Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
64. Mengetahui yang sebenarnya


__ADS_3

Maksudnya adalah seharusnya yang meninggal dan dipanggil kemari adalah Xie Jun Hao? Itu mustahil, tetapi hal itu membuat Lin Lin merasa bersyukur bahwa dialah yang meninggal saat ini. Bukan Xie Jun Hao.


"Tentu saja ada alasan lain. Kau adalah orang dari dimensi lain. Tentu saja teman mu ada yang juga berasal dari alam yang sama dengan dirimu. Kau dan teman mu yang berasal dari alam lain sebenarnya tidak cocok untuk berada di alam kami. Maka dari itu kami memanggil mu.


"Oh, mengenai mengapa teman mu juga tidak dipanggil sama seperti dirimu. Itu semua karena kekuatan yang kalian miliki itu berbeda. Kekuatan yang kau miliki sangat kuat di dunia manusia itu sehingga kami semua takut bahwa kau akan mengganggu keseimbangan alam manusia dengan teknologi modern mu itu," ucap pimpinan tertinggi itu lagi.


Lin Lin sejauh ini masih dapat memaklumi alasan yang diberikan oleh pimpinan tertinggi, semuanya masuk akal jika Lin Lin pikirkan lagi.


"Tidak ada alasan lain lagi. Hanya itu alasan mengapa kau dipanggil kemari. Kau tidak boleh berada di dunia manusia itu untuk keseimbangan. Tanyakanlah pertanyaan lain lagi. Akan aku jawab dengan baik," ucap pimpinan tertinggi itu lagi.


Lin Lin segera saja membuka suara nya, "Apa maksudmu aku akan mengganggu keseimbangan di dunia itu? Apakah dunia bawah akan segera hancur? Ataukah akan ada dewa yang menyerang dunia bawah?"


Pimpinan tertinggi itu malah tertawa setelah mendengar pertanyaan dari Lin Lin.


"Itu mustahil, kami tidak akan pernah menyerang dunia bawah. Sebenci apapun kami pada dunia bawah, kami tidak diizinkan untuk menghancurkan dunia itu. Jadi tenang saja.


"Hanya saja itulah juga alasan kami untuk mengirimkan utusan ke dunia bawah. Akan ada kumpulan monster yang sangat banyak yang akan menyerang dunia bawah. Kami semua takut itu akan menyebabkan ketidakseimbangan di dunia bawah. Makanya kami memutuskan untuk mengirimkan seorang utusan," ucap pimpinan tertinggi itu.


Lin Lin menatap cemas ke arah pimpinan tertinggi itu. Jika memang begitu maka putra nya harus bekerja keras untuk dapat membunuh monster tersebut, bukankah itu akan membahayakan putra nya?

__ADS_1


"Aku tahu bahwa kau khawatir, tetapi tidak perlu sampai begitu khawatir. Putra mu adalah utusan kami, dia juga adalah putra dari dua orang yang paling kuat di dunia bawah. Apakah mungkin putra mu selemah itu? Tidak akan," ucap pimpinan tertinggi itu lagi setelah tahu bahwa Lin Lin sangat khawatir dengan putra nya.


Lin Lin kemudian menatap ke arah pimpinan tertinggi itu kemudian sekali lagi dia menghela nafas nya. Tentu saja Lin Lin layak untuk khawatir pada putra nya.


Bukannya Lin Lin ingin meremehkan putra nya dan menganggap bahwa putra nya itu sama sekali tidak kuat. Hanya saja Lin Lin tidak mau putra nya hidup dengan beban yang sangat berat. Hal itu membuat Lin Lin menjadi sangat dilema.


"Jangan khawatir, kami akan membantu nya sesekali. Lagi pula, anak mu masih memiliki dua saudara dan juga seorang ayah yang hebat. Dia juga punya banyak sekali keluarga yang kuat, salah satu nya adalah ayah mu saat ini. Dia bahkan bisa memindahkan jiwa mu dari dunia ini ke dunia lain. Itu sudah sangat membantu nya nanti. Jadi hentikan rasa khawatir mu lagi dan kau bisa lanjut bertanya sesuatu yang kau inginkan," ucap pimpinan tertinggi itu lagi dengan nada yang tenang.


