Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
Tamu tak diundang


__ADS_3

Malam harinya.


Semua orang sudah berkumpul dimeja makan, termasuk Zoe. Untuk makan malam bersama. Mama, mengambilkan makanan untuk suaminya sekaligus untuk Zoe. Begitu pula, dengan Gladis. Ia, mengambilkan makanan untuk suaminya. Setelah selesai, mereka mengambil makanan untuk diri sendiri. Lalu, duduk disamping pasangan masing - masing. Saat, mereka ingin menikmati makan malam mereka. Tiba - tiba terdengar suara bel rumah berbunyi. Mereka saling pandang, siapa tamu yang menganggu makan malam mereka.


Gladis, beranjak dari duduknya. Ingin, membukakan pintu. Namun, Kenny duluan memanggilnya.


"Mau kemana?." tanya Kenny, sambil memegang tangan Gladis.


"Bukain pintu sayang." jawab Gladis, ia sebenarnya malu memanggil Kenny dengan sebutan sayang didepan mertuanya. Tapi, mau bagaimana lagi. Dari pada dia dicium didepan mertuanya. Kan, itu lebih memalukan.


Mama dan Papa yang mendengar itu, saling pandang. Lalu, saling melemparkan senyuman. Melihat, keakraban putra dan menantunya ini.


Padahal Kenny, mengatakan melalui telepon. Bahwa, Kenny menikahi wanita ini hanya untuk memenuhi permintaan orangtua nya saja. Dengan, memberikan mereka cucu. Setelah, cucu mereka lahir. Maka, Kenny akan segera menceraikan wanita ini. Dan, menikahi Shella. Setelah Shella siap untuk menikah.


Walaupun, Mama sudah menolak akan keputusannya ini. Tetapi, Papa menasehati istrinya. Biarkan saja, ini hanya awalan saja. Kita, belum tau kedepannya bagaimana. Itulah, nasehat yang diucapkan Papa kepada Mama. Hingga, Mama mengiyakan perkataan Kenny. Dan, benar saja. Baru beberapa minggu saja, mereka sudah seakrab ini. Menurut Mama, mereka sudah saling mencintai. Hanya saja, belum ada yang berani mengungkapkan.


"Tidak perlu, biarkan saja bibi. Kita, lanjutkan saja makan malam kita. Siapa suruh datang dijadwal makan malam." ujar Kenny, ia kembali menarik tangan Gladis untuk duduk kembali disampingnya. Mau, tidak mau. Akhirnya, Gladis duduk kembali. Dan, bibi yang membukakan pintu.


"Selamat malam tante, om." sapa Shella, sambil tersenyum manis. Ya, yang datang adalah Shella. Karena, ia mengetahui bahwa orangtua Kenny sudah kembali.


"Eh Shella, malam sayang. Ayo, duduk. Kita, makan malam bersama." ujar Mama. Sedangka Papa, hanya membalasnya dengan tersenyum seraya menganggukkan kepala.


Shella mengangguk, kemudian menatap kearah kursi yang disebelah Kenny. Ia, menatap Gladis dengan tajam. Membuat, Gladis menundukkan kepalanya. Kenny, yang melihat itu. Emosinya memuncak, namun ia menahannya.


"Loh, tan kenapa pelayan ini duduk disebelah Kenny? Minggir kau, kau ini memang tidak punya sopan santun." ujar Shella.


"Dia, sudah tante anggap seperti putri tante sendiri Shella. Makanya, dia duduk disamping Kenny." jawab Mama, begitu santai.

__ADS_1


"Tapi kan, Shella sudah disini tan. Jadi, Shella yang berhak duduