
"Baiklah, aku tidak akan berlama-lama lagi. Berikan tiga surat ini kepada ketiga anak ku saat mereka lepas kendali, atau disaat mereka merasa putus asa atau marah. Intinya berikan surat itu hanya jika umur mereka telah menginjak remaja. Remaja pada umumnya sangat labil, dan aku takut akan ada sebuah kejadian yang membuat mereka menjadi terguncang.
"Jika saat itu memang akan tiba, tolong berikan mereka surat itu. Nama mereka sudah aku tulis di bagian luar surat, jadi kau tidak akan terbalik ketika memberikan surat nya kepada mereka," ujar Lin Lin dengan memberikan tiga buah surat kepada Min Xiang.
Di surat tersebut, Min Xiang dapat melihat nama masing-masing dari anak Lin Lin di setiap satu surat. Jadi Min Xiang segera saja menganggukkan kepalanya.
"Lalu surat terakhir ini, berikan kepada Jun Hao," ucap Lin Lin memberikannya sebuah surat yang terlihat berbeda dari ketiga surat lainnya.
Surat itu adalah surat khusus yang dibuat oleh Lin Lin. Bahkan amplop surat itu saja Lin Lin perkuat menggunakan energi spiritual nya dan hanya bisa dibuka oleh Xie Jun Hao. Jika ada orang lain yang mencoba untuk membuka surat itu, maka mereka pasti tidak akan bisa membuka nya.
"Berikan surat itu kepada Xie Jun Hao hanya pada saat aku telah meninggal. Entah itu kau memberikan nya di saat kremasi ku, atau kau memberikan nya sesaat setelah aku meninggal. Intinya jangan lupa untuk memberikan surat itu pada nya. Kau paham kan, Min Xiang?" ucap Lin Lin dengan menatap Min Xiang dengan tatapan mata yang sangat dalam.
Min Xiang segera saja menganggukkan kepalanya dan menyimpan keempat surat itu dengan baik. Setelah itu, baru saja Min Xiang ingin kembali berbicara sayangnya Lin Lin telah memotong perkataan Min Xiang terlebih dahulu.
"Aku akan menggunakan sisa-sisa energi spiritual ku untuk mempertahankan ruang dimensi ini agar tidak ada yang berubah sama sekali ketika Rara menjadi tuan mu, Min Xiang. Biarkan dia mendapatkan dua buah mansion, satu mansion modern dan satu lagi mansion kuno. Itu akan sangat berguna bagi nya nanti. Anggap saja sebagai permintaan maaf dari ku karena telah meninggalkan nya dan membuat dia harus berjuang sendirian tanpa seorang ibu di sisi nya," ucap Lin Lin lagi.
Ruang dimensi memang susunan nya akan berubah ketika tuan nya berubah. Biasanya ruang dimensi akan mengikuti keinginan tersembunyi dari tuan nya tentang sebuah mansion besar.
__ADS_1
Tetapi apabila tuan sebelumnya ingin membiarkan mansion nya tetap ada untuk tuan selanjutnya dari ruang dimensi itu, maka tuan sebelumnya harus mengorbankan beberapa energi spiritual untuk membiarkan mansion itu tetap ada sekalipun akan ada tuan baru di dalam mansion itu.
Tapi nyatanya Min Xiang dengan tegas menolak hal itu. Bahkan Min Xiang saat ini sampai berteriak kepada Lin Lin dengan suara yang sangat keras.
"Itu sangat tidak mungkin tuan!" ujar Min Xiang.
Lin Lin tidak terkejut ketika mendengar teriakan dari Min Xiang. Jujur saja, Lin Lin telah menebak bahwa Min Xiang pasti akan bereaksi seperti itu, makanya Lin Lin tidak lagi terkejut dengan Min Xiang yang berteriak setelah dia mengatakan hal itu.
Min Xiang menatap Lin Lin dengan tatapan mata yang tidak bisa dijelaskan. Min Xiang tentu saja ingin marah dan kesal dengan keputusan sepihak dari Lin Lin yang dibuat tanpa memikirkan dirinya sendiri.
"Jika tuan mempercepat proses pemutusan kontrak dengan ku lalu mempertahankan mansion itu juga untuk anak tuan maka kedua hal itu sangat tidak. mungkin untuk dilakukan secara bersamaan. Tuan harusnya tau tentang hal itu. Tuan bisa terluka sangat parah," ucap Min Xiang dengan ekspresi wajah yang cukup kesal.
Lin Lin terdiam sejenak setelah dirinya malah diceramahi oleh Min Xiang. Min Xiang berpikir bahwa Lin Lin akhirnya telah paham dengan apa yang dia ucapkan kemudian menghela nafas nya dengan lega.
Sayangnya reaksi Lin Lin setelah itu sangat berbeda dengan apa yang Min Xiang harapkan. Lin Lin malah terkekeh dengan bahagia kemudian menatap Min Xiang dengan tatapan mata yang lembut.
"Tuan, mengapa kau malah tertawa di saat aku sedang berbicara sangat serius?" tanya Min Xiang dengan raut wajah yang cukup kesal karena dirinya malah ditertawakan oleh Lin Lin.
__ADS_1
Lin Lin menggelengkan kepalanya kemudian mengangkat kepala nya untuk menatap Min Xiang yang saat ini lebih tinggi dari pada dirinya karena dia sedang duduk di tanah.
"Aku hanya berpikir bahwa di saat aku pergi, pasti aku akan sangat merindukan ocehan dari mu, Min Xiang. Dan juga mungkin aku akan mengasihani putri ku karena dia harus mendengar ocehan mu nantinya," ucap Lin Lin dengan kekehan pelan di bibir nya.
Min Xiang malah menjadi cemberut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Lin. Bisa-bisa nya Lin Lin malah bercanda di waktu-waktu yang sangat serius.
"Aku tidak bercanda tuan. Aku sedang serius," ucap Min Xiang dengan tatapan wajah yang sangat mengeluh kepada Lin Lin.
Lin Lin terkekeh pelan, tentu saja Lin Lin menyadari bahwa hal yang dia lakukan sangat berbahaya bagi dirinya sendiri. Tetapi mengapa Lin Lin malah tetap membiarkan dirinya untuk melakukan itu?
Alasannya adalah karena Lin Lin tahu bahwa hidup nya memang tidak akan lama lagi. Tinggal lebih lama di ruang dimensi itu hanya akan semakin cepat mengurangi masa hidup nya.
Karena masa hidup nya juga akan dihitung sesuai dengan tempat di mana dia berada saat itu. Sekalipun terdapat perbedaan waktu diantara ruang dimensi dan dunia nyata, maka masa hidup Lin Lin tetap akan dihitung dengan menggunakan perhitungan di ruang dimensi yang waktunya berjalan lebih cepat daripada di dunia nyata.
...****************...
Maaf banget, setelah aku pikir-pikir kayaknya aku bakal nunda dulu deh yang cerita Rara dan aku bakal. fokus ke sini dulu. Untuk alasannya karena aku ngerasa bahwa aku semakin sibuk. Belum lagi udah daring, terus aku disuruh ikut lomba dari sekolah. Jadi rasanya aku gak bisa banyak-banyak ngetik. Maaf banget yaaa. Tapi sesekali aku bakal up buat yang Rara kok, jadi mohon bersabar yaa.
__ADS_1