
Butuh waktu beberapa jam bagi Lin Lin untuk tetap berada di alat yang sedari tadi terus membuat dirinya berputar-putar dan membuat tulang-tulang terasa sangat remuk.
Tetapi untung saja setelah beberapa jam Lin Lin menahan rasa sakit itu, rasa sakit dan mual itu mendadak menghilang. Tetapi digantikan dengan rasa seolah terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi.
Lin Lin tentu saja tidak bisa menahan dirinya untuk berteriak karena rasa panik akan jatuh. Lin Lin sudah berusaha keras untuk menggunakan ilmu peringan dirinya tetapi hal itu tetap tidak berguna.
"AAAAH!" teriak Lin Lin dengan kencang.
Disaat Lin Lin berteriak, dirinya langsung saja refleks duduk dan bernafas dengan kencang karena rasa panik nya.
"Hei, kenapa kau berteriak sekencang itu?!" ucap seseorang dengan kasar ketika Lin Lin sedang mengatur nafas nya.
Lin Lin segera saja berbalik ke arah orang yang berteriak pada dirinya kemudian melihat bahwa adalah seorang gadis yang tengah berdiri di hadapan sebuah laci yang sedang terbuka.
Lin Lin menduga bahwa laci yang sedang terbuka itu pastilah adalah laci milik nya, dan tempat di mana dirinya saat ini adalah kamar nya sendiri.
Namun yang jadi pertanyaan nya adalah siapa gadis yang saat ini terlihat tengah mencari-cari sesuatu di laci nya itu?
"Sedang apa kau di sana? Mengapa kau terlihat seperti seorang pencuri yang akan mencuri barang-barang ku?" tanya Lin Lin dengan raut wajah yang kesal.
Tentu saja gadis itu menjadi sangat takut dan cemas, tetapi karena rasa gengsi yang dia miliki, gadis yang sedang menatap Lin Lin dengan tatapan tajam itu berpura-pura berani.
"Memangnya kenapa? Apa maksudmu aku akan mencuri barang mu?! Kau menuduh ku?! Heh, biar ku katakan saja ya, ayah bahkan akan membelikan ku barang yang kualitas nya lebih baik daripada barang-barang rongsokan mu itu!" ucap gadis itu dengan nada yang sangat sombong.
Lin Lin hanya menatap gadis itu dengan tatapan mata yang sangat datar tanpa peduli apa yang dikatakan oleh gadis itu.
__ADS_1
"Kau sudah selesai sombong nya? Kalau sudah silahkan keluar dari kamar ku, dan lagi, aku katakan pada mu, kamar ku bukan tempat untuk sirkus atau ajang sombong untuk mu. Jadi kau bisa lakukan sikap sombong mu di tempat lain," ucap Lin Lin dengan nada yang datar.
Gadis itu merasa sangat kesal setelah mendengar ucapan dari Lin Lin. Tetapi dia tetap tidak mengatakan apapun selain mendengus kesal dan keluar dari kamar Lin Lin. Tak lupa gadis itu menutup pintu kamar Lin Lin dengan sangat keras sehingga menimbulkan suara yang keras.
Lin Lin hanya menatap datar sikap gadis itu yang terlihat sangat kekanak-kanakan. Memangnya mengapa dia bersikap seperti itu?
Tetapi satu hal yang membuat Lin Lin kembali sadar adalah dirinya baru saja ingat bahwa dia sedang berada di sebuah tempat yang asing.
Dia tidak bisa mengingat apapun tentang pemilik tubuh yang sedang dia tinggali. Dan tidak ada yang bisa dia jadikan sumber informasi saat ini.
"Aneh, mengapa ini sudah beberapa jam sejak aku sadarkan diri, mengapa tidak ada yang menghampiri diriku? Maksud ku adalah, ini adalah rumah yang sangat mewah, mengapa tidak ada satupun pelayan yang datang kemari? Aku butuh sebuah informasi," ucap Lin Lin dengan putus asa setelah lima jam menunggu kedatangan seseorang untuk diinterogasi.
Sayangnya sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan yang akan datang ke kamar nya. Lin Lin merasa sangat putus asa dengan hal itu.
