
Lin Lin hanya terdiam dan melamun sambil berjalan tanpa menyadari semakin lama dia berjalan, Lin Lin semakin banyak menemukam para dewa yang berada di sekitar tempat nya berjalan.
Hanya saja yang membuat Lin Lin tidak suka adalah, dirinya malah ditatap tajam dengan para dewa disaat dia sedang lewat di hadapan dewa itu.
Bahkan yang lebih parahnya adalah, ada seorang dewa yang mendadak saja membuat sebuah penghalang di hadapan nya sehingga membuat Lin Lin tidak bisa berjalan maju ke depan dan dirinya malah menabrak penghalang itu.
Tentu saja Lin Lin sangat kesal dengan itu, mustahil jika Lin Lin tidak kesal dengan perlakuan semena-mena dari para dewa itu.
Sedangkan dewa Wen yang membawa dirinya hanya menghela nafas nya saja ketika dia melihat tingkah dari para dewa itu.
"Kau bisa menggunakan pelindung untuk melapisi tubuh mu, aku akan menghancurkan penghalang ini setelah kau melapisi tubuh mu dengan pelindung," ucap dewa Wen dengan nada yang datar seperti biasa.
Lin Lin terkejut dengan ucapan dari dewa Wen, "Jadi maksudmu aku masih bisa menggunakan kekuatan ku?" tanya Lin Lin dengan bersemangat.
Lin Lin sangat bersyukur karena di dunia atas ini ternyata energi spiritual nya sangat banyak dan berlimpah, bahkan berkali-kali lipat lebih banyak daripada di ruang dimensi, ini sangat menguntungkan Lin Lin yang kebetulan sedang kehabisan energi spiritual.
Jadi selama Lin Lin mendarat di dunia atas, Lin Lin dengan cepat menarik beberapa energi spiritual untuk bisa masuk ke dalam tubuh nya, dan alhasil sekarang tubuh nya sudah menjadi lebih kuat dua kali lipat dari biasanya.
Dewa Wen menganggukkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan dari Lin Lin, "Ya, kau memang bisa menggunakan energi spiritual mu. Sayangnya jika kau ingin menghancurkan penghalang yang dibuat oleh seorang dewa sendirian aku takutnya kau tidak akan bisa melakukan hal itu. Apalagi dewa yang memberikan mu penghalang adalah dewa bela diri. Dia adalah kelompok dewa yang memang dikhususkan untuk menjaga perdamaian dunia atas ini kalau-kalau ada yang menyerang atau memberontak dari dunia dewa ini."
__ADS_1
Lin Lin terkekeh kecil, dia malah menjadi lebih bersemangat setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dewa Wen, tentu saja Lin Lin bahagia dengan itu. Berarti jika dia bisa menghancurkan penghalang ini, maka dia bisa dikatakan lebih kuat atau paling tidak setara dengan dewa yang melemparkan penghalang kepada dirinya.
Itu adalah hal yang bagus, Lin Lin bisa membuat wajah dewa yang melemparkan penghalang ini kepada dirinya. Dan Lin Lin juga bisa membuat malu wajah dewa itu. Itu adalah hal yang sangat bagus, bahkan Lin Lin sampai terkekeh dalam hati.
Dewa Wen yang mendengar suara itu hanya bisa menghela nafas nya, mengapa dia bisa bertemu dengan seorang manusia dengan sifat yang aneh bahkan sampai berani melawan para dewa.
"Kalau begitu, aku tidak akan memaksa dirimu. Kau bisa menghancurkan penghalang itu sendirian, tetapi jangan terlalu lama. Tuan tertinggi mungkin sudah menunggu," ucap dewa Wen menyerah untuk berdiskusi dengan Lin Lin.
Sedangkan dewa bela diri yang melemparkan penghalang itu kepada Lin Lin hanya terdiam saja kemudian menatap Lin Lin dengan pandangan cemooh.
