Mengejar Tuan CEO

Mengejar Tuan CEO
60. Ditantang (2)


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu. Aku akan membuat pelindung di sekitar kalian agar tidak merusak tanah dan alam sekitar. Pada hitungan ketiga kalian bisa memulai pertarungan kalian, satu, dua," ucap dewa itu malah menghentikan perkataan nya sejenak kemudian menatap ke arah Lin Lin dan dewa Lian secara bergantian.


"Apakah kalian sudah siap?" tanya dewa itu tiba-tiba.


Lin Lin dan dewa Lian secara kompak menganggukkan kepalanya. Barulah setelah kata "Tiga" dari dewa itu, pertarungan dimulai.


Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang maju ke depan untuk memberikan serangan terlebih dahulu. Lin Lin masih berada di tempat yang sama dan terdiam tanpa niat untuk bergerak sama sekali.


Sedangkan hal itu juga berlaku sama untuk dewa Lian yang sedang memperhatikan Lin Lin dengan tatapan mata yang serius.


"Kenapa kau tidak menyerang ku? Apakah kau takut? Lucu sekali," ucap Lin Lin dengan kekehan sinis.


Dewa Lian menatap Lin Lin dengan tatapan tajam juga, "Bukankah seharusnya aku yang menanyakan hal itu? Mengapa kau tidak menyerang ku? Apakah kau takut? Tenang saja, sesuai peraturan nya tadi, kau bisa saja langsung menyerah, aku tidak akan menyerang mu jika kau sudah menyerah."


Lin Lin mendengus pelan, apalagi ketika Lin Lin mengingat bahwa taruhan apabila dirinya kalah maka dia harus menjadi pelayan dari dewa Lian itu, tentu saja hal itu sama sekali tidak bisa dia terima.


Lin Lin dengan cepat melaju ke arah dewa Lian kemudian mengarahkan tinju ke arah dengan Lian.


Tentu saja Lin Lin belum menggunakan elemen nya saat ini karena dia baru ingin mencoba kekuatan nya saja. Lin Lin ingin mengetahui sebesar apa kekuatan dari dewa Lian barulah dia bisa menyerang dengan cara dan elemen yang tepat.


Tentu saja tinju yang Lin Lin layangkan kepada dewa Lian berhasil ditangkis. Lin Lin sama sekali tidak akan terkejut dengan hal itu. Malahan Lin Lin lebih akan terkejut bila tinju nya berhasil membuat dewa Lian terluka walaupun sedikit saja.

__ADS_1


"Apakah hanya segitu saja kemampuan yang kau miliki? Hah, lucu sekali kau ingin menerima tantangan dari diriku jika hanya itu saja yang bisa kau lakukan. Seharusnya kau tau kodrat mu sendiri. Jangan mempermalukan dirimu sendiri," ucap dewa Lian mulai mengejek Lin Lin.


Tentu saja Lin Lin tidak akan termakan ucapan dari dewa Lian yang tidak berguna itu. Lagi pula tadi Lin Lin hanya melakukan percobaan saja, bukan niat untuk mengalahkan dewa Lian dalam sekali serangan.


Lin Lin kemudian memfokuskan pikiran nya dan menatap tajam ke arah dewa Lian yang saat ini sedang memandang dirinya dengan pandangan mata yang meremehkan Lin Lin.


Lin Lin kemudian mengumpulkan energi spiritual nya di udara dan membuat sebuah hujan es yang mendadak saja turun. Tentu saja para dewa yang melihat itu menjadi terkejut.


Mereka kenal dengan jurus itu, itu adalah jurus yang pernah dibuat oleh salah satu dewa terkuat yang ada di dunia atas ini. Sayangnya dewa tersebut telah meninggal. Hanya saja jasa dari dewa tersebut selalu diingat oleh para dewa.


Bahkan dewa Lian yang melihat jurus itu sampai harus menelan ludah nya dengan kasar kemudian bersiap menerima jurus apapun yang akan diberikan oleh Lin Lin.


"Kenapa kalian terkejut begitu?" tanya Lin Lin dengan raut wajah polos kepada seluruh dewa yang ada di sana.


Lin Lin menatap dewi Zhou dengan pandangan mata tak mengerti kemudian segera saja memfokuskan pikiran nya lagi kepada dewa Lian yang saat ini sedang bersiap membuat pelindung.


"Berhati-hatilah dewa Lian. Berdasarkan pandangan kalian semua ketika aku mengeluarkan jurus ini, tampaknya kalian semau menjadi terkejut dan juga merasa takut. Sepertinya jurus ini bahkan terkenal di dunia atas ya," ucap Lin Lin dengan tatapan mata yang tajam.


Dewa Lian hanya mendengus pelan kemudian bersiap untuk menerima kepingan salju yang jatuh ke arah dirinya, tentu saja dewa Lian tidak akan tinggal diam. Dewa Lian langsung saja membuat pelindung di sekitar nya.


Hanya saja yang membuat Lin Lin terkejut dengan pelindung itu adalah, pelindung itu terbuat dari api. Lin Lin tidak pernah tahu bahwa dia akan melihat sebuah pelindung api ini.

__ADS_1


"Kau pikir dengan jurus sehebat ini kau mampu mengalahkan diriku? Jika itu dewa pencipta jurus ini yang melawan ku dengan menggunakan jurus ini maka sudah jelas aku sama sekali tidak akan bisa berkutik. Sayangnya, yang melawan ku dengan menggunakan jurus ini adalah kau, anak kecil yang begitu sombong. Menurut mu, seorang manusia kecil bisa melawan ku yang adalah seorang dewa? Teruslah bermimpi" ujar dewa Lian dengan kata-kata yang tajam.


Dewa Lian mengucapkan hal itu dengan perkiraan bahwa setelah mendengar ucapan nya, Lin Lin akan menyerah dan tidak lagi melawan. Tetapi apa yang diperkirakan oleh dewa Lian nyatanya tak benar.


Lihatlah, saat ini bahkan Lin Lin sama sekali tidak menampilkan raut wajah kecewa sama sekali ketika jurus nya sama sekali tidak berfungsi dan berefek pada dewa Lian.


"Bodoh jika aku mengira bahwa aku bisa mengalahkan dirimu hanya dengan mengeluarkan lima persen dari kekuatan ku yang sesungguh nya, yang mulia dewa Lian," ucap Lin Lin dengan tatapan mata yang mengejek.


Mendengar hal itu, dewa Lian baru saja tersadar bahwa sesungguhnya Lin Lin bahkan belum menggunakan setengah dari kekuatan asli nya.


Tentu saja setelah mengetahui hal itu, dewa Lian menjadi meradang, dia sangat kesal dengan apa yang dikatakan oleh Lin Lin. Tentu saja dia tidak pernah menyangka bahwa manusia yang ada di hadapan nya saat ini ternyata begitu licik.


"Apakah kau tidak pernah mendengar desas-desus tentang ku di dunia atas ini? Ku kira aku sudah sangat terkenal oleh kalian semua, tetapi nyatanya tidak ya? Sayang sekali. Harusnya aku terkenal di dunia atas ini," ucap Lin Lin mulai mengejek dewa Lian.


"Apa maksudmu? Mengapa kau malah menyombongkan diri mu saat ini? Apakah kau benar-benar sombong hanya karena kau sudah sering menjadi topik pembicaraan para dewa? Apakah kau sombong hanya karena hal itu?" tanya dewa Lian dengan sangat kesal.


Tentu saja Lin Lin menjawab dengan gelengan kepala nya, tetapi Lin Lin tidak berkata apapun dan mulai memfokuskan dirinya untuk melakukan jurus selanjutnya.


Lin Lin kali ini membuat sebuah gelombang air yang sangat besar, seperti sebuah tsunami, dan mengarahkan nya ke arah dewa Lian.


...****************...

__ADS_1


Plis aku kaget banget lho ngeliat cover nya diganti:(


__ADS_2