
"Tetapi dengan sengaja ku buat efek nya menjadi lambat dan membiarkan es tersebut masuk ke dalam organ tubuh nya. Aku tahu, sebagai seorang dewa, harusnya kekuatan fisik yang ia miliki akan menjadi sangat besar, maka dari aku dengan sengaja menggunakan jurus es itu agar efek nya masuk ke dalam bagian tubuh dalan dewa Lian.
"Dan untuk sisa serangan ku yang lainnya hanyalah sebuah pengalihan untuk menunda waktu pertarungan sehingga membuat es nya bekerja dengan cepat. Itu adalah hal yang sederhana dan menyenangkan," ucap Lin Lin dengan senyuman di wajah nya.
Para dewa-dewi setelah mendengarkan itu menjadi terdiam. Mereka tidak menyangka bahwa gadis manusia ini ternyata sangat licik dan juga cerdik.
Tetapi yang saat ini dipikirkan oleh paar dewa dewi itu adalah, bagaimanapun setelah ini nasib dewa Lian? Bukankah ia akan menjadi dewa yang paling miskin di dunia atas ini karena harus memberikan semua kekayaan yang dia miliki pada anak dari manusia itu?
Lin Lin menatap ke arah dewa Lian dengan tatapan yang datar kemudian berbalik untuk menatap ke arah dewa Wen yang sepertinya sudah tidak terkejut lagi.
"Apakah kita akan pergi untuk menemui tuan tertinggi itu sekarang?" tanya Lin Lin kepada dewa Wen dengan raut wajah yang polos. Tentu saja semua dewa-dewi di sana menjadi sangat terkejut ketika melihat raut wajah polos dari Lin Lin yang tadinya terlihat sangat menyeramkan.
Dewa Wen menganggukkan kepala nya, tetapi setelah itu dia sama sekali tidak berjalan dan memperhatikan ke arah dewa Lian yang masih membeku di tanah.
"Oh, apakah anda mengkhawatirkan dia? Tenang saja, dia akan baik-baik saja. Aku hanya membuat nya membeku dan tidak bisa melakukan apapun selain mendengarkan dan melihat apa yang terjadi di dunia atas ini. Aku sengaja melakukan hal itu agar di saat barang-barang yang dia miliki di bawa pergi, dia tidak akan bisa berbuat apapun. Tenang saja, itu juga tidak akan membunuh ataupun membuat nya sakit. Aku tidak sekejam itu pada seorang dewa," ucap Lin Lin dengan senyuman manis di wajah nya.
Tetapi sayangnya semua perkataan Lin Lin saja terbalik dengan apa yang dia lakukan. Apa yang lebih kejam di saat ketika semua yang kita miliki diambil dan diberikan pada orang lain tanpa izin kita sendiri dan kita sendiri tidak bisa melakukan apapun selain melihat apa yang dilakukan.
Lin Lin terkekeh pelan setelah melihat raut wajah dewa Lian yang sangat sedih sekaligus kesal pada dirinya. Tentu saja Lin Lin tidak akan memperhatikan hal kecil seperti itu. Jadi dia hanya diam saja dan tidak melakukan apapun.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, kita akan pergi sekarang," ucap dewa Wen dengan tenang.
Lin Lin menganggukkan kepala nya kemudian segera saja mengikuti langkah kaki dari dewa Wen yang telah berjalan di depan nya. Lin Lin dengan sengaja berbalik ke belakang dan menatap dewa Lian yang juga sedang melihat Lin Lin. Kemudian Lin Lin memberikan nya sebuah kedipan manis.
Tentu saja kedipan itu bukan sebuah godaan, tetapi itu adalah sebuah ejekan kepada dewa Lian yang hanya bisa terbaring di tanah dengan membeku.
Tentu saja dewa Wen tahu apa yang sedang Lin Lin lakukan, hanya saja dia hanya terus berjalan lurus ke depan tanpa peduli apa yang Lin Lin lakukan selama gadis itu masih mengikuti langkah kaki nya untuk menuju ke tempat tuan tertinggi.
