Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
16. satu lagi kabar berita


__ADS_3

Jadi si kasim segera berteriak memanggil para prajurit yang ada di sekitar aula utama itu sambil menahan tubuh Xie Jun Hao dengan susah payah.


Beberapa prajurit yang mendengar teriakan sang kasim langsung saja datang dan masuk ke aula utama. Mereka semua langsung terkejut ketika melihatnya si kasim menahan tubuh kaisar mereka.


"Kalian semua sedang melihat apa?! Cepat tahan yang mulia kaisar agar tidak bertindak gegabah!" teriak si kasim kesusahan.


Sayangnya para prajurit malah menjadi linglung. Pasalnya yang harus mereka turuti adalah yang mulia kaisar, bukan kasim itu.


"Ini adalah perintah yang mulia kaisar sebelum yang mulia kaisar tiba-tiba saja menangis!" bentak si kasim.


Para prajurit itu dengan cepat menahan tubuh Xie Jun Hao setelah mendengar ucapan si kasim. Mereka tentu saja percaya dengan kasim itu karena tiga perempat hidup kasim itu telah dihabiskan oleh melayani Xie Jun Hao saja. Jadi sangat mustahil bagi si kasim untuk berkhianat.


"Yang mulia kaisar, yang mulia harus tenang. Anda tadi yang menyuruh hamba untuk menahan yang mulia. Yang mulia, apapun masalahnya pasti bisa diselesaikan jika dipikirkan dengan baik tanpa emosi. Jadi yang mulia kaisar, mohon tenanglah terlebih dahulu," ucap kasim itu berusaha untuk membujuk Xie Jun Hao.


Setelah beberapa saat Xie Jun Hao terus ditahan oleh para prajurit dan dinasehati oleh si kasim yang nasibnya kurang beruntung, Xie Jun Hao malah menjadi terdiam.


Si kasim dan juga para prajurit lainnya malah menjadi bingung ketika melihat kaisar mereka malah seperti orang bodoh.


"Yang mulia kaisar?" panggil kasim itu dengan suara yang pelan karena takut jika Xie Jun Hao akan kembali mengamuk lagi.

__ADS_1


Entahlah harus disyukuri atau tidak, Xie Jun Hao tidak mengamuk lagi, tetapi Xie Jun Hao malah melamun seperti sebuah patung.


"Yang mulia kaisar, mohon tenang. Hamba belum selesai berbicara," ucap naga air melalui telepati.


Tentu saja naga air itu tahu bahwa saat ini Xie Jun Hao pasti kehilangan atas kendali dirinya sendiri. Tetapi naga air itu juga dapat memahami mengapa Xie Jun Hao bersikap begitu.


Mendengar ucapan dari si naga air membuat Xie Jun Hao menjadi berharap bahwa ada cara untuk menyembuhkan Lin Lin.


"Apakah ada cara untuk menyembuhkan Lin Lin? Jika ada aku mohon padamu, aku mohon dengan sangat, tolong beritahu aku. Aku tidak ingin Lin Lin pergi dengan cepat, kedua anakku yang kembar itu bahkan saat dewasa tidak akan mengingat tentang ibu nya jika Lin Lin secepat itu pergi," ucap Xie Jun Hao dengan suara yang lirih di telepati itu.


Naga air itu menghela nafas nya, meskipun Xie Jun Hao tidak melihatnya, naga air itu menggelengkan kepalanya. Tidak ada cara untuk menyelamatkan Lin Lin karena itu adalah kehendak dewa.


"Yang mulia kaisar, bukan hal semacam ini yang ingin saya lihat dari reaksi anda setelah anda mendengar kabar itu. Hamba memberitahukan hal ini kepada yang mulia kaisar hanya dengan satu tujuan, yaitu yang mulia kaisar akan menghabiskan waktu terbaiknya dengan yang mulia permaisuri sebelum akhirnya yang mulia permaisuri akan pergi dari dunia ini. Hamba hanya tidak ingin jika nantinya disaat yang mulia permaisuri telah pergi, yang mulia kaisar baru menyesal karena tidak sempat menghabiskan waktu dengan yang mulia permaisuri," ucap naga air itu menjelaskan dengan perlahan.


