi sebuah masalah atau ada sebuah tindakan yang seharusnya tidak kau lakukan, maka salah satu dari kami akan segera mengirimkan sinyal pada mu. Hal itu akan terus terjadi selama kau belum menyelesaikan tugas mu. Jadi lakukan tugas mu secepat mungkin supaya kau bisa cepat hidup dengan bebas," ucap dewa Wen lagi dengan tatapan wajah yang tetap tidak berubah.


Lin Lin menganggukkan kepala nya meskipun dirinya saat ini sedang memejamkan matanya. Itu adalah hal yang tidak baik sejujurnya karena dirinya tidak bisa bebas di dunia modern. Tetapi dengan imbalan bahwa dia bisa hidup kembali, maka Lin Lin tetap bersedia menjalani syarat tersebut.

__ADS_1


"Baiklah, mungkin rasanya akan sedikit sakit atau mungkin bisa juga kau akan mengalami mual. Tetapi itu hanya sebentar saja sebelum akhirnya kau masuk ke dalam tubuh baru mu. Waktunya berangkat," ucap dewa Wen setelah mengatakan hal itu tiba-tiba saja menjentikkan jari nya.


Lin Lin langsung saja merasakan bahwa tubuh nya mendadak berputar-putar dengan sangat cepat dan tubuh nya terasa seperti diremuk sampai ke tulang.


Tentu saja rasa nya pusing dan mual. Tetapi mengapa dewa Wen mengatakan kata "atau"? Mengapa bukan kata "dan"? Jika menggunakan kata "dan" Lin Lin bisa bersiap-siap untuk mengahadapi rasa sakit dan mual itu.


Tetapi Lin Lin tentu saja tidak bisa mengeluh kepada dewa Wen karena proses pemindahan jiwa itu sedang berlangsung.


Di sisi lain, dewa Wen yang melihat bahwa Lin Lin ternyata mengalami mual dan sakit menjadi agak kasihan dengan Lin Lin.


"Aku lupa bahwa kekuatan yang dia miliki di atas rata-rata sehingga membuat penderitaan yang dia rasakan semakin besar. Maafkan aku soal itu nona Lin," ucap dewa Wen dengan raut wajah yang tidak pernah berubah.


Andai saja jika Lin Lin mendengar apa yang dikatakan oleh dewa Wen saat ini pasti Lin Lin sudah akan menyerang dewa Wen setidaknya sekali saja untuk melampiaskan rasa kesal yang ada di dalam dirinya.


Tentu saja hal itu tidak bisa Lin Lin lakukan karena Lin Lin telah terlebih dahulu dikirim ke dunia modern nya kembali.


...****************...


Maaf banget aku lama up, aku sibuk PTS soalnya

__ADS_1


__ADS_2