
Dari raut wajah pelayan itu, sudah jelas bahwa dia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, mengapa Lin Lin mendadak berhenti?
"Hah, aku lupa jalan. Bodohnya aku di saat aku berjalan keluar dari kamar, bukannya aku menghapal jalan, aku malah memperhatikan dan menghujat ruangan-ruangan kumuh yang ada di dekat kamar ku," ucap Lin Lin malah mengeluh kepada dirinya sendiri.
Pelayan tersebut hanya bisa terdiam saja mendengarkan keluhan dan juga ocehan Lin Lin yang dia sendiri tidak tahu kapan akan habis.
"Hei, apakah kau tahu di mana letak kamar ku?" tanya Lin Lin tiba-tiba saja bertanya kepada pelayan itu.
Dengan cepat, pelayan tersebut menganggukkan kepala nya dan menunjukkan ke arah utara dari tempat mereka.
"Ke sana?" tanya Lin Lin.
Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya.
Lin Lin kemudian segera saja berjalan mengikuti arah yang ditunjuk oleh pelayan tersebut. Dan syukurlah bahwa Lin Lin akhirnya menemukan kamar milik nya.
Di saat Lin Lin masuk ke dalam kamar nya, pelayan itu malah hendak pergi. Pelayan tersebut berpikir bahwa Lin Lin hanya minta untuk diantarkan ke kamar saja, jadi dia segera saja pergi di saat Lin Lin sudah memasuki kamar nya.
"Hei, kapan aku mengatakan bahwa kau boleh pergi?" tanya Lin Lin dengan nada yang biasa-biasa saja.
Pelayan tersebut malah menjadi bingung dengan ucapan Lin Lin.
__ADS_1
"Masuk sini, aku ingin bertanya sesuatu pada mu," ucap Lin Lin segera saja menggunakan tangan nya sebagai isyarat untuk pelayan tersebut masuk ke dalam kamar nya.
Pelayan tersebut segera saja masuk ke dalam kamar Lin Lin walaupun dirinya sangat ragu.
"Hah, aku tidak tahu bagaimana cara aku harus mengatakan nya. Tetapi bisakah kau menceritakan pada ku tentang diriku? Ah, apakah kau butuh kertas dan pena? Aku akan menyediakan nya untuk mu. Maafkan aku karena telah merepotkan dirimu. Karena hanya kau satu-satunya yang bisa ku tanyai. Yang lainnya terlihat munafik dan bermuka dua, aku tidak bisa mempercayai mereka," ucap Lin Lin malah berbicara panjang lebar.
Pelayan tersebut segera saja menggelengkan kepala nya dan mulai mengangkat kedua tangan nya. Kedua tangan tersebut mulai bergerak-gerak menunjukkan sebuah bahasa isyarat tangan.
Lin Lin tersentak kaget ketika melihat gerakan tangan tersebut. Dari mana dirinya mengetahui bahasa isyarat? Lin Lin bahkan tidak pernah tahu mengenai bahasa isyarat sejak dahulu.
Yang dapat Lin Lin ketahui dari gerakan tangan dari pelayan itu adalah "Ada apa dengan nona? Mengapa nona mendadak bertanya seperti itu pada ku? Apa yang terjadi pada nona? Apakah nona terluka parah sampai-sampai nona kehilangan ingatan?" Kira-kira begitulah yang dimaksud dari isyarat tangan dari pelayan itu.
Lin Lin tentu saja terkejut, Lin Lin tidak pernah mengira bahwa dirinya memiliki bakat seperti ini. Tentu saja bakat yang dimaksud adalah membacanya isyarat tangan.
Pelayan tersebut menatap Lin Lin dengan raut wajah yang bahkan lebih terkejut lagi, seolah-olah dia baru saja melihat hantu.
Kemudian pelayan tersebut mulai menggerakkan tangan nya lagi, "Nona, apakah nona benar-benar terluka parah? Apakah nona sama sekali tidak bisa mengingat? Nonalah yang mengajarkan ku cara untuk berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat tangan." Begitulah kira-kira terjemahan dari isyarat tangan pelayan tersebut.
Lin Lin menatap pelayan tersebut dengan tatapan bingung, tetapi Lin Lin menghela nafas nya. Jika memang benar bahwa jiwa nya yang dulu lah yang mengajarkan pelayan tersebut berkomunikasi dengan benar, maka Lin Lin yakin bahwa tubuh yang dia tempati ini dulunya adalah orang yang sangat baik.
"Maafkan aku, tapi sepertinya itu semua karena aku terluka parah sehingga membuat aku trauma dan melupakan segala nya," ucap Lin Lin membuat alasan.
__ADS_1
Pelayan tersebut malah menjadi sedih, bahkan air mata dari pelayan tersebut sudah menetes dari kelopak mata nya. Lin Lin yang melihat itu langsung saja menjadi panik, padahal dirinya tidak melakukan apapun yang membuat pelayan itu menangis, lalu mengapa dia menangis sampai seperti itu?
Lin Lin tentu saja dengan cepat berlari ke arah pelayan tersebut dan segera saja memeluk pelayan itu agar dia berhenti menangis.
"Oke, oke, jangan menangis, tidak ada yang menyedihkan di sini. Aku baik-baik saja, dan kau juga baik-baik saja. Aku tidak akan menyakiti dirimu atau mengejek dirimu. Tenang saja, aku tidak suka merendahkan orang lain. Jadi jangan takut dan berhentilah menangis oke," ucap Lin Lin dengan menepuk-nepuk pelan punggung pelayan tersebut.
Setelah beberapa detik akhirnya pelayan tersebut berhenti menangis dan Lin Lin segera saja melepaskan pelukan nya.
Noted : Mulai sekarang kalau pelayan itu pake isyarat aku langsung jadikan dialog ya, jadi gak perlu ada narasi tambahan. Jadi jangan bingung yaa.
"Aku menangis bukan karena aku takut nona akan melakukan sesuatu pada ku. Tetapi aku merasa sedih karena nona terluka parah sampai-sampai nona kehilangan ingatan," isyarat dari pelayan tersebut.
Lin Lin segera saja terdiam ketika melihat isyarat tersebut. Tetapi lamunan Lin Lin mendadak saja terhenti ketika mendengar isakan tangis yang sangat kecil dari pelayan tersebut. Ingat, jangan lupa bahwa Lin Lin masih memiliki insting bertarung dan peka terhadap sekitarnya.
"Hei, hei, sudah, sudah, jangan menangis lagi. Bahkan aku yang sedang terluka saja tidak menangis. Mengapa kau malah menggantikan diriku untuk menangis? Hentikan, jangan menangis lagi. Aku akan menjadi panik melihat mu menangis terus menerus," ucap Lin Lin dengan gagap karena dia merasa panik melihat pelayan itu menangis.
Setelah mendengar perkataan dari Lin Lin, pelayan tersebut akhirnya berhenti menangis dan mulai menatap Lin Lin dengan mata dan hidung yang memerah akibat baru selesai menangis.
"Baiklah, sekarang katakan pada ku, siapa namamu?" tanya Lin Lin.
"Emma," isyarat dari nya.
__ADS_1
Lin Lin menganggukkan kepalanya, Emma, nama yang sangat cantik. Sangat cocok dengan wajah gadis tersebut. Lin Lin tersenyum kepada Emma dan membuat Emma menjadi terkejut.
...****************...