
Jadi Lin Lin segera saja berjalan menjauhi kasur dan menuju ke arah lemari dan membuka lemari itu kemudian berjalan mendekati Xie Hao Ran dan Xie Hao Lan dengan membawa sekotak penuh mainan.
Lin Lin memberikan sebuah mainan bola kecil kepada Xie Hao Lan, anak itu dengan tenang bermain bersama bola nya, meskipun terkadang Xie Hao Lan juga sering hendak memakan bola mainan itu.
Lin Lin kemudian memainkan sebuah kerincingan untuk kedua putra kembar nya itu.
Kedua bayi itu terlalu aktif dan jarang sekali mereka ingin tidur sebelum mereka lelah. Jadi Lin Lin tidak pernah merasa bosan setelah memiliki kedua putra kembar nya ini.
Di malam hari, Lin Lin membawa kedua putra nya yang telah membersihkan diri menuju ruang makan. Lin Lin tampak seperti seorang ibu rumah tangga di zaman modern. Yang berbeda adalah, Lin Lin tidak mengenakan daster, itu sangat melegakan.
Seorang prajurit yang berada di depan pintu ruangan makan hendak mengabarkan kedatangan Lin Lin dan juga kedua pangeran kembar itu, sayangnya Lin Lin telah terlebih dahulu menghentikan nya untuk mengumumkan kedatangan dirinya.
Jadi prajurit itu segera saja menutup mulut nya dan hanya membuka pintu untuk Lin Lin tanpa mengabarkan kedatangan Lin Lin.
"Lin Lin, kau sudah datang," ucap Xie Jun Hao dengan raut wajah yang gembira.
Lin Lin menganggukkan kepalanya, "Mereka berdua tidak mau aku tinggal di kamar. Jadi terpaksa aku membawa mereka ke ruang makan. Maafkan aku."
Xie Jun Hao menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa. Lagipula keliatan nya Xie Yu Ra sangat senang dengan kedatangan adik nya di ruang makan ini."
Xie Jun Hao berucap dengan tatapan nya mengarah ke Xie Yu Ra yang menatap Lin Lin dengan tatapan yang berbinar cerah.
Lin Lin terkekeh pelan kemudian menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Xie Jun Hao. Lin Lin melihat bahwa Xie Yu Ra benar-benar menatap kedua putra yang sedang ia gendong sekaligus di kedua sisi tangan nya.
"Rara, kau bisa bermain dengan adik mu nanti, setelah kau selesai menghabiskan makanan yang ada di hadapan mu sekarang," ucap Lin Lin yang sangat tahu bahwa Xie Yu Ra sangat ingin bermain bersama dengan kedua adiknya.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari ibunya, Xie Yu Ra segera saja memakan makanan di hadapan nya dengan sangat lahap. Lin Lin terkekeh pelan, begitu pula Xie Jun Hao.
Lin Lin saat ini tidak merasakan sakit apapun karena sedang berada di dekat Xie Hao Ran, entah apa yang menyebabkan rasa sakit itu hilang, yang terpenting adalah Lin Lin bisa tersenyum tanpa merasakan rasa sakit itu.
Tepatnya, setelah Xie Yu Ra selesai memakan makanan nya, Xie Yu Ra langsung saja duduk di samping Lin Lin dan menatap kedua adik kembar nya dengan tatapan berbinar.
Bibir nya sudah sangat gatal untuk mengoceh banyak hal kepada kedua adiknya. Xie Yu Ra bahkan sudah membayangkan betapa senang nya Xie Hao Lan ketika mendengar ocehan nya nanti, dan betapa dinginnya ekspresi Xie Hao Ran ketika mendengar ocehan nya.
Tetapi sayangnya hal itu tidak bisa bertahan lebih lama. Lin Lin tiba-tiba saja merasakan bahwa tubuh nya menjadi sangat lemas. Lin Lin menjatuhkan sumpit yang ada di tangan nya sehingga membuat bunyi yang agak keras.
Xie Jun Hao menatap Lin Lin dengan panik ketika mendengar suara sumpit yang terjatuh ke tanah. Xie Jun Hao mengabaikan makanan nya dan segera mendekati Lin Lin.
