
Dewi Zhou menganggukkan kepalanya dengan sebuah senyuman tulus di wajah nya. Tentu saja sebagai seorang dewi Zhou dia tetap harus menerima apapun yang dikatakan oleh manusia, sekalipun manusia itu ingin bertanya pada dirinya.
Tetapi dewi Zhou tidak pernah menjawab pertanyaan yang merupakan rahasia dari dunia atas. Tetapi jika itu adalah pertanyaan umum di dunia atas, maka dewi Zhou mungkin bisa menjawab pertanyaan dari orang-orang.
"Tanyakan saja apa itu, tidak perlu ragu. Setelah kau bertanya aku akan memutuskan apakah pertanyaan itu bisa aku jawab atau tidak. Jangan khawatir, karena diam saja tidak akan membuat rasa penasaran nya mu hilang," ucap Lin Lin dengan senyuman di wajah nya.
Lin Lin menghela nafas nya dengan pelan, benar juga apa yang dikatakan eh dewi Zhou, diam saja tidak akan membuat dirinya merasa lega di sepanjang perjalanan ini.
Baiklah, Lin Lin kali ini memutuskan untuk bertanya secara langsung daripada dirinya diam saja tanpa berkata apapun dan membiarkan rasa penasaran nya malah menjadi meluap-luap.
"Mengapa aku bisa mendapatkan berkat dari para dewa memiliki anak kembar? Maksudku, mengapa aku terpilih sebagai orang tua dari utusan para dewa? Bukan, bukannya aku tidak senang memiliki anak seperti kedua anak kembar ku, hanya saja aku merasa sangat bingung dengan hal itu. Mengapa harus aku? Mengapa harus anak-anak ku yang akan menanggung beban di masa depan? Padahal aku hanya ingin mereka hidup dengan tenang tanpa ada gangguan," ucap Lin Lin dengan emosi nya yang bercampur aduk.
Dewi Zhou menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang dalam kemudian menghela nafas nya dengan lembut. Tentu saja dewi Zhou bisa mengerti apa yang dirasakan oleh Lin Lin.
__ADS_1
Mau bagaimana pun ingatan dewi Zhou terhapus, dewi Zhou tetap merupakan seorang ibu, dia ingat bahwa dia memiliki seorang anak. Hanya saja dewi Zhou tidak tahu siapa anak nya.
"Aku paham dengan kegelisahan mu, sebagai seorang ibu, kegelisahan mu sangat wajar. Jika aku yang berada di posisi mu maka aku pasti akan memikirkan hal yang sama. Tentu saja aku tidak menyangka bahwa kau akan secara mendadak bertanya seperti itu kepada diriku. Tetapi karena kau sudah bertanya seperti itu maka aku akan menjawab nya kepada mu. Sebenarnya pertanyaan ini memiliki banyak sekali jawaban. Mungkin kau siap untum mendengarkan nya?" tanya dewi Zhou dengan senyuman andalan nya yang tidak pernah hilang.
Lin Lin tentu saja langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. Siapapun sebagai seorang ibu pasti akan merasa penasaran sekaligus gelisah ketika mengetahui bahwa di masa depan anak nya akan menghadapi beban yang sangat berat.
"Alasan pertama yang paling sederhana adalah, kau adalah seorang permaisuri, dan secara otomatis anak mu akan menjadi seorang pangeran, itu akan memudahkan dirinya ketika sedang bertindak nanti. Alasan kedua juga jatuh kepada dirimu, kau adalah orang yang menyelamatkan dunia. Alasan ketiga adalah kau adalah orang yang berasal dari dunia lain. Intinya kau adalah seseorang yang sangat istimewa. Jadi para dewa memilih dirimu sebagai orang tua dari utusan yang kami pilih. Sederhana nya adalah seperti itu. Orang tua dari utusan para dewa harus istimewa dan suci," ucap dewi Zhou menjelaskan dengan cepat.
Lin Lin mengernyitkan dahi nya dengan dalam ketika dirinya mendengar jawaban dari dewi Zhou, apa maksud dari jawaban terakhir yang diucapkan oleh dewi Zhou? Suci? Apakah dirinya tidak salah dengar?
"Hanya saja aku merasa bahwa kriteria terakhir yang anda sebutkan tampaknya tidak cocok dan tidak sesuai pada saya. Anda, dan seluruh dewa pasti keliru jika mengatakan bahwa saya adalah orang yang suci. Saya sudah banyak menyakiti orang dengan jurus-jurus saya bahkan saya memeras ayah saya sendiri walaupun hanya sebuah bercandaan saja. Apakah kalian tidak melihat hal itu?" tanya Lin Lin dengan tatapan ragu dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari dewi Zhou.
Dewi Zhou terkekeh pelan kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan. Lin Lin sedikit bingung dengan kekehan yang diberikan oleh dewi Zhou, mengapa dia malah tertawa di saat Lin Lin sama sekali tidak bercanda?
__ADS_1
"Maksudnya suci tentu saja bukan seperti itu. Kami tentu saja mengetahui bahwa kau pernah menyakiti seseorang. Tetapi hal yang kami kategorikan sebagai suci adalah niatnya. Tidak banyak orang di dunia ini yang dapat memenuhi klasifikasi suci. Kalaupun ada, mereka tidak akan memenuhi klasifikasi dan kriteria lain untuk menjadi orang tua dari utusan dewa.
"Dan secara kebetulan kami melihat dirimu, kau memiliki niat yang baik, hanya untuk melindungi orang yang kau sayang. Maka itu sudah lebih daripada cukup untuk menjadikan kau sebagai orang tua dari utusan kami. Apakah kau sudah puas dengan jawaban ini? Ataukah harus ku berikan jawaban yang lebih detail lagi?" tanya dewi Zhou masih dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari wajah nya.
Lin Lin menghela nafas nya, dia sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya akan mendengar jawaban yang seperti itu. Tentu saja Lin Lin senang mendengar jawaban dari dewi Zhou, setidaknya rasa penasaran dalam dirinya telah hilang dan pertanyaan di benak nya telah terjawab.
"Apakah aku boleh bertanya satu pertanyaan lagi? Anggap saja ini adalah pertanyaan terakhir dari diriku," ucap Lin Lin dengan tatapan mata memohon kepada dewi Zhou.
Dewi Zhou menganggukkan kepalanya dengan lembut kemudian menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang tulus, "Tanyakan saja apa yang ada di benak mu. Seberapa banyak pun itu akan tetap aku jawab, anggap saja sebagai permintaan maaf dari kami karena telah mengambil nyawa mu dengan cepat," ucap dewi Zhou dengan senyuman nya.
Lin Lin menatap dewi Zhou dengan pandangan mata yang agak ragu, apakah dia harus bertanya kepada dewi Zhou? Apakah dirinya tidak akan dianggap tidak sopan apabila dia bertanya seperti itu?
Tetapi Lin Lin tetap saja bertanya kepada dewi Zhou karena dewi Zhou sendirilah yang menyuruh dirinya untuk bertanya dan tidak menahan apapun yang ada di dalam hati nya.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan menanyakan dua pertanyaan lagi, mohon agar dewi Zhou dapat menjawab pertanyaan yang akan ku tanyakan," ucap Lin Lin dengan pelan.
...****************...