
Lin Lin segera saja berjalan ke kamar nya dan dengan cepat menutup pintu kamar nya setelah berada di dalam kamar.
Setelah memastikan bahwa tidak ada orang lagi yang akan mengunjungi kamar nya, Lin Lin segera saja memejamkan mata nya dan berdiri mematung.
Lalu secara seketika, Lin Lin menghilang dari dalam kamar itu. Tentu saja Lin Lin saat ini berada di dalam ruang dimensi.
Itulah alasan mengapa Lin Lin mengalah pada Xie Jun Hao. Lin Lin ingin berbicara dengan hewan kontrak nya.
Ada yang namanya hukum sebuah perjanjian kontrak antara hewan spirit dan manusia. Jika tuan dari hewan itu meninggal, maka hewan itu juga harus mengikuti langkah tuan nya yaitu meninggal.
Tetapi berbeda jika tuan nya memutuskan kontrak dengan hewan kontrak nya. Hewan kontrak itu akan tetap hidup seperti biasanya dan bebas tanpa seorang tuan.
Itulah tujuan Lin Lin saat ini, dia ingin memutuskan kontrak antara semua hewan kontrak nya. Termasuk dengan Min Xiang, walaupun sebenarnya Lin Lin tidak tahu apakah itu bisa dilakukan atau tidak.
"Tuan, kau sudah datang," ucap Min Xiang menyambut Lin Lin dengan nada yang sedih.
Lin Lin tersenyum pelan, Lin Lin menyadari bahwa suasana di ruang dimensi kali ini tidak seperti biasanya yang sangat ceria dan ramai. Saat ini suasana di ruang dimensi begitu suram. Tentu saja Lin Lin tahu apa alasannya tanpa perlu bertanya.
"Min Xiang, tolong kumpulkan semua penghuni ruang dimensi ini sekarang juga," ucap Lin Lin dengan senyuman manis di wajah nya.
__ADS_1
Tentu saja Min Xiang menuruti perkataan Lin Lin dan memanggil semua hewan yang ada di dalam ruang dimensi itu.
Setelah semua penghuni ruang dimensi Lin Lin berkumpul, Lin Lin tersenyum pada mereka semua.
"Kalian semua pasti sudah tahu bukan apa tujuan ku memanggil kalian semua?" ucap Lin Lin dengan senyuman di wajah nya.
Semua hewan yang ada di sana terdiam, begitu pula dengan Min Xiang. Tentu saja semuanya tahu, tetapi mereka semua tidak mau mengakui hal itu.
"Jangan sedih. Setiap pertemuan pasti ada yang namanya perpisahan. Dan lagi, Hei Wu, ada apa dengan wajah sedih mu itu? Bukankah kau harusnya senang bisa terlepas dari tuan yang suka memerintahkan dirimu dan membuat dirimu tidak memiliki banyak waktu tidur, seperti aku? Itu pasti adalah kabar yang membahagiakan bagi dirimu," ucap Lin Lin dengan senyuman manis di wajah nya.
Hei Wu yang tiba-tiba saja namanya disebut oleh Lin Lin dan dikatakan seperti itu langsung saja beraut wajah sedih dan marah sekaligus merasa sedikit kesal karena dianggap seperti itu.
Lin Lin menatap Hei Wu dengan tatapan mata yang dalam kemudian tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja aku tidak pernah memandang mu begitu, Hei Wu. Hanya saja aku tahu bahwa tidur adalah satu-satunya caramu untuk berkultivasi. Tapi aku malah mengganggu mu dan menyuruh ku untuk melakukan tugas pekerjaan rumah yang membuat waktu tidur mu berkurang," ucap Lin Lin dengan raut wajah yang sangat tenang.
Lin Lin sama sekali tidak marah dengan nada bicara Hei Wu tadi. Lin Lin malahan menjadi tambah merasa bersalah karena selama ini telah memerintahkan para hewan kontrak nya untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya mereka lakukan.
"Tuan, bisakah aku berbicara sedikit lancang kali ini?" tanya Hei Wu meminta izin terlebih dahulu kepada Lin Lin agar dia tidak disalah sangka karena berbicara lancang kepada tuan nya sendiri.
__ADS_1
Lin Lin menganggukkan kepalanya dan menambahkan beberapa kata yang dia ucapkan kepada Hei Wu, "Tentu saja kau bisa mengucapkan apapun yang kalian mau saat ini. Aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Dan untuk yang lain juga, jika ada beberapa keluhan yang selama ini kalian tahan dari diriku, kalian bisa mengatakan semuanya harian ini. Aku berjanji aku sama sekali tidak akan tersinggung dengan ucapan kalian."
Hei Wu menghela nafas nya kemudian menatap semua makhluk yang ada di sekeliling nya termasuk menatap Lin Lin, dengan tatapan mata yang jujur saja Lin Lin tidak bisa menebak apa arti dari tatapan mata yang dilakukan oleh Hei Wu saat menatap dirinya.
Lin Lin memutuskan untuk mendengar dengan saksama apa yang akan diucapkan oleh Hei Wu setelah ini.
"Tuan, meskipun kau memang selalu mengganggu waktu kultivasi ku, kau selalu bertingkah menyuruh kami untuk melakukan banyak hal, kau juga selalu menyuruh kami untuk melakukan apa yang kau mau, kau selalu berkeras kepala, dan banyak hal lain yang sebenarnya sangat mengesalkan dari sikap mu, Tuan. Tetapi ada satu hal yang berbeda dari mu dengan tuan ku yang lama, tuan ku sebelum dirimu," ucap Hei Wu dengan sengaja menghentikan dirinya untuk berbicara sejenak kemudian menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang dalam.
Lin Lin menunggu apa yang akan dikatakan oleh Hei Wu selanjutnya dan sama sekali tidak bertanya apa yang berbeda dari dirinya dan tuan Hei Wu sebelumnya.
Lin Lin ingin saja segera mengetahui apa perbedaan dari dirinya dan tuan Hei Wu sebelum dirinya. Hanya saja jika Lin Lin langsung saja bertanya seperti itu tanpa menunggu Hei Wu untuk melanjutkan perkataan nya, maka itu akan merusak suasana yang telah dibuat oleh Hei Wu. Makanya Lin Lin dengan sabar menunggu apa yang akan dikatakan oleh Hei Wu selanjutnya.
Ngomong-ngomong soal Hei Wu yang menjelekkan Lin Lin di awal kalimat itu. Lin Lin menghela nafas nya, jujur saja Lin Lin marah dan kesal ketika dirinya dikatakan seperti itu.
Tetapi Lin Lin tahu bahwa yang diucapkan oleh Hei Wu, semuanya adalah sikap dirinya sendiri atas semua yang pernah dia lakukan kepada seluruh hewan kontrak yang dia miliki.
"Tuan adalah seorang wanita yang suka bekerja keras dan tuan tidak mau bergantung pada orang lain. Dan juga, tuan adalah seseorang yang lebih suka mengerjakan sesuatu dengan bekerja sama dengan sebuah tim daripada bekerja sendirian jika dibutuhkan. Tuan juga selalu mengucapkan terima kasih kepada kami, padahal kami sama sekali tidak membantu banyak dalam hidup tuan. Itu adalah satu-satunya hal yang membuat ku merasa bersalah kepada tuan. Dalam pertarungan yang asli, kami hanya sedikit berperan saja dibandingkan dengan tuan yang selama ini mati-matian berjuang di dalam medah perang. Aku menjadi merasa sangat bersalah," ucap Hei Wu kembali mengucapkan kata-kata yang membuat Lin Lin merasa terharu.
...****************...
__ADS_1