Xie Jun Hao menundukkan kepalanya kemudian terduduk di lantai. Semua kekuatan kaki nya untuk menopang dirinya berdiri seolah-olah telah hilang dan mendadak dirinya tidak memiliki kekuatan untuk melakukan apapun.


Xie Jun Hao merasa seolah-olah dunia nya telah hancur mendengar kabar menyedihkan itu. Tetapi apa boleh buat? Apa yang dikatakan oleh naga air juga benar.


Karena Xie Jun Hao sudah tahu bahwa Lin Lin akan segera meninggal maka Xie Jun Hao akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat Lin Lin bahagia di hari-hari terakhirnya.

__ADS_1


Meskipun, jujur, Xie Jun Hao tidak ikhlas dengan kepergian Lin Lin di masa depan, tetapi Xie Jun Hao harus tetap berpura-pura tidak tahu bahwa Lin Lin akan meninggal sebentar lagi karena dia harus membuat Lin Lin pergi dengan bahagia.


"Tapi apakah itu benar? Apakah Lin Lin benar-benar akan meninggal? Bisa saja kan jika mimpi mu salah? Bisa saja bahwa itu hanyalah sebuah mimpi belaka dan tidak akan pernah menjadi kenyataan?" tanya Xie Jun Hao mencoba untuk tidak mempercayainya.


Sayangnya naga air itu menggelengkan kepalanya lagi meskipun Xie Jun Hao memang tidak akan bisa melihatnya.


"Yang mulia kaisar, meskipun itu adalah kabar yang buruk anda harus tetap sabar. Dan lagi, mimpi saya tidak akan pernah salah dan tidak akan pernah tidak terjadi. Itu adalah keistimewaan hamba. Hamba memiliki satu jurus yang berasal turun-temurun dari keluarga hamba. Jurus itu adalah melihat masa depan melalui mimpi. Tetapi sebenarnya itu bukanlah melihat masa depan karena hamba tidak bisa melihat masa depan itu sendiri jika bukan masa depan yang menunjuk nya pada hamba. Jadi hamba hanya bisa melihat masa depan melalui mimpi saja, dan itu hanya terjadi kadang-kadang.


"Tetapi setiap kali saya bermimpi, mimpi itu akan menjadi kenyataan di masa depan. Makanya hamba mengatakan hal ini kepada yang mulia kaisar. Hamba jarang bermimpi. Setiap kali hamba tertidur, jika bukan masa depan menunjukkan dirinya, maka hamba tidak akan melihat masa depan. Intinya adalah yang mulia permaisuri akan meninggal di masa depan, tetapi hamba tidak tau kapan waktu tepatnya," ucap naga air itu sambil berkata dnegan suara yang pelan.


Xie Jun Hao semakin merasa sedih. Padahal tadinya Xie Jun Hao berharap bahwa mimpi naga air itu bisa saja salah. Tetapi dari apa yang dikatakan oleh naga air, itu memang benar-benar akan terjadi.


"Kalau begitu terima kasih banyak telah memberitahukan hal ini kepada diriku, naga air. Aku berhutang budi padamu kali ini, katakan saja jika ada yang kau butuhkan. Aku pasti akan membantu mu sebisa yang aku bisa," ucap Xie Jun Hao dengan lirih.


Naga air itu kembali menghela nafas nya, "Yang mulia kaisar, hamba juga melihat satu hal, tetapi itu hanya sebuah bayang-bayang, hamba tidak bisa melihat dengan jelas."


Xie Jun Hao yang merasa sedih tidak merasa tertarik akan hal-hal yang bahkan tidak jelas. Tetapi untuk mengantisipasi naga air, Xie Jun Hao terpaksa berpura-pura tertarik dengan hal yang akan diucapkan oleh naga air.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2