Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
19. berpura-pura


__ADS_3

Lin Lin menatap sekitar nya yang masih terus tertawa, Lin Lin pun juga ikut mengeluarkan gelak tawa nya walaupun itu sebenarnya yanga kepura-puraan agar keluarga nya tidak curiga dengan sikap nya yang mendadak aneh.


Meskipun Lin Lin yakin bahwa tidak ada satu pun orang yang akan mengetahui bahwa sedari tadi dia tertawa hanya pura-pura saja, tetapi sebenarnya ada satu orang yang sedari tadi terus memperhatikan Lin Lin dan mengetahui setiap gerak-gerik Lin Lin. Entah itu pura-pura atau asli.


Tentu saja jika bertanya siapakah orang itu maka jawaban nya akan langsung jelas. Orang itu adalah orang yang duduk di samping Lin Lin saat ini, Xie Jun Hao.


Sedari tadi, sama seperti Lin Lin, Xie Jun Hao terus saja menatap Lin Lin seolah-olah tidak ada lagi yang lebih penting daripada Lin Lin di sana.


Bedanya Lin Lin dan Xie Jun Hao saat ini adalah Lin Lin melihat ke arah keluarga nya sedangkan Xie Jun Hao hanya terfokus kepada Lin Lin. Untung saja tidak ada yang menyadari sikap dan perilaku Xie Jun Hao kepada Lin Lin, kecuali satu orang.


"Hei, aku bertanya pada mu Lin Lin. Lihatlah Rara, meskipun dia anak kalian berdua, Rara terlihat seperti gadis normal berumur lima tahun. Setidaknya dia ceria bukan seperti kalian berdua, balok es hidup dan bernyawa," ucap Xie Shan Nu dengan candaan nya.


Lin Lin kemudian terkekeh pelan, apa yang dikatakan oleh Xie Shan Nu memang benar. Lin Lin sendiri juga tidak tahu mengapa Xie Hao Ran bisa benar-benar berbeda dengan anak-anak nya yang lain.


Tetapi mungkin ketidaktahuan itu terjadi dulu, bukan sekarang. Tentu saja untuk sekarang Lin Lin bisa menebak mengapa sikap Xie Hao Ran sangat berbeda daripada sikap kedua kakak nya.


Tetapi untuk saat ini Lin Lin pikir akan lebih baik untuk tetap diam dan membiarkan semuanya menjadi sebuah pertanyaan saja. Nanti, mungkin nanti, Lin Lin akan memberitahukan kebenaran itu kepada Xie Jun Hao disaat dirinya akan pergi selama-lamanya.

__ADS_1


Atau mungkin Lin Lin akan memberitahukan nya disaat dirinya memang telah pergi. Lin Lin mungkin berpikir untuk menggunakan surat daripada harus memberitahu secara langsung.


"Oh iya, Lin Lin, sebenarnya kami semua bingung karena mendadak mendapatkan undangan dari istana yang mengatakan bahwa kami harus mengunjungi istana. Memangnya terjadi sesuatu? Apakah para hewan spirit semakin banyak yang mengamuk? Apakah terjadi masalah pada kekaisaran?" tanya Liu Mei setelah semua orang kehabisan topik pembicaraan.


Lin Lin menggelengkan kepalanya dengan sebuah senyuman di wajah nya. Tentu saja tidak mungkin karena itu. Tetapi Lin Lin sudah mengambil keputusan bahwa dia tidak akan memberitahukan orang tua nya tentang kabar bahwa dirinya akan pergi meninggalkan semua orang di dunia itu.


Sejujurnya setelah mendengar pertanyaan seperti itu, Xie Yu Ra sangat ingin menangis ketika tahu fakta bahwa ibu nya sakit-sakitan dan menderita. Tetapi mengingat ibu nya yang terlihat tersenyum manis seolah-olah sama sekali tidak ada yang salah, Xie Yu Ra terpaksa menahan tangis nya dan mengikuti sikap ibu nya yang bertingkah laku seolah tidak terjadi apapun pada Lin Lin.


