
"Emma, ya? Nama yang bagus, aku suka nama mu. Dan pertanyaan selanjutnya adalah, siapa nama ku?" tanya Lin Lin dengan raut wajah yang datar supaya tidak dikira aneh oleh Emma.
Orang gila mana yang akan menanyakan pertanyaan yang seaneh itu dengan raut wajah yang datar? Mungkin hanya Lin Lin saja yang begitu.
Emma hanya bisa menjawab dengan jujur walaupun sebenarnya Emma merasa sangat amat bingung dengan perubahan sikap Lin Lin.
"Tarsa Serafina," isyarat tangan dari Emma membuat Lin Lin sangat terkejut.
Nama dirinya juga sangat indah, dia sangat menyukai nama nya sendiri. Setidaknya dia puas dengan nama nya yang ada di dunia ini.
Jadi mulai sekarang dirinya bukan lagi Lin Lin, tetapi namanya adalah Tarsa Serafina. Itu adalah nama yang sangat indah.
Note : Jadi penyebutan nama Lin Lin akan diganti dengan Tarsa, ya.
Tarsa kemudian menatap ke arah Emma dan segera saja menyiapkan banyak sekali pertanyaan dalam otak nya supaya tidak ada satupun pertanyaan yang akan ketinggalan.
Tetapi Tarsa sendiri merasa tidak enak karena harus membuat Emma menjelaskan begitu banyak hal dengan menggunakan isyarat tangan, pasti tangan Emma akan kelelahan.
"Apakah kau akan baik-baik saja? Maksudku, aku akan bertanya banyak hal setelah ini. Bahkan jawaban yang harus diberikan dari pertanyaan itu adalah jawaban yang sangat panjang. Apakah kau baik-baik saja dengan menjawab semua pertanyaan ku nanti? Jika kau akan kelelahan maka kau bisa menolak nya. Aku akan mencari orang lain untuk memberitahukan jawaban dari pertanyaan yang ku miliki," ucap Tarsa lagi.
Emma menggelengkan kepalanya dengan senyuman di wajah nya. Kemudian Emma kembali menggerakkan tangan nya.
"Saya tidak apa-apa. Saya juga sudah terbiasa dengan melakukan isyarat tangan. Jadi saya tidak akan kelelahan. Nona bisa mulai bertanya," ucap Emma dengan senyuman manis di wajah nya.
Tarsa menghela nafas nya, walaupun dirinya sedikit khawatir jika nanti tangan dan jari Emma akan pegal-pegal karena harus menjawab semua pertanyaan yang dia miliki.
__ADS_1
"Kalau begitu kita mulai dari pertanyaan pertama. Aku siapa?" tanya Tarsa malah dibalas dengan sebuah raut wajah bingung dari Emma.
Oke, Tarsa akui bahwa dirinya telah salah bicara. Bagaimana mungkin dirinya bisa bertanya seperti itu kepada gadis yang polos ini? Baiklah itu adalah pertanyaan paling aneh yang pernah Tarsa keluarkan selama tiga masa kehidupan nya ini.
"Maafkan aku, aku akan memperjelas pertanyaan ku. Bisakah kau menjelaskan silsilah dari keluarga ku? Mengapa semua pelayan yang ada di kediaman ini sama sekali tidak menghormati diriku padahal aku tinggal di kamar semewah ini?" tanya Tarsa akhirnya memperjelas pertanyaan nya.
Emma akhirnya membulatkan mulutnya menandakan bahwa dia baru saja paham dengan pertanyaan Tarsa yang tadi sangat aneh.
Emma kemudian menggerakkan tangan nya dengan lincah dan dapat dengan cepat Tarsa baca dan pahami apa arti dari gerakan tangan Emma.
Tarsa menghela nafas nya, setelah Emma selesai dengan isyarat tangan nya, Tarsa benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang diceritakan oleh Emma.
Dirinya bernama Tarsa Serafina Etoire, dia adalah putri sulung dari dari kepala keluarga Etoire, Ethan, dan ibu nya yang bernama Vina.
Hingga suatu hari ayah nya memberitahukan kepada Tarsa bahwa dia akan segera menikah lagi dengan seorang janda dengan satu putri. Ayah nya mengatakan kabar bahagia itu dengan raut wajah yang sangat berseri-seri. Bahkan ayah Tarsa juga mengatakan bahwa Tarsa akan segera mempunyai seorang adik tiri yang umur nya tidak beda jauh dengan Tarsa.
