Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
21. Berbohong karena terpaksa


__ADS_3

Lin Lin menatap ke arah ibu nya, memang benar apa yang dikatakan oleh Liu Mei. Lin Lin hanya khawatir jika Xie Yu Ra akan terluka jika dia terlalu sering aktif di sana-sini. Makanya Lin Lin sering kali melarang Xie Yu Ra untuk melakukan hal-hal tertentu.


Lin Lin menghela nafas nya lagi ketika menatap ke arah Xie Yu Ra yang bersemangat ketika mencuci sayuran yang diberikan oleh Liu Mei.


Liu Mei dan nenek Meng tertawa ketika melihat Xie Yu Ra tidak sengaja terciprat air yang digunakan untuk mencuci sayuran itu.


Lin Lin juga ikut tertawa. Xie Yu Ra tidak pernah memasak sebelumnya, jadi sudah jelas ketika mencuci sayuran saja dia tidak akan bisa melakukan nya dengan baik.


Karena itu, Lin Lin memilih untuk melangkah ke samping Xie Yu Ra kemudian duduk di samping gadis kecil itu dan mulai membantu nya untuk mencuci sayuran.


"Lihat ibu baik-baik. Begini cara mencuci sayuran yang benar. Lain kali kau harus berhati-hati dalam mencuci sayuran. Tidak usah digosok terlalu kuat seperti mencuci baju. Yang ada nanti sayuran nya malah rusak. Kau paham?" tanya Lin Lin setelah memberikan petunjuk cara mencuci sayuran yang benar.


Xie Yu Ra dengan cepat menganggukkan kepalanya. Xie Yu Ra merasa senang ketika ibu nya sendiri yang datang untuk mengajarkan dirinya untuk memasak, itu adalah hal yang menyenangkan.


"Jika sudah selesai kau bisa meletakkan keranjang itu di meja untuk dipisahkan batang dan daun nya. Kau ingin melakukan nya atau biar ibu saja?" tanya Lin Lin lagi.


Xie Yu Ra dengan cepat menunjuk dirinya sendiri kemudian berkata, "Aku, biar aku saja. Ibu bisa memasak yang lainnya, aku bisa melakukan nya."


Lin Lin terkekeh pelan kemudian menganggukkan kepalanya, "Baiklah, cepat selesaikan itu kemudian ibu akan mengajarkan mu cara untuk memetik daun sayuran itu."


Xie Yu Ra menganggukkan kepalanya dengan semangat kemudian dengan cepat mencuci sayuran seperti petunjuk dari Lin Lin.


Sedangkan Lin Lin sudah mulai berjalan menjauhi tempat Xie Yu Ra mencuci sayuran dan kembali ke tempat nya semula.


Lin Lin kembali melalukan tugas nya. Liu Mei dan nenek Meng tersenyum ketika melihat hal itu.

__ADS_1


"Oh ya Lin Lin, mengapa kita tidak sekalian mengundang yang lainnya?" tanya Liu Mei.


Lin Lin menoleh ke arah ibu nya ketika mendengarkan pertanyaan seperti itu, "Aku sudah melakukan nya ibu. Ibu tenang saja. Aku sudah meminta Xie Jun Hao untuk memberikan pesan untuk mengundang semua orang."


Liu Mei dan nenek Meng agak terkejut ketika mendengar hal itu. Tentu saja itu mengejutkan karena Lin Lin mendadak mengundang orang banyak.


"Termasuk Xue Lin dan putra mahkota Mo?" tanya Liu Mei juga.


Lin Lin menganggukkan kepalanya. Lin Lin juga sudah meminta Xie Jun Hao untuk mengundang kedua orang yang berada di benua yang berbeda itu.


Liu Mei dan nenek Meng menjadi terkejut setelah melihat anggukan kepala dari Lin Lin. Tentu saja Xie Yu Ra yang sedang mencuci sayuran tidak begitu terkejut karena dia memang sudah tahu bahwa ibunya telah mengundang seluruh kerabat nya untuk datang ke istana hari ini.