Xie Jun Hao tentu saja melihat ekspresi wajah putri nya yang mendadak sedih sepersekian detik namun di detik berikutnya Xie Yu Ra sudah kembali tersenyum. Xie Jun Hao tahu bahwa Xie Yu Ra saat ini begitu terpukul, usia nya masih muda tetapi dia harus melihat ibu nya menderita rasa sakit.


Tetapi Xie Jun Hao sendiri juga tidak bisa melakukan apapun, yang bisa dia lakukan hanyalah menatap kedua perempuan yang sangat dia sayangi dan dia cintai sambil berusaha sebaik mungkin untuk terlihat baik-baik saja.


"Tidak ada apa-apa ibu. Aku hanya merindukan kalian, jadi aku sengaja mengundang kalian untuk datang ke istana. Oh iya benar, bagaimana jika aku memasakkan kalian sesuatu? Sudah lama sekali aku tidak memasak untuk orang lain," ucap Lin Lin dengan sengaja mengalihkan topik pembicaraan dengan cepat.


Bahkan sebelum yang lainnya bereaksi, Xie Yu Ra telah melompat terlebih dahulu dari tempat duduk nya kemudian datang menghampiri ibu nya dan berteriak dengan senang.


"Mau! Aku mau memakan masakan ibu! Aku sudah bosan memakan masakan koki di dapur yang rasanya begitu-begitu saja. Aku ingin sesekali memanjakan lidah ku dengan rasa dari masakan ibu," ucap Xie Yu Ra dengan bersemangat.

__ADS_1


Lin Lin terkekeh pelan kemudian ia mengelus kepala putri nya dengan lembut. Lin Lin berbalik untuk menatap orang tua nya dan tersenyum manis.


Tentu saja yang lainnya segera saja berpendapat sama dengan Xie Yu Ra. Mereka sudah lama sekali tidak memakan masakan Lin Lin.


"Baiklah, Lin Lin. Kami akan memakan masakan mu. Tapi apakah kau butuh bantuan untuk memasak? Aku dan Mei Mei akan ikut dengan mu untuk membantu dirimu memasak," ucap nenek Meng dengan senyuman di wajah nya pula.


Mereka semua tersenyum seolah-olah itu adalah hari yang bagus dengan cuaca yang cerah. Sayangnya mereka tidak tahu bahwa senyum yang Lin Lin tunjukkan sedari tadi hanyalah senyuman pura-pura saja.


Lin Lin menganggukkan kepalanya untuk menanggapi pertanyaan dari nenek nya itu. Tentu saja akan menjadi lebih menyenangkan jika memasak bersama dnegan nenek dan ibu nya. Setidaknya Lin Lin masih bisa menikmati masakan dari nenek dan ibu nya untuk terakhir kali nya sebelum dia pergi selama-lamanya. Itu akan menjadi hal yang paling membahagiakan.


"Kalau begitu, untuk para lelaki, kalian bisa menunggu disini terlebih dahulu hingga kami menyelesaikan masakan kami. Mohon jaga anak-anak ku dengan baik.


"Terutama gadis kecil yang nakal ini. Jika dia bertingkah, aku mengikhlaskan agar dia diikat saja supaya dia tidak menjadi nakal," ucap Lin Lin menyelipkan sebuah candaan di ucapan nya.


Tentu saja tidak mungkin Xie Yu Ra akan diikat hanya karena dia bertingkah dengan nakal. Lin Lin hanya ingin membuat tawa di antara para pria itu.


Tetapi sayangnya Xie Yu Ra menjadi cemberut dengan cepat setelah mendengar ejekan dari ibu nya itu.

__ADS_1


"Ibu, aku tidak nakal. Dan lagi siapa yang ingin berada di antara para pria yang tidak mengasyikkan ini? Aku ingin ikut bersama dengan ibu, nenek, dan nenek buyut. Aku juga ingin membantu kalian memasak," ucap Xie Yu Ra dengan cemberut.


...****************...


__ADS_2