"Padahal kau sudah bagus dibantu oleh dewa Wen untuk dapat menghancurkan penghalang itu, tetapi kau ternyata begitu sombong ingin menghancurkan penghalang itu sendirian," ucap dewa itu berjalan mendekati Lin Lin dengan tatapan sinis.
Dewa Lian, yang melemparkan penghalang kepada Lin Lin, hanya terkekeh geli setelah mendengar ucapan dari dewa Wen.
"Lucu sekali, aku hanya ingin melihat apakah kekuatan mu sudah bertambah atau belum, tetapi nyatanya manusia kecil itu yang terlalu sombong sampai-sampai ingin menghancurkan penghalang itu sendiri. Itu bukan salah ku bukan? Salahkan saja kesombongan manusia itu," ucap dewa Lian dengan raut wajah yang tenang.
Lin Lin tentu saja mendengar apa yang dikatakan oleh dewa Lian itu, Lin Lin saat ini sangat ingin menghajar wajah dewa Lian hingga babak belur. Sayangnya dia tidak boleh melakukan hal itu karena akan melanggar hukum.
Jadi Lin Lin memilih untuk melampiaskan rasa kesal nya kepada penghalang itu saja. Lin Lin mulai mengarahkan tinju nya yang sudah dilapisi dengan energi spiritual yang sangat banyak kemudian mengarahkan tinju itu ke arah penghalang yang dibuat oleh dewa Lian.
__ADS_1
Tentu saja dengan gaya tinju seperti itu langsung saja Lin Lin diremehkan oleh dewa Lian yang saat ini menatap Lin Lin dengan pandangan mencemooh.
"Bisakah kau sebut gaya tinju mu saat ini sebagai sebuah serangan? Mengapa manusia satu ini begitu lucu? Kau begitu percaya diri dan sombong bahwa kau akan bisa menghancurkan penghalang yang aku buat," ucap dewa Lian menghina Lin Lin bahkan sebelum Lin Lin sempat untuk melayangkan tinju nya.
Tentu saja Lin Lin merasa kesal setelah mendengar ucapan dari dewa Lian. Karena itu, Lin Lin menambah kapasitas energi spiritual yang ada di kepalan tinju nya dan langsung saja mengarahkan tinju nya ke arah penghalang yang dibuat oleh dewa Lian.
Tentu saja secara seketika saja penghalang itu hancur berkeping-keping dan membuat suara yang sangat keras sehingga terdengar hingga ke tempat yang cukup jauh.
Melihat penghalang yang dibuat oleh nya hancur, dewa Lian menjadi sangat terkejut dan dia merasa sangat tidak percaya dengan apa yang saat ini dia liat.
Jujur saja, bahkan dewa Lian tidak mengerti lagi apa yang sebenarnya terjadi pada saat ini. Dia sama sekali tidak pernah mengira bahwa dewa Wen membawa manusia yang sangat kuat.
"Hanya segitu saja kekuatan mu? Dan dengan kekuatan mu yang hanya segitu saja kau sudah berani untuk menghina ku? Lucu rasanya kau berkata seperti itu kepada diriku," ucap Lin Lin dengan raut wajah yang polos, tetapi sejujurnya dalam hati nya, Lin Lin merasa sangat kesal kepada dewa Lian itu.
"Kau! Bukankah kau hanya sombong karena aku tidak menggunakan seluruh kekuatan ku pada penghalang itu saja? Jika aku menggunakan seluruh kekuatan ku pada penghalang itu mungkin yang ada saat ini adalah tangan mu sudah patah terlebih dahulu sebelum kau menimbulkan sedikit retakan kecil pada penghalang yang aku buat," ucap dewa Lian mulai merasa malu sekaligus kesal dengan Lin Lin yang bersikap sombong di hadapan dirinya.
...****************...
Hai sebelumnya, maaf lagi, aku belum bisa update lagi karena aku lagi gak enak badan:(
__ADS_1