Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
36. pulang


__ADS_3

Lin Lin terkekeh pelan, jujur saja Lin Lin lupa bahwa dia tidak memiliki stok tinta di dalam ruang dimensi nya. Jadi Lin Lin terpaksa mengeluarkan pena yang ada di ruang dimensi nya.


"Ini namanya pena, alat tulis dari zaman ku. Aku ingin menggunakan kuas seperti biasa, tapi sayangnya aku kehabisan tinta. Apakah kau mempunyai stok tinta di ruang dimensi mu, Jun Hao? Akan lebih baik jika aku menggunakan kuas seperti biasa, mereka yang tidak tahu aku berasal dari masa depan mungkin saja akan merasa sangat terkejut," ucap Lin Lin dengan kekehan pelan.


Xie Jun Hao menganggukkan kepalanya kemudian memejamkan matanya dan dalam beberapa saat, sebuah tempat tinta dengan tinta yang tebal di sana muncul di tangan Xie Jun Hao.


"Kau bisa menggunakan ini agar mereka tidak curiga dengan alat tulis mu yang sangat kecil itu," ucap Xie Jun Hao.


Tentu saja setelah mendengar candaan seperti itu dari Xie Jun Hao, Lin Dan terkekeh dengan pelan.


Lin Lin menganggukkan kepalanya kemudian menatap ke arah tinta itu dan mengeluarkan sebuah kuas dari ruang dimensi nya.


Lin Lin mulai menulis surat satu per satu untuk keluarga nya. Surat pertama kali yang dia tulis adalah untuk ayah dan ibu nya. Lin Lin sengaja menulis surat untuk kedua orang tua nya dalam satu surat saja agar dapat menghemat waktu.


Lalu untuk surat kedua, Lin Lin menulisnya untuk putri nya sendiri. Lin Lin tahu ketika putri nya yang baru saja berumur lima tahun kurang itu mendapatkan kabar bahwa dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan ibu nya lagi, Xie Yu Ra pasti akan merasa sangat terkejut sekaligus terpukul.


Makanya Lin Lin sengaja membuat dua buah surat untuk Xie Yu Ra. Yang satu Lin Lin tujukan untuk Xie Yu Ra dan akan diberikan disaat Lin Lin baru saja meninggal. Dan yang satunya lagi Lin Lin menitipkannya kepada Xie Jun Hao.


Sebenarnya surat kedua adalah untuk jaga-jaga apabila Xie Yu Ra malah berbuat hal yang aneh atau sifat nya berubah menjadi tak dikenal di masa depan nanti.

__ADS_1


Lalu surat ketiga Lin Lin berikan kepada kakaknya Liu Jin bersama dengan istri nya, Zhao Yun. Begitulah Lin Lin menghabiskan malam di atas gunung dengan menuliskan surat untuk semua kerabat dekatnya, termasuk Jendral Su sekalipun.


Tentu saja, Lin Lin menitipkan surat itu kepada Xie Jun Hao agar pria itu dapat membantu Lin Lin memberikan surat yang dia tulis kepada semua orang kerabat nya sesuai dengan nama tujuan surat yang sudah Lin Lin tulis.


Hanya saja, tanpa Xie Jun Hao ketahui, Lin Lin juga menulis surat untuk Xie Jun Hao. Tetapi tentu saja Lin Lin tidak sebodoh itu sampai akan memberikan surat itu kepada Xie Jun Hao secara langsung.


Lin Lin memilih untuk menyimpan surat itu dan menitipkan nya kepada hewan kontrak nya.


Oh, masalah hewan kontrak, Lin Lin melupakan mereka. Mungkin setelah pulang kembali ke istana, Lin Lin akan segera menyelesaikan masalah hewan kontrak itu.


Setelah menulis semua surat untuk seluruh kerabat dekat nya, Lin Lin menatap ke arah langit dan melihat bahwa hari sudah semakin gelap. Jadi Lin Lin menolehkan kepala nya ke arah Xie Jun Hao.


