
Ketika Lin Lin memuntahkan seteguk darah segar dari mulut nya, dewa itu langsung saja berjalan ke arah belakang tubuh Lin Lin kemudian mengarahkan kedua telapak tangan nya ke punggung Lin Lin.
Begitulah cara dewa itu untuk menyalurkan energi spiritual. Memang sejak awal, satu-satunya cara untuk menyalurkan energi spiritual tambahan dari orang lain kepada orang lain memang hanyalah dari punggung saja.
Maka dari itu, dewa itu memang terpaksa untuk menyentuh Lin Lin, sejujurnya saja Lin Lin sangat keberatan jika dirinya disentuh oleh orang lain. Sekalipun itu hanya untuk memberikan energi spiritual tambahan.
Tetapi mau bagaimana lagi, itu adalah keadaan terdesak dan sangat terpaksa, jadi Lin Lin harus menghilangkan ego nya sejenak dan mulai menerima bahwa hal itu hanyalah untuk mengirimkan energi spiritual tambahan saja.
Setelah dewa itu memberikannya energi spiritual nya selama beberapa menit, dewa itu mulai melepas telapak tangan nya dari punggung Lin Lin dan berjalan menjauh dari Lin Lin.
"Butuh waktu berapa lama bagi tuan untuk mengalirkan energi spiritual itu agar bisa mempertahankan mansion itu untuk Xie Yu Ra?" tanya Fei kepada Min Xiang.
Min Xiang menjawab dengan gelengan kepala nya dan menambahkan, "Aku tidak tahu, itu tergantung kepada tuan. Tetapi pada umumnya itu akan memakan waktu tiga hari di waktu ruang dimensi, hanya saja tuan pasti juga mempercepat proses itu sehingga aku tidak bisa menebak berapa lama tuan akan melakukan hal itu."
Dewa itu menolehkan kepala nya ke samping ketika mendengar ucapan dari Min Xiang dan juga Fei.
"Oh, aku tidak tahu bahwa kau cukup pintar. Sayangnya kau masih tidak bisa menebak butuh berapa lama tuan mu akan melakukan hal itu," ucap dewa itu entah berniat untuk memberikan sebuah saran atau malah berniat untuk mengejek Min Xiang.
Min Xiang menatap sebal ke arah dewa itu tetapi tidak mengatakan apapun karena Min Xiang sama sekali tidak ingin mengganggu konsentrasi Lin Lin dalam melakukan proses itu.
__ADS_1
"Oh ayolah, jika kau kesal dengan ku maka ucapkan saja, tidak perlu ditahan. Dan lagi, tuan mu tidak akan terganggu dengan suara kalian semua, sekalipun kalian berteriak dengan keras. Dia tidak bisa mendengar apapun untuk saat ini," ucap dewa itu dengan santai nya menjawab ucapan Min Xiang, yang diucapkan oleh Min Xiang di dalam hati.
Tentu saja semua makhluk di sana menjadi terkejut. Min Xiang terkejut karena dewa itu ternyata malah membalas perkataan yang dia ucapkan dalam hati. Sedangkan yang lainnya merasa terkejut karena dewa itu tiba-tiba saja berbicara padahal tidak ada sama sekali yang mengajak dirinya berbicara, bahkan Min Xiang sedari tadi hanya terdiam tanpa mengatakan apapun.
"Kau, kau bisa membaca pikiran ku?" tanya Min Xiang dengan nada suara yang tercekat.
Mendengar ucapan dari Min Xiang, baik dewa itu maupun para hewan lainnya menjadi terkejut. Hanya saja yang aneh adalah, mengapa dewa itu juga ikut terkejut?
"Apa maksudmu? Mengapa kalian terkejut soal hal itu? Mustahil. Apakah tuan kalian sama sekali tidak memberitahukan itu kepada kalian?"
Dewa itu malah balik bertanya kepada mereka semua, hal itu malah membuat mereka menjadi sangat kebingungan.
Mendengar ucapan dari dewa itu malah membuat semua makhluk di sana menjadi sangat kaget, tentu saja termasuk dengan Min Xiang yang biasanya tenang.
Begitu pula dengan semua hewan di sana, tidak ada satupun dari mereka yang akan menyangka bahwa kekuatan dewa akan sampai ke titik seperti itu.
"Kalian sungguh-sungguh tidak diberitahu oleh tuan kalian bahwa aku bisa membaca pikiran orang ataupun makhluk lain? Wah, lalu mengapa aku harus membocorkan rahasia ini padahal kalian tidak tahu sebelumnya? Bodoh nya aku, coba saja aku tidak mengatakan apapun dan membiarkan kalian kebingungan saja," ucap dewa itu malah melanjutkan dirinya untuk berbicara sendiri.
Semua makhluk di sana hanya bisa menatap dewa itu dengan tatapan mata yang tidak mengerti. Tampaknya dewa itu memanglah adalah makhluk yang aneh. Mereka suka bertingkah semena-mena tetapi ada juga yang terlihat konyol seperti yang saat ini ada di hadapan mereka.
__ADS_1
Tetapi di saat semua makhluk di sana sedang merenung masing-masing, Lin Lin telah selesai melakukan proses untuk mempertahankan mansion itu untuk anak nya nanti.
"Apa yang kalian bicarakan? Mengapa kalian terlihat sangat serius seperti itu?" tanya Lin Lin setelah melihat ekspresi wajah semua makhluk di sana terlihat sangat tidak enak.
"Ah, tuan kau sudah selesai?" tanya Min Xiang dengan kaget karena dirinya sedang melamun tadi sehingga dia tidak menyadari bahwa Lin Lin telah selesai melakukan proses mempertahankan mansion itu.
Lin Lin menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang bingung, apakah ada yang salah? Apakah ada yang terjadi di sini? Mengapa ekspresi semua orang tampak sangat aneh?
"Ada apa? Apa yang terjadi selama aku melakukan proses tadi? Apakah kalian kembali bertengkar?" tanya Lin Lin dengan raut wajah yang sangat bingung.
Min Xiang mewakilkan semua hewan di sana untuk menjawab pertanyaan dari Lin Lin karena tidak ada satupun dari hewan-hewan yang ada di sana yang ingin menjawab pertanyaan dari Lin Lin karena diri mereka sedang merasa bingung.
"Tuan, apakah benar bahwa dewa itu bisa membaca pikiran kami?" tanya Min Xiang dengan raut wajah berharap bahwa itu adalah hal yang salah.
Sayangnya bahwa Lin Lin telah membuat harapan Min Xiang menjadi jatuh karena anggukan kepala dari Lin Lin.
"Ya, itu benar. Ada apa? Min Xiang, ada apa dengan ekspresi wajah seperti itu?" tanya Lin Lin tidak mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini.
Tetapi sebelum Min Xiang hendak menjawab pertanyaan dari Lin Lin, dewa itu telah terlebih dahulu memotong ucapan dari Min Xiang sebelum Min Xiang hendak untuk berbicara.
__ADS_1
"Kau tidak memberitahu mereka semua bahwa aku bisa membaca pikiran makhluk mana pun yang mau aku baca pikiran nya?" tanya dewa itu menatap ke arah Lin Lin.
Lin Lin menggelengkan kepala nya dengan raut wajah yang terlihat sangat polos kemudian berkata dengan nada bicara yang biasa saja, "Tidak. Memangnya untuk apa aku beritahu? Apakah itu penting untuk mereka ketahui? Ku pikir bahwa kau juga tidak ingin aku menyebarkan berita bahwa kau bisa membaca pikiran makhluk manapun yang kau mau. Makanya aku diam-diam saja dan tidak mengatakan nya kepada siapapun."