Oh omong-omong, meskipun Lin Lin sama sekali tidak bisa menggunakan kekuatan nya seperti dahulu, sebagian kecil dari kekuatan nya masih tertinggal di dalam jiwa nya, salah satu nya adalah insting bertarung dan juga kemampuan menyadari kehadiran seseorang milik Lin Lin masih tersisa.
Lin Lin menghela nafas nya, tubuh yang saat ini dia masuki terlihat kuat, yah lumayan untuk standar seorang gadis yang tidak dipedulikan oleh keluarga nya.
Hanya saja selama lima jam tersebut, Lin Lin berusaha keras untuk menyesuaikan dirinya dengan tubuh yang baru saja dia masuki ini. Entah mengapa, tubuh nya yang satu ini susah sekali untuk dikendalikan oleh nya.
Mungkin karena dirinya kurang terbiasa dengan tubuh baru atau karena jiwa gadis itu belum sepenuhnya keluar dari raga ini.
Tetapi syukurlah bahwa setelah lima jam berlalu Lin Lin sudah dapay mengendalikan tubuh itu dengan baik dan Lin Lin sudah dapat bergerak dengan bebas.
Tetapi satu hal yang tidak dapat Lin Lin syukuri adalah, tubuh ini kelaparan. Lin Lin merasa bahwa tubuh ini sama sekali tidak mengonsumsi makanan selama beberapa waktu.
__ADS_1
Jadi Lin Lin memutuskan untuk melangkah keluar dari kamar nya dan segera saja berjalan menuju dapur, walaupun sebenarnya Lin Lin tidak tahu di mana dapur berada, tetapi Lin Lin memilih untuk mengikuti insting nya.
Selama Lin Lin berjalan keluar dari kamar nya dan mencari letak dapur rumah tersebut, Lin Lin sama sekali tidak melihat satupun pelayan. Bahkan koridor di sekitar nya terlihat sangat gelap.
Barulah selama beberapa saat Lin Lin berjalan, Lin Lin menemukan letak dapur, hanya saja tampaknya Lin Lin sedikit kurang beruntung karena dapur tersebut hanyalah dapur kotor dan suram, bahkan tidak ada bahan makanan satu pun di dalam nya.
Lin Lin menghela nafas nya dengan panjang, mengapa ada dapur suram seperti ini? Tetapi satu-satunya hal yang membuat Lin Lin merasa lelah adalah mengapa tidak ada satupun pelayan di ruangan tersebut.
Kemudian Lin Lin kembali berjalan mencari letak dapur lain. Lin Lin menghela nafas nya, apakah dia akan dapat menemukan salah seorang pelayan untuk memberikan nya informasi tentang identitas nya?
Syukurlah setelah beberapa menit Lin Lin berjalan mengitari rumah tersebut, Lin Lin tiba di sebuah koridor yang tampaknya ramai akan para pelayan yang hilir mudik mengurus pekerjaan mereka.
Tetapi ketika salah satu pelayan tersebut melihat ke arah Lin Lin, pelayan tersebut segera saja menjatuhkan ember yang dia pegang di tangan nya.
"Ha-hantu!!" teriak pelayan tersebut dengan histeris.
Tentu saja teriakan dari pelayan tersebut membuat pelayan yang lain menjadi mengalihkan fokus mereka ke arah Lin Lin. Jelas saja mereka terkejut dengan keberadaan Lin Lin saat ini.
Lin Lin malah menjadi kebingungan karena dirinya saat ini malah disebut sebagai hantu padahal dirinya bahkan tidak melakukan apapun.
"Apa maksudmu dengan hantu?" tanya Lin Lin dengan nada yang dingin.
Para pelayan lain baru saja menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan dengan menyebut Lin Lin sebagai hantu. Hal ini membuat semua pelayan yang ada di sana menundukkan kepala mereka.
"Aku bertanya kepada kalian semua! Apa maksudmu dengan hantu?!" bentak Lin Lin dengan sangat keras.
__ADS_1
Semua pelayan di sana malah menjadi sangat terkejut, apalagi ketika Lin Lin menatap mereka semua dengan tatapan tajam dan juga dingin sekaligus.
...****************...