Memang terlalu tiba-tiba, tetapi itulah yang Lin Lin inginkan saat ini. Xie Yu Ra sendiri masih tidak bisa memahami mengapa ibu nya langsung mengundang kerabat nya sekaligus. Bukankah akan lebih menyenangkan jika mengundang mereka satu per satu saja?


Lin Lin tersentak pelan ketika mendengar pertanyaan mendadak dari ibu nya itu. Lin Lin tak menyangka bahwa ia akan mendapatkan pertanyaan yang begitu mendadak seperti itu.


Tentu saja sebenarnya Lin Lin tidak ingin berbohong pada ibu ataupun nenek nya. Hanya saja tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan selain berbohong kepada mereka agar mereka tidak merasa sedih bahwa dia akan segera meninggalkan semua orang di dunia ini.


"Apakah mengundang semua orang tiba-tiba itu aneh ibu?" tanya Lin Lin berpura-pura tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Lin Lin.


Liu Mei menganggukkan kepalanya.


Lin Lin menatap ke arah ibu nya kemudian tersenyum sebisa mungkin walaupun itu adalah senyuman yang dia paksakan.


Tentu saja Lin Lin sudah sebaik mungkin tersenyum menyembunyikan bahwa itu adalah senyuman pura-pura yang dia tunjukkan agar ibu, nenek, dan juga putri nya tidak menyadari hal itu.

__ADS_1


Untungnya Liu Mei dan juga nenek Meng tidak menyadari senyuman kaku di wajah Lin Lin. Mungkin karena mereka sedang asik untuk memasak.


"Aku hanya ingin kita semua berkumpul bersama. Itu saja, lagipula sudah sangat lama bukan kita tidak berkumpul bersama? Itulah yang aku inginkan. Sudah berapa lama kita tidak berkumpul bersama dengan semua orang hadir? Aku rasa itu sudah cukup lama," ucap Lin Lin membuat alasan yang cukup bagus.


Walaupun memang begitu tiba-tiba untuk berkumpul begitu saja, Lin Lin memang merasa bahwa alasan untuk berkumpul bersama dan merindukan suasana yang dulu sudah sangat tepat untuk itu.


Buktinya saja nenek Meng dan Liu Mei saat ini telah menganggukkan kepalanya. Mereka berdua setuju dengan ucapan Lin Lin dan dan tidak lagi mempertanyakan apa yang membuat Lin Lin mengundang semua orang walaupun sebenarnya jawaban yang Lin Lin berikan tadi tidak cukup lengkap untuk memuaskan rasa penasaran mereka berdua.


Tetapi lupakan saja tentang itu. Liu Mei dan juga nenek Meng juga tidak merasakan ada yang salah dengan Lin Lin. Jadi itu tidak perlu diperbedatkan.


Singkat cerita, semua orang yang berada di dapur telah menyelesaikan masakan mereka. Tentu saja mereka memasak dalam porsi yang besar karena akan ada banyak tamu yang datang.


Dan Lin Lin sangat yakin bahwa sekarang istana nya itu akan menjadi taman kanak-kanak sekarang juga. Lin Lin bahkan bisa mendengar suara anak-anak dari luar dapur.


Xie Yu Ra yang merasa senang dengan suara anak-anak mendadak segera keluar dari dapur dan pergi untuk bermain dengan anak seusia dirinya.


Lin Lin terkekeh pelan, seperti nya Xie Yu Ra sudah merasakan bosan di dapur sehingga gadis itu langsung saja pergi untuk bermain.


Tentu saja, baik Lin Lin, Liu Mei, maupun nenek Meng sangat memaklumi sikap Xie Yu Ra. Sebagai seorang anak-anak wajar untuk merasa bosan dan penasaran dengan satu hal yang lain.


Jadi mereka bertiga sama sekali tidak mempermasalahkan Xie Yu Ra yang mendadak pergi begitu saja.


...****************...


Maaf, untuk beberapa hari ke depan aku izin dulu ya gak up, ada sedikit masalah pribadi soalnya.

__ADS_1


__ADS_2