Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
50. dijemput


__ADS_3

Lin Lin sama sekali tidak menoleh, dia tentu saja dapat merasakannya keberadaan orang itu karena orang itu memang tidak menyembunyikan aura kehidupan yang dia miliki. Padahal bisa saja dia menyembunyikan aura kehidupan nya agar Lin Lin tidak tahu kedatangan nya yang tiba-tiba itu.


"Waktu mu di dunia ini sudah habis, Lin Lin," ucap suara itu lagi.


Lin Lin tersenyum tipis kemudian beranjak dari kasur dan segera berbalik untuk menatap seseorang yang berbicara pada dirinya.


Tentu saja Lin Lin sangat menyadari bahwa suara itu bukanlah suara milik dewa yang selalu datang untuk memberikan kabar buruk pada dirinya. Hanya saja Lin Lin merasa yakin tentang satu hal, hal itu adalah seseorang yang berbicara tadi, siapapun itu, pastilah dia adalah seorang dewa.


Atau mungkin akan lebih cocok jika Lin Lin menyebut nya seorang dewi. Dia adalah seorang perempuan yang sangat cantik. Lin Lin bahkan tidak bisa untuk tidak terpesona dengan kecantikan wajah dewi itu.


Tetapi setelah dipikir-pikir harusnya itu adalah hal yang wajar mengingat bahwa orang yang ada di hadapan nya saat ini adalah seorang dewi, bukan manusia biasa. Tentu saja kecantikan antara seorang dewi dan manusia biasa itu berbeda, tetapi tentu saja itu tidak berlaku untuk Lin Lin.


"Kau datang untuk menjemput ku?" tanya Lin Lin dengan suara yang pelan karena takut akan membuat Xie Jun Hao bangun dari tidur nya.


Dewi itu tentu saja menyadari bahwa Lin Lin takut akan membangunkan Xie Jun Hao dengan percakapan mereka berdua, jadi dewi itu tersenyum tipis kemudian menatap Xie Jun Hao dengan senyuman di wajah nya.


"Jangan khawatir, Jun Hao tidak akan bangun dengan suara perbincangan kita karena sebelum aku berbicara dengan dirimu aku sudah membuat sebuah perisai anti suara kepada Xie Jun Hao agar dia bisa tidur dengan nyenyak dan tidak akan bisa mendengar suara kita berdua," ucap dewi itu masih dengan senyuman manis di wajah nya.


Jujur saja, Lin Lin agak merasa aneh ketika melihat senyuman dari dewi itu. Lin Lin seolah-olah merasa familiar dengan senyuman dari dewi yang ada di hadapan nya ini. Namun siapa dewi ini?

__ADS_1


"Kau mengenal Jun Hao?" tanya Lin Lin mengabaikan rasa familiar di dalam hati nya karena merasa bahwa hal ini lebih penting daripada rasa familiar yang dia rasakan.


Dewi itu tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya, "Tentu saja. Dia sudah sering menceritakan tentang ku kepada mu bukan? Apakah kau sama sekali tidak bisa mengenali diriku?"


Lin Lin menatap bingung ke arah dewi itu, namun sesaat kemudian Lin Lin baru saja mengerti mengapa dia merasa sangat familiar kepada dewi yang ada di hadapan nya ini.


Alasan nya adalah dewi yang ada di hadapan nya saat ini adalah dewi Zhou yang tak lain adalah ibu kandung dari Xie Jun Hao, sayangnya dewi Zhou sama sekali tidak mengingat bahwa dia mempunyai seorang anak.


Pantas saja Lin Lin merasa familiar kepada dewi yang ada di hadapan nya ini, senyuman nya mirip sekali dengan senyuman yang dimiliki oleh Xie Jun Hao makanya Lin Lin merasa familiar setelah melihat senyuman dari perempuan yang ada di hadapan dirinya ini.


"Apakah kau sudah dapat menebak siapa diri ku, nona muda Lin Lin?" tanya dewi itu sambil tersenyum dengan senyuman yang lembut.


"Baiklah kalau begitu, apakah kita bisa pergi sekarang juga? Aku takut bahwa kita sudah menunda waktu terlalu banyak dengan percakapan kita tadi," ucap dewi Zhou dengan senyuman yang sama sekali tidak hilang di wajah nya.


Lin Lin menatap dewi Zhou dengan tatapan mata yang agak sedih kemudian berbalik untuk menatap Xie Jun Hao yang sedang tidur. Lin Lin menghela nafas nya, dia tahu bahwa ini akan menjadi hal yang sangat berat, tetapi apa boleh buat, Lin Lin benar-benar harus meninggalkan suami nya yang sangat ia cintai.


Padahal sebenarnya Lin Lin sudah mempersiapkan diri untuk pergi dari dunia ini dan meninggalkan semua keluarga nya, termasuk pria yang paling dia cintai, sayangnya ketika hari itu tiba, Lin Lin malah merasa bahwa hal ini malah menjadi semakin berat. Jujur saja, Lin Lin tidak sanggup untuk meninggalkan seluruh keluarga dan teman-teman nya, hanya saja Lin Lin juga terpaksa.


"Berikan aku waktu sedikit lagi untuk memberikan salam perpisahan kepada suami dan anak-anak ku. Apakah boleh?" tanya Lin Lin sambil menatap ke arah dewi Zhou.

__ADS_1


Dewi Zhou terkekeh pelan dengan senyuman nya yang masih terlihat anggun seperti tadi, "Itulah alasan nya mengapa aku yang datang kemari dan bukannya dewa Lian."


Lin Lin memiringkan kepala nya tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh dewi Zhou. Siapa itu dewa Lian? Apakah itu dewa baru lagi? Ataukah itu adalah dewa yang khusus untuk menjemput orang-orang yang akan meninggal?


"Dewa Lian adalah dewa yang selalu datang kepada dirimu jika kau bertanya siapa itu dewa Lian," ucap dewi Zhou dengan senyuman di wajah nya.


Lin Lin merasa agak kaget, "Apakah semua dewa memang bisa membaca pikiran manusia dan hewan lainnya di dunia bawah?" tanya Lin Lin seketika saja.


Dewi Zhou kembali terkekeh pelan ketika mendengar pertanyaan dari Lin Lin. Dewi Zhou menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang lembut seperti sedang menatap anak nya sendiri.


"Tentu saja tidak, hanya beberapa dewa yang diberkati dengan kemampuan itu. Salah satu nya adalah dewa Lian. Tetapi kau tidak perlu mempertanyakan hal itu. Jika kau mau aku akan menjelaskan dengan senang hati kepada mu nanti di jalan menuju dunia atas, hanya saja saat ini ada baiknya kau mulai memberikan salam perpisahan pada suami dan anak-anak mu," ujar dewi Zhou dengan lembut.


Lin Lin menganggukkan kepalanya kemudian langsung melangkah ke arah kasur dan menatap Xie Jun Hao dengan sorot mata yang dalam.


"Jun Hao, mungkin kau akan bosan mendengar salam perpisahan dari diri ku sedari tadi. Hanya saja aku hanya takut jika ada hal yang belum aku sampaikan kepada dirimu, meskipun kau sedang tidur saat ini. Tapi karena waktu ku tidak banyak, aku hanya bisa mengatakan, jaga dirimu baik-baik. Jangan pernah lupa untuk makan dan tidur, jangan sampai sakit. Aku akan sangat merindukan dirimu. Mungkin hanya itu saja yang bisa aku sampaikan untuk terakhir kali nya Jun Hao. Aku mencintai mu," ucap Lin Lin kemudian menempelkan bibir nya ke bibir Xie Jun Hao untuk terakhir kali nya.


Selanjutnya Lin Lin berjalan ke arah kedua putra kembar nya yang sedang tidur nyenyak. Tetapi ketika Lin Lin baru saja berjalan mendekati mereka, Xie Hao Ran sudah membuka mata nya dengan cepat.


...****************...

__ADS_1


Hai, mungkin untuk beberapa hari ke depan, 2-3 hari gitu, aku gak up dulu ya. Buat yang nanya alasannya apa, jawabannya adalah karena aku mau lomba, jadi harus fokus buat belajar semua materi yang sudah dikasih. Mohon pengertiannya yaaa.


__ADS_2