Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
56. Di dunia atas


__ADS_3

Dewi Zhou menatap Lin Lin dengan terkejut kemudian tersenyum tipis, "Mereka menganggap bahwa diri mereka sudah tidak setara lagi dengan manusia di dunia bawah. Mereka menganggap bahwa orang-orang lemah adalah sebuah sampah untuk dipermainkan. Itulah yang membuat mereka tidak suka pada manusia."


Lin Lin mendengus tidak percaya setelah mendengar hal itu. Hanya karena mereka sudah naik ke dunia atas sehingga membuat mereka merasa sangat sombong? Itu benar-benar sangat tidak masuk di akal.


Dewi Zhou tentu saja mendengar suara dengusan dari Lin Lin yang tampaknya ditujukan kepada para dewa yang dengan sombong nya melupakan dan menganggap bahwa manusia adalah sebuah makhluk rendahan.


Tentu saja dewi Zhou sama sekali tidak pernah berniat untuk membela para dewa yang sombong itu, lagipula dewi Zhou sendiri juga tidak suka dengan sikap mereka. Tetapi dewi Zhou tetap harus memberikan pemahaman yang baik kepada Lin Lin mengenai beberapa dewa yang masih menghormati dan berteman dengan manusia.


"Jangan menganggap semua dewa seperti itu. Beberapa dari mereka juga adalah orang yang baik. Bahkan mereka sering kali menolong para manusia yang sedang mengalami kesulitan. Jadi jangan menganggap bahwa para dewa itu jahat," ucap dewi Zhou berusaha membuat Lin Lin agar tidak salah paham dengan semua dewa.


Lin Lin menganggukkan kepala nya kemudian menghela nafas nya, dia memang tidak boleh menilai para dewa hanya dengan sikap beberapa dari mereka saja.


"Kita sudah akan sampai, bersiaplah, hawa di dunia atas akan sangat berbeda dengan dunia bawah. Mungkin untuk mu tidak akan terbiasa dan kau bisa saja sedikit terganggu dengan hawa yang ada," ucap dewi Zhou menatap Lin Lin dengan senyuman di wajah nya.


Lin Lin menganggukkan kepalanya kemudian berusaha untuk bersiap tentang hawa yang ada di dunia atas.


Seketika saja awan mereka menembus langit biru yang gelap karena masih malam hari. Tentu saja ketika mereka menembus langit, Lin Lin merasa sangat takut. Bagaimana mungkin tidak takut, itu adalah langit, bukan sekedar awan biasa.


Disaat mereka sudah menembus langit, Lin Lin merasakan hawa di sekitar nya menjadi sedikit berat, bahkan beberapa kali Lin Lin harus menyesuaikan nafas nya agar dia tetap bisa bernafas di bawah tekanan yang kuat ini.


"Kita sudah sampai di dunia atas, apakah kau baik-baik saja, Lin Lin?" tanya dewi Zhou sambil melihat ke arah Lin Lin dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


Lin Lin yang merasa tidak enak kepada dewi Zhou karena sudah banyak merepotkan nya pun hanya bisa menjawab dengan sebuah anggukan kepala kecil saja supaya dewi Zhou tidak khawatir lagi pada dirinya.


Sayangnya dewi Zhou menyadari bahwa Lin Lin terlihat sesak untuk bernafas sehingga dewi Zhou segera saja mengibaskan tangan nya.


Setelah dewi Zhou mengibaskan tangan nya, Lin Lin langsung merasa bahwa nafas nya sudah kembali seperti biasa dan dia sama sekali tidak memiliki permasalahan dalam bernafas lagi.


"Terima kasih banyak karena telah membantu ku. Tetapi aku punya satu pertanyaan," ucap Lin Lin sambil menatap dewi Zhou.


Dewi Zhou tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya dengan lembut, "Tanyakan saja jika itu memang membuat dirimu bingung. Aku akan menjawab sebisa ku."


Lin Lin menghela nafas nya beberapa kali untuk menyesuaikan nafas nya dan memastikan sesuatu kemudian barulah dia berbicara, "Mengapa aku masih bisa bernafas sedangkan aku sekarang adalah sebuah arwah?"


