
"Kau benar-benar hebat Lin Lin, kau tahu? Jika aku di rumah aku sangat malas untuk memasak. Dan satu hal yang paling hebat adalah, suami mu tidak melarang mu untuk memasak makanan," ucap An Qing Yu tanpa menatap Lin Lin, An Qing Yu lebih tertarik pada makanan yang terdapat di meja makan.
Tentu saja dengan semua makanan yang jumlahnya banyak itu dan juga aroma yang sangat menggugah selera itu siapa yang tidak akan terkagum-kagum dan tertarik pada makanan itu.
Lin Lin terkekeh pelan, tentu saja dia senang dengan pujian itu. Semua orang juga dalam suasana hati yang bergembira saat ini. Kecuali satu orang gadis yang saat ini sedang cemberut, tentu saja jawaban nya adalah Xie Yu Ra.
Zhao Yun yang melihat Xie Yu Ra sedang cemberut segera saja bertanya, tetapi dia menahan tawa nya karena saat ini Xie Yu Ra terlihat sangat lucu. Jika Zhao Yun tertawa, takut nya Xie Yu Ra akan merasa lebih marah lagi.
"Rara, mengapa kau malah cemberut ketika ibu mu dipuji?" tanya Zhao Yun sambil menahan tawa nya.
Xie Yu Ra menatap kesal ke arah Zhao Yun, tentu saja Xie Yu Ra tahu bahwa Zhao Yun sebenarnya ingin tertawa tetapi dia menahan diri karena takut membuat Xie Yu Ra merasa kesal.
"Jika bibi ingin tertawa maka jangan ditahan," ucap Xie Yu Ra dengan cemberut.
Zhao Yun segera saja menggelengkan kepalanya dengan cepat kemudian menatap Xie Yu dengan tatapan yang serius. Padahal dalam hati Zhao Yun saat ini dia mati-matian menahan tawa agar tidak lepas ketika melihat pipi Xie Yu Ra menggembung dengan cukup besar. Dan itu terlihat sangat imut di mata para orang tua.
"Tidak, tidak. Bibi tidak ingin tertawa kok, bibi hanya merasa sedikit sakit perut tadi. Sekarang sudah tidak apa-apa kok. Jadi kenapa kau cemberut, Rara?" ucap Zhao Yun dengan berkata bohong kepada Xie Yu Ra.
Tetapi, walaupun Xie Yu Ra adalah anak kecil berumur lima tahun, tetap saja Xie Yu Ra tidak akan pernah bisa dibohongi semudah itu. Apalagi ketika alasan yang diberikan untuk menutupi kebohongan nya adalah alasan yang sangat tidak masuk akal.
Xie Yu Ra tidak akan tertipu dengan kebohongan Zhao Yun. Tetapi untuk menghormati Zhao Yun sebagai orang yang lebih tua, Xie Yu Ra mau tak mau harus menjawab pertanyaan dari Zhao Yun meskipun masih merasa kesal.
__ADS_1
"Aku juga membantu memasak makanan yang ada di meja ini kok. Kenapa nama ku tidak disebutkan?" ucap Xie Yu Ra dengan nada yang merajuk.
Lin Lin terkejut sejenak, begitu pula dengan semua orang yang ada di ruang makan itu, kecuali para anak-anak kecil yang masih tidak mengerti.
Lin Lin benar-benar tidak menyangka bahwa putri nya ternyata merajuk karena poin itu. Lin Lin kemudian terkekeh pelan kemudian menatap putri nya.
Semua orang dewasa yang ada di ruang makan itu juga ikut terkekeh pelan, ternyata Xie Yu Ra merajuk karena hal seperti ini.
Xie Yu Ra bertambah merajuk karena dirinya malah ditertawakan oleh semua orang di ruangan itu.
Bahkan kedua adik kandung Xie Yu Ra juga tertawa dengan pelan. Ya, benar, kedua adik Xie Yu Ra, Xie Hao Lan dan juga Xie Hao Ran.
Ketika semua orang di sana mendengar Xie Hao Ran tertawa, semua orang menjadi terpana ketika melihat nya. Wajar saja, anak satu itu sangat jarang tertawa jika benar-benar tidak diperlukan.
Bahkan Lin Lin yakin bahwa selama Xie Hao Ran lahir, dia baru saja tertawa satu atau dua kali. Lin Lin sangat senang dengan hal itu.
Xie Yu Ra malah makin cemberut ketika mengetahui bahwa adik nya yang dingin seperti es batu itu ternyata malah menertawakan dirinya.
Xie Yu Ra menatap Xie Hao Ran seperti sedang dianiaya oleh semua orang di sana. Tetapi tentu saja Xie Hao Ran tidak peduli dengan ekspresi sedih di wajah Xie Yu Ra.
Lagi pula Xie Hao Ran juga tidak tahu apa yang salah. Yang penting adalah dia hanya ingin tertawa. Itu saja.
__ADS_1
Lin Lin terkekeh pelan kemudian menatap Xie Yu Ra dengan tatapan mata yang sangat lembut. Lin Lin saat ini duduk di samping Xie Yu Ra, jadi Lin Lin bisa dengan mudah menggapai Xie Yu Ra.
Lin Lin segera saja mengelus kepala Xie Yu Ra dengan sangat lembut kemudian tersenyum manis kepada gadis kecil itu.
"Baik, baik, kami tidak bercanda lagi, Rara. Tentu saja kau juga membantu kami memasak semua makanan enak ini. Kau adalah yang terbaik, jangan marah lagi oke? Yang terpenting sekarang adalah ayo kita segera makan, jika tidak makanan nya akan menjadi dingin dan tidak akan enak lagi nantinya," ucap Lin Lin berusaha membujuk Xie Yu Ra.
Xie Yu Ra menganggukkan kepalanya. Dia tidak lagi cemberut setelah dibela oleh ibu nya. Malahan sekarang Xie Yu Ra sedang mengangkat kepala nya sedikit lebih tinggi karena merasa bangga pada dirinya sendiri.
Meskipun Xie Yu Ra malah terlihat seperti sedang menyombongkan diri, tetapi di mata orang lain, Xie Yu Ra malah terlihat sangat imut. Makanya tidak ada satupun dari semua orang di sana yang kesal dengan sifat Xie Yu Ra.
Xie Yu Ra lebih terlihat lucu daripada sedang membanggakan diri sendiri. Itu adalah hal yang wajar bagi anak kecil untuk menunjukkan kehebatan nya di hadapan banyak orang.
"Ayah, kakek, apakah kalian tidak kelelahan menggendong Ran Ran dan Lan Lan? Jika kalian berdua kelelahan berikan saja padaku. Aku akan membawa mereka berdua ke dalam kamar saja," ujar Lin Lin ketika melihat Xie Shan Nu dan juga kakek Liu kelihatan kesulitan untuk memakan makanan karena sedang menggendong kedua bayi nya.
Kedua orang itu dengan kompak menggelengkan kepalanya, "Tidak, Lin Lin, tidak masalah. Mereka berdua sangat ringan seperti kapas. Jadi tidak perlu khawatir," ucap Xie Shan Nu yang langsung diangguki oleh kakek Liu.
Lin Lin menghela nafas nya, jika memang mereka berkata tidak apa-apa, maka memang tidak apa-apa dan Lin Lin tidak berhak untuk memaksa mereka lagi.
Jadi Lin Lin menganggukkan kepalanya dan mulai fokus pada makanan nya. Lin Lin terlihat senang sekali ketika dia memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
...****************...
__ADS_1