Setelah berjalan kaki selama beberapa waktu, akhirnya kedua orang itu tiba di hadapan sebuah istana yang sangat megah. Bahkan ukuran istana itu berkali-kali lipat daripada istana yang dia miliki di Benua Kanan itu.
"Ini adalah kastil milik tuan tertinggi itu?" tanya Lin Lin kepada dewa Wen sambil mendongakkan kepala nya untuk menatap keseluruhan dari istana tersebut.
"Baiklah, kita akan masuk sekarang. Apakah kaus sudah cukup mengagumi istana ini? Jika sudah maka kau harus mengikuti ku, istana ini begitu luas, kau tidak akan bisa sampai kepada tuan tertinggi jika kau malah berkeliaran sembarangan," ucap dewa Wen sambil menatap ke arah Lin Lin yang masih saja kagum dengan istana besar itu.
Lin Lin kemudian tersadar dari lamunan nya dan mendadak saja dirinya merasa sangat malu karena dirinya terlihat seperti orang norak yang baru pertama kali melihat sebuah istana.
Tentu saja dewa Wen yang bersikap sangat cuek itu sama sekali tidak memperdulikan Lin Lin yang merasa malu ataupun merasa seperti orang norak. Toh itu bukan urusan dirinya. Dewa Wen hanya menjalankan tugas nya sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh pimpinan tertinggi nya, jika dia tidak diperintahkan untuk melakukan sesuatu maka dia tidak akan melakukan apapun.
Lin Lin menganggukkan kepala nya kemudian menatap ke arah dewa Wen, "Maafkan aku, aku hanya merasa kagum saja dengan istana ini."
__ADS_1
Dewa Wen tidak menjawab dengan kata-kata, dia hanya menganggukkan kepala nya saja tanpa peduli pada apapun.
Jadi setelah itu Lin Lin segera saja mengikuti langkah kaki dewa Wen yang saat ini telah melangkah masuk ke dalam istana tersebut.
Lin Lin menatap ke sekitar istana dan merasa terkejut dengan luasnya istana itu. Itu memang sangat luas. Tetapi Lin Lin sendiri juga tidak terkejut terlalu lama. Lin Lin tentu saja bisa memaklumi mengapa istana tersebut begitu besar.
Jadi Lin Lin terus menatap ke arah sekitar. Tetapi setelah mereka berjalan cukup lama, mereka tetap saja belum sampai di tempat tuan tertinggi itu berada.
Hal ini membuat Lin Lin merasa bahwa memiliki istana yang sangat luas ternyata sangat tidak menyenangkan.
"Apakah kita masih lama untuk sampai pada tuan tertinggi?" tanya Lin Lin di saat mereka berdua sedang berada di sebuah koridor yang dindingnya berlapis berlian.
Dewa Wen menolehkan kepala nya ke arah Lin Lin kemudian menatap Lin Lin dengan tatapan datar khas nya. Dewa Wen menghela nafas nya dengan pelan setelah itu kembali untuk menghadap depan.
"Apakah menurut mu kita berjalan terlalu jauh? Apakah kau kelelahan?" tanya dewa Wen tetapi dirinya masih saja lanjut berjalan.
Lin Lin tentu saja dengan tergesa-gesa segera saja mengikuti dewa Wen yang berjalan dengan cepat di depan nya. Lin Lin tentu saja tidak mengatakan nya secara langsung, tetapi dirinya sudah merasa kelelahan dan mengeluh di dalam pikiran nya.
...****************...
__ADS_1
Hai, maaf aku tiba-tiba membuat keputusan sepihak, aku bakal slow update ðŸ˜. Alasannya adalah karena aku mau fokus belajar dulu. Entah kenapa belakangan ini aku ngerasa kayak, aku makin gak bisa fokus sama soal pelajaran jadi mau fokus belajar. Maaf banget yaaa, tapi tetap aku usahain untuk update kok. Maaf ya sekali lagi, aku tahu kalian kecewa dengan keputusan aku, tapi aku juga gak bisa kenapa-kenapa. Cuma slow update kok, bukan hiatus. Mungkin 2 hari sekali baru up gituu. Jadi jangan pergi ya dari lapak ku yang sepi iniðŸ˜