
Padahal nyatanya naga air sendiri sudah tahu bahwa Xie Jun Hao tidak merasa tertarik dengan apa yang akan dia ucapkan setelah ini.
Tetapi naga air itu merasa dia harus mengatakan hal itu kepada Xie Jun Hao karena apa yang dia lihat meskipun tidak jelas juga adalah hal yang sama pentingnya dengan kabar sebelumnya.
"Yang mulia kaisar, saya melihat ada sosok gadis yang akan mengejar anda nanti. Tetapi sayangnya hamba merasa bingung dengan gaya berpakaian yang mulia kaisar dan gadis itu. Hanya itu yang bisa saya lihat. Semoga itu cukup membantu yang mulia kaisar. Waktu hamba telah habis untuk meminjam tubuh tuan rubah, saya mohon pamit kepada yang mulia kaisar," ucap naga air itu.
Setelah Xie Jun Hao menyetujui dan menganggukkan kepalanya tentang berita dari naga air, naga air segera saja memutus telepati mereka dan kembali tertidur di dalam tubuh tuan rubah.
Xie Jun Hao tentu saja tidak peduli jika ada gadis yang akan mengejarnya. Tentu saja Xie Jun Hao tidak akan pernah merespon sedikit pun kepada perempuan manapun yang akan mengejar dirinya jika itu bukan Lin Lin. Intinya dalam hati Xie Jun Hao, hanya Lin Lin yang boleh mengejar dirinya, tidak ada orang lain yang akan pernah mengisi hati nya.
Jadi Xie Jun Hao memilih untuk mengabaikan kabar kedua dari naga air, yang padahal itu adalah hal yang paling penting dari semua takdir antara Lin Lin Dan Xie Jun Hao. Kabar berita kedua dari naga air adalah salah satu jalan takdir antara kedua orang itu.
Flashback end.
"Jun Hao...," panggil Lin Lin dengan pelan.
Tetapi Xie Jun Hao masih sibuk dengan lamunan nya. Padahal sedari tadi Lin Lin menunggu agar dirinya selesai berdandan agar bisa terlihat cantik dan terlihat sehat di hadapan kedua orang tua nya agar orang tua nya tidak menyadari ada yang salah dengan dirinya.
Tetapi Xie Jun Hao malah melamun di tengah menyusuri rambut nya. Karena itulah, Lin Lin jadi merasa ada yang aneh.
Seandainya saja Lin Lin tahu bahwa mereka berdua sama-sama mengetahui jika Lin Lin memang akan meninggal beberapa hari atau beberapa minggu lagi.
__ADS_1
Bedanya adalah, Xie Jun Hao mendapatkan kabar itu dari seekor naga dan Lin Lin mendapatkan nya dari seorang dewa. Lin Lin sendiri tidak tahu jika Xie Jun Hao tahu bahwa dirinya akan segera meninggal, begitu pula sebaliknya.
"Jun Hao!" ucap Lin Lin memanggil Xie Jun Hao dengan menaikkan volume suaranya.
Karena panggilan yang cukup keras itu, Xie Jun Hao menjadi tersadar dari lamunan nya kemudian menatap Lin Lin dengan tatapan yang terkejut.
Xie Jun Hao menatap Lin Lin kemudian menunduk dan menatap sisir yang dia pegang. Barulah setelah beberapa saat Xie Jun Hao baru saja menyadari apa yang sedang dia lakukan.
"Maafkan aku, Lin Lin. Aku tiba-tiba saja melamun sampai lupa untuk menyisir rambut mu," ucap Xie Jun Hao dengan perasaan bersalahnya.
Lin Lin menghela nafas nya dengan pelan, "Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu? Jika ada kau bisa mengatakannya pada ku."
Xie Jun Hao merasa sedih ketika mendengar itu, tetapi ekspresi sedihnya itu hanya muncul sesaat kemudian seketika hilang digantikan dengan senyuman nya yang manis.
Lin Lin menoleh ke belakang untuk menatap Xie Jun Hao yang sedang menyisir rambut nya ketika mendengar pria itu mengatakan akan membiarkan dokumen kekaisaran itu menumpuk begitu saja.
"Apa maksudmu, Jun Hao? Kau tidak akan mengerjakan dokumen itu? Bukankah nanti kau akan sangat kelelahan jika mengerjakan semua dokumen itu sekaligus jika sudah bertumpuk sangat banyak?" tanya Lin Lin dengan khawatir.
Lin Lin takut, ketika dirinya nanti telah pergi, Xie Jun Hao akan menanggung beban yang sangat berat dengan mengerjakan semua dokumen itu sendirian.
Biasa jika Xie Jun Hao kelelahan mengurus banyaknya dokumen kekaisaran, Lin Lin selalu mengambil alih untuk menggantikan Xie Jun Hao mengerjakan dokumen itu dan menyuruh Xie Jun Hao untuk beristirahat.
__ADS_1
Lalu Lin Lin memikirkan apabila dirinya sudah meninggal, maka Xie Jun Hao pasti akan terpuruk. Lin Lin memikirkan bagaimana jika Xie Jun Hao akan terjatuh sakit pada akhirnya?
Lin Lin sangat mengkhawatirkan hal itu. Itu jugalah salah satu alasan terbesar Lin Lin tidak ingin meninggal. Sayangnya dia sudah menjadi target dari pemimpin tertinggi dari para dewa itu. Lin Lin tidak bisa menolak nasib nya sendiri.
Xie Jun Hao tersenyum kepada Lin Lin yang menatap dirinya dengan bingung. Tentu saja Xie Jun Hao senang jika Lin Lin mengkhawatirkan dirinya.
Tetapi hanya ada satu hal yang diinginkan oleh Xie Jun Hao saat ini. Tidak ada hal lain yang diinginkan oleh Xie Jun Hao selain menghabiskan waktu bersama dengan Lin Lin.
"Tidak Lin Lin, aku tidak peduli lagi dengan dokumen-dokumen kekaisaran yang bertumpuk itu. Aku bisa mengerjakan nya pelan-pelan nanti. Untuk saat ini aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan dirimu. Apakah tidak boleh?" tanya Xie Jun Hao sambil menampilkan ekspresi cemberut.
Tetapi tangan Xie Jun Hao saat ini masih menyisir rambut Lin Lin dengan pelan. Lin Lin terkekeh pelan ketika melihat Xie Jun Hao dalam tingkah yang manja seperti itu.
Pasti Lin Lin akan sangat merindukan suami nya ini nanti jika mereka berdua berpisah.
"Baiklah, baiklah. Tentu saja kau boleh, Jun Hao. Hanya saja kau tidak boleh sampai lupa tugas mu sebagai seorang kaisar hanya karena ingin menghabiskan waktu bersama dengan diriku saja," ucap Lin Lin dengan kekehan di ujung nya.
Xie Jun Hao menganggukkan kepalanya. Tentu saja dia akan melakukan hal yang dikatakan oleh Lin Lin. Apapun yang disuruh oleh Lin Lin maka akan dia lakukan. Itulah prinsip hidup Xie Jun Hao.
"Baiklah, sudah selesai. Lin Lin, apakah kau ingin berdandan lagi?" tanya Xie Jun Hao setelah memasangkan sebuah perhiasan kepala di rambut Lin Lin.
Lin Lin menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Xie Jun Hao. Lin Lin tidak perlu berdandan lagi karena tadi disaat Xie Jun Hao melamun Lin Lin telah berdandan terlebih dahulu dengan memakai beberapa riasan wajah yang cukup tipis.
__ADS_1
...****************...