"Lin Lin, apa kau baik-baik saja? Apa yang terjadi padamu? Apakah kau merasa sakit? Katakan padaku," ucap Xie Jun Hao dengan cepat.
Xie Yu Ra juga sama paniknya dengan Xie Jun Hao, bahkan Xie Yu Ra sudah benar-benar tidak memikirkan tentang mengoceh banyak hal kepada adik-adik nya.
Tetapi ketika Lin Lin mengatakan hal itu, wajah Lin Lin terlihat sangat pucat. Bahkan bibir wanita itu tampak sangat putih, seperti tidak ada darah yang mengalir di sana.
Lalu beberapa detik kemudian, Lin Lin terjatuh dengan lemas dari kursi nya. Xie Jun Hao dengan cepat menggendong kedua bayi kembar nya karena ia tahu bahwa Xie Yu Ra tidak akan mampu menggendong dua bayi sekaligus.
Jadi Xie Yu Ra bertugas untuk menahan tubuh Lin Lin agar tidak jatuh dari kursi. Setelah itu, seluruh istana dilanda kepanikan.
Xie Jun Hao berteriak keras sambil menggendong Xie Hao Ran dan Xie Hao Lan, menyuruh siapapun untuk memanggil tabib istana ke kamar mereka.
Xie Jun Hao memberikan kedua putra nya kepada kepala pelayan dan pelayan pribadi Xie Yu Ra kemudian menggendong Lin Lin untuk dibawa ke kamar mereka.
__ADS_1
Xie Yu Ra juga ikut menyusul ayah nya yang berlari ke kamar ayah dan ibunya. Xie Yu Ra tampak sangat panik. Wajar saja, dia masih anak berumur lima tahun yang hanya tahu bersenang-senang.
Tak mungkin jika Xie Yu Ra tidak panik. Tetapi Xie Yu Ra juga tahu bahwa panik tidak akan membantu apapun. Xie Yu Ra berusaha tidak menangis karena khawatir pada ibu nya, tetapi Xie Yu Ra tidak bisa menahan air mata yang menetes di wajah mungil nya.
"Tabib, cepat periksa apa yang terjadi dengan istri ku!" ucap Xie Jun Hao dengan suara yang keras kepada tabib yang baru saja tiba di kamar.
Tabib itu dengan cepat berlari ke arah Lin Lin dan meletakkan sebuah kain di atas pergelangan tangan Lin Lin barulah ia memeriksa denyut nadi Lin Lin.
Tabib itu bahkan tidak sempat untuk memberikan hormat kepada Xie Jun Hao dan Xie Yu Ra karena sudah terlebih dahulu diteriaki oleh Xie Jun Hao.
Tabib itu menghela nafas nya dengan pelan, wajar bagi Xie Jun Hao untuk panik. Tabib itu juga panik melihat permaisuri kekaisaran mereka tampak sangat pucat dan lemah.
Tetapi ia tidak bisa menjadi panik. Dia adalah seorang tabib, jika seorang tabib saja panik hanya karena pasien nya pingsan maka siapa yang akan mempekerjakan dirinya?
Setelah beberapa saat tabib itu memeriksa denyut nadi Lin Lin, tabib itu sama sekali tidak mengatakan apapun. Dia hanya merasakan denyut nadi Lin Lin kemudian sesekali mengernyitkan dahi nya.
Melihat hal itu, Xie Jun Hao malah menjadi semakin panik dan malah menjadi kesal karena tabib itu terlalu lama memeriksa keadaan Lin Lin.
"Hei kau, apakah kau benar-benar seorang tabib atau bukan sih? Mengapa lama sekali memeriksa istri ku saja!" Xie Jun Hao merasa sangat marah dengan tabib itu.
Tabib itu segera saja menundukkan kepalanya kemudian menggelengkan kepalanya. Xie Jun Hao tentu saja tidak mengerti apa maksud gelengan kepala dari tabib itu.
...****************...
Note¹: Maaf lama update nya, aku lagi ujian. Dan aku memang lagi fokus ke nilai, mohon dimaklumi.
__ADS_1
Note²: TSTP sudah ada di profil aku, tapi gak perlu dibaca dulu. Biarin aja, nanti aku kasih pengumuman kok kalau chapter 1 nya udah aku up.