Lin Lin menatap ke arah pimpinan tertinggi itu kemudian menghela nafas nya dan memutuskan untuk menguatkan hati nya untuk bertanya.


"Apabila aku berbicara lancang, apakah kau dapat memaklumi diriku ataukah kau akan marah?" tanya Lin Lin dengan suara yang pelan karena takut pimpinan tertinggi itu marah.


"Apakah kau melihat ku sebagai orang yang jahat? Apakah ada seseorang yang membuat mu berpikir begitu? Ataukah itu semua karena aku mengambil waktu mu di dunia bawah itu secara tiba-tiba saja?" tanya pimpinan tertinggi itu membuat Lin Lin merasa bahwa dirinya telah salah paham kepada pimpinan tertinggi itu karena telah mengira bahwa pimpinan tertinggi itu sifat nya sangat buruk.


"Oh ayolah, ini adalah pertama kali bagi dirimu dikira sebagai orang jahat. Apakah kau tidak tahu betapa sakitnya hati ku?" ucap pimpinan tertinggi itu dengan dramatis.


"Tetapi kau menghapus ingatan dewi Zhou dan membuat nya lupa dengan seluruh keluarga nya. Termasuk dia bahkan tidak mengetahui aku adalah menantu nya," ucap Lin Lin memberanikan diri untuk mengatakan apapun yang ada di dalam pikiran nya.


Pimpinan tertinggi itu agak terkejut setelah mendengar kata-kata dari Lin Lin. Tetapi setelah itu pimpinan tertinggi itu menghela nafas nya.

__ADS_1


"Ternyata banyak sekali yang salah paham pada diriku hanya karena aku menghapus ingatan dari dewi Zhou. Aku melakukan nya juga karena terpaksa. Dia sudah termakan obsesi terhadap duniawi," ucap pimpinan tertinggi itu.


Lin Lin menggelengkan kepala nya tidak setuju dengan semua itu, "Tetapi wajar saja jika dia sangat menyayangi keluarga nya. Mengapa kau malah menghapus ingatan terindah yang pernah dia miliki di dalam hidup nya?" Lin Lin malah menjadi marah setelah mendengar jawaban dari pimpinan tertinggi itu.


Pimpinan tertinggi menghela nafas nya pelan kemudian menatap ke arah Lin Lin dengan tenang.


"Kau pikir aku mau melakukan nya?" ucap pimpinan tertinggi itu seketika saja nada suara nya menjadi berbeda.


Lin Lin tidak bisa menggambarkan dengan jelas suasana hati pimpinan tertinggi yang ada di hadapan nya saat ini. Entah mengapa dia sangat berbeda dari pada saat Lin Lin sedang berbicara tadi.


"Apa maksud mu?" tanya Lin Lin dengan suara yang pelan karena takut akan membuat pimpinan tertinggi merasa marah.


"Aku terpaksa menghapus ingatan dari dewi Zhou karena aku juga tidak mau membunuh siapapun yang telah berstatus dewa ataupun dewi. Jangan mengira bahwa aku sebagai pemimpin dari para dewa-dewi ini merupakan pekerjaan yang mudah. Apakah kau tidak tahu bahwa aku berjuang sangat keras untuk bisa melakukan hal yang terbaik bagi mereka semua," ucap pimpinan tertinggi itu dengan nada yang sangat sedih.


Lin Lin kemudian terdiam, pasti ada suatu hal yang tidak dia ketahui saat ini dan dia malah seenaknya menuduh pimpinan tertinggi.


"Mengapa terbunuh? Apa maksud nya? Apakah seorang dewa atau dewi yang tidak naik ke dunia atas akan terbunuh secara sendirinya?" tanya Lin Lin dengan kaget.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2