"Jun Hao, apakah kita akan pulang sekarang? Sekarang sudah cukup malam. Jika kita tidak kembali sekarang juga, maka orang-orang di istana akan mencari kita berdua dan mereka akan menyadari bahwa kita berdua telah menyelinap ke luar istana," ucap Lin Lin dengan tatapan mata yang terfokus kepada Xie Jun Hao.


"Baiklah, ayo pulang sekarang," ucap Xie Jun Hao setuju dengan usulan dari Lin Lin.


Dengan persetujuan dari Xie Jun Hao, kedua orang itu langsung saja berdiri dari duduk mereka dan segera melesat pergi dari sana untuk dapat segera kembali ke istana.


Setelah sampai di istana, tentu saja mereka berdua masuk ke dalam istana dengan cara yang sama dengan di saat mereka keluar dari istana, Lin Lin segera saja berjalan ke arah kamar mereka.

__ADS_1


Tetapi yang aneh adalah, Xie Jun Hao tidak mengikuti Lin Lin berjalan ke kamar, malahan Xie Jun Hao mengarah ke arah yang sebaliknya.


Lin Lin menjadi bingung lagi ketika melihat hal itu. Mengapa Xie Jun Hao malah berjalan ke arah yang berlawanan dengan dirinya? Bukankah kamar tidur mereka berdua ada di sisi kiri? Kenapa Xie Jun Hao malah berjalan ke sisi kanan? Hal itu membuat Lin Lin membuka suara nya untuk bertanya kepada Xie Jun Hao yang terlihat sangat aneh.


"Jun Hao, mengapa kau malah berjalan ke arah sana? Apakah kau lupa? Ataukah kepala mu terbentur sesuatu? Itu bukan arah kamar kita. Kamar kita ada di sisi kiri tempat ini," ucap Lin Lin dengan senyuman di wajah nya.


Xie Jun Hao membalas senyuman Lin Lin kemudian menggelengkan kepalanya, "Bagaimana mungkin aku membenturkan kepala ku Lin Lin? Kita tadi sudah menghabiskan waktu bersama, jadi jika kau tidak melihat kepala ku terbentur tadi, maka aku baik-baik saja. Dan lagi, sejak awal tujuan ku bukan kembali ke kamar, kau bisa kembali duluan jika memang ingin ke kamar. Aku akan menyusul ku segera."


Lin Lin menatap Xie Jun Hao dengan tatapan curiga kemudian memilih untuk menghela nafas nya dan mengalah kepada Xie Jun Hao. Sepertinya Xie Jun Hao memang memiliki urusan yang penting dan harus ia tinggalkan tadi karena harus menemani Lin Lin.


"Kau akan pergi ke mana memangnya?" tanya Lin Lin lagi dengan tatapan mata yang menyelidik.


Xie Jun Hao terkekeh pelan ketika melihat tatapan mata dari Lin Lin. Lin Lin terlihat seperti seorang petugas penjara yang sedang menginterogasi seorang pidana.


"Aku hanya akan ke aula utama untuk mengerjakan beberapa file Lin Lin. Jangan khawatir, aku akan segera kembali. Kau bisa beristirahat terlebih dahulu," ucap Xie Jun Hao membujuk Lin Lin dengan lembut.


Lin Lin akhirnya mengalah dan segera saja berjalan menuju kamar nya. Sejujurnya Lin Lin bukan mengalah kepada Xie Jun Hao. Masih ingat bahwa Lin Lin adalah orang yang keras kepala?


Lin Lin adalah sosok yang tidak suka mengalah ataupun kalah jika bukan karena keadaan terpaksa. Tetapi mengapa anehnya Lin Lin malah mengalah pada Xie Jun Hao kali ini? Tentu saja ada sebuah alasan yang membuat Lin Lin mengalah pada Xie Jun Hao.

__ADS_1


...****************...


Besok gak up dulu ya, maaf banget, akhir-akhir ini aku lumayan sibuk. Makasih


__ADS_2