Dewi Zhou tersenyum pelan ketika dia mendengar pertanyaan dari Lin Lin. Wajar saja jika Lin Lin bertanya seperti itu pada dirinya karena sebenarnya itu adalah hal yang tidak masuk di akal. Bahkan itu hanya terjadi pada Lin Lin saja, dan sama sekali tidak pernah terjadi pada manusia mana pun yang pernah masuk ke alam dewa.


Lin Lin menganggukkan kepalanya tetapi masih ingin bertanya karena sama sekali tidak paham, "Apa maksudnya dua jiwa? Bukankah jiwa dari tubuh ku sebelumnya sudah pergi? Dan mengapa bisa menyatu? Aku sama sekali tidak merasakan bahwa ada jiwa yang menyatu dengan jiwa ku."


Dewi Zhou terkekeh pelan dengan pertanyaan beruntun dari Lin Lin, "Mana mungkin kau menyadari nya. Itu hanya sepuhan arwah yang sangat kecil dari pemilik tubuh mu sebelumnya. Dia tidak bisa membawa seluruh jiwa nya sehingga dia meninggalkan sedikit jiwa nya di dalam tubuh mu. Sedangkan pada kasus mu sebelumnya, jiwa mu memang keluar, tetapi atas kehendak para dewa sehingga jiwa pemilik tubuh mu yang dulu juga ikut keluar dan menyatu dengan jiwa mu. Begitulah bahasa sederhana nya," ucap dewi Zhou menjelaskan dengan sabar.


Lin Lin menganggukkan kepalanya mengerti setelah mendengar penjelasan dari dewi Zhou, itu adalah jawaban yang sangat memuaskan.


Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara kedua wanita itu. Yang terdengar hanyalah langkah kaki yang berjalan di tengah rerumputan kecil.

__ADS_1


"Kita sudah sampai."


Lin Lin menatap ke arah depan nya di mana di depan nya saat ini adalah sebuah istana yang terlihat cukup indah, istana ini sangat luas. Mungkin bisa dikatakan ukuran nya sama dengan istana kekaisaran nya.


"Apakah ini adalah istana dari pimpinan tertinggi itu?" tanya Lin Lin dengan tidak mengerti.


Dewi Zhou menggelengkan kepalanya dengan senyuman lembut di wajah nya.


"Tidak, bukan ini," ucap dewi Zhou masih dengan senyuman di wajah nya.


Lin Lin kembali menjadi bingung. Mengapa mereka berjalan kaki kemari tetapi ini bukanlah tempat dari pimpinan tertinggi itu? Lalu apa tujuan mereka berjalan kaki ke arah ini?


"Jangan khawatir. Dia akan segera muncul," ucap dewi Zhou masih dengan nada yang tenang.


Lin Lin tidak mengerti dengan itu, apa maksud dari dia? Siapa memangnya yang akan datang dan menyapa mereka? Lin Lin saja tidak bisa melihat para dewa yang ada di sekitar sini, hanya ada tumbuhan dan bunga saja di sini, sama sekali tidak ada kehidupan lainnya yang dia lihat.


"Kalian sudah menunggu lama?" tanya seorang pria dengan pakaian berwarna dominan hitam dan wajah yang tanpa ekspresi muncul dari dalam istana itu.


Dewi Zhou tersenyum kepada pria itu kemudian menatap ke arah Lin Lin dan kembali lagi menatap pria itu kemudian dewi Zhou menggelengkan kepala nya.


...****************...

__ADS_1


Hello, aku mau cerita sedikit, kenapa aku lama banget balas komentar kalian? Itu semua karena aku sibuk:( Of course, semua orang pasti punya kesibukan masing-masing. Tapi aku juga sibuk banget karena harus latihan lomba. Lomba nya beda lagi dari yang kemarin btw. Soalnya aku itu kayak tim inti dari sekolah buat ikutan lomba tiap kali ada lomba gitu, pokoknya begitu deh. Jadi maaf yaaa, btw makasih buat doa kalian kemarin-kemarin, aku menang lombanyađź’™ walaupun cuma juara harapan 1, it's okay buat pemula xixi


__ADS_2