Tentu saja mendengar hal itu Tarsa menjadi sangat syok. Tarsa menjadi sangat marah pada ayah nya, puncak nya adalah di hari pernikahan ayah nya. Tarsa mengamuk seperti orang gila sehingga membuat ayah nya sampai saat ini sangat marah kepada Tarsa.
Dan karena kejadian itu pula, putri dari wanita yang dinikahi oleh ayah Tarsa menjadi seperti nona tunggal di kediaman ini, padahal Tarsa adalah putri sulung yang seharusnya juga dihormati oleh semua orang.
Ayah Tarsa tentu saja tahu apa yang terjadi pada Tarsa. Tarsa tidak dihormati dan tidak dianggap oleh para pelayan yang dia pekerjakan. Tetapi ayah Tarsa tetap diam saja tanpa melakukan apapun terhadap Tarsa.
Tetapi meskipun Tarsa adalah seseorang yang sangat pendiam dan masih dihormati oleh orang-orang di rumah, yah maksudnya setidaknya Tarsa sama sekali tidak dibully oleh orang-orang yang ada di kediaman itu.
Tarsa tidak memiliki keluarga lain dari pihak ibu nya sehingga membuat Tarsa hanya bisa bergantung kepada keluarga ayah nya sejak kecil.
__ADS_1
"Apakah hanya itu? Apakah tidak ada satupun prestasi yang ku buat? Maksudku, mengapa aku bisa sampai sepasrah itu?" tanya Tarsa dengan rasa frustasi yang mulai menggerogoti dirinya.
Emma menggelengkan kepalanya dengan pelan kemudian segera saja kembali menggerakkan tangan nya dengan sangat cekatan. Bahkan Tarsa sangat takjub dengan kemampuan bahasa isyarat yang dimiliki oleh Emma.
Kembali lagi, setelah Emma selesai menggerakkan tangan nya, Tarsa kembali menghela nafas nya, entah sudah berapa kali Tarsa menghela nafas nya dengan lelah karena cerita tentang tubuh nya ini.
Menurut cerita dari Emma, Tarsa kecil dulunya sangat pasrah dan seperti tidak memiliki jiwa di dalam tubuh nya. Itu semua adalah karena kematian ibu nya.
Jika hanya sebuah kecelakaan biasa saja maka Tarsa kecil pasti tidak akan pernah menjadi seperti itu.
Tetapi sebagai besar kecelakaan itu terjadi karena Tarsa kecil yang ceroboh. Dulu Tarsa kecil berjalan menuju jalan raya tanpa melihat-lihat sehingga saat itu ada sebuah mobil truk yang hampir saja menabrak Tarsa, tetapi ibu Tarsa segera saja berlari dan mendorong Tarsa ke seberang jalan agar Tarsa tidak terluka.
Tentu saja kejadian tersebut menimbulkan sebuah trauma yang besar bagi Tarsa. Bahkan setelah kecelakaan itu terjadi, ayah nya malah menyalahkan semua itu kepada dirinya yang masih kecil.
Sejak kecelakaan tersebut, ayah Tarsa sama sekali tidak pernah berbicara dengan nada yang manis seperti dulu kepada Tarsa. Tetapi disaat ayah Tarsa datang dengan kabar bahagia bahwa dia akan menikah lagi, itu adalah pertama kali nya ayah Tarsa memulai pembicaraan dengan Tarsa dengan raut wajah yang berseri-seri itu.
Sayangnya kebahagiaan itu hanya terjadi sesaat saja karena Tarsa mengamuk di hari pernikahan ayah nya dengan seorang perempuan beranak satu.
Sejak saat itu, hubungan ayah dan anak yang pada awalnya sudah renggang itu kembali menjadi lebih renggang.
Tetapi saat itu Tarsa sudah remaja, dia sudah bisa mengurus hidup nya sendiri. Dia dapat mengurus karir dan sekolah nya.
Bahkan Tarsa mendapatkan nilai terbaik setiap kali ujian. Tarsa bahkan ditawarkan oleh lima universitas terkenal di dunia. Tentu saja, Tarsa mengambil universitas terbaik.
...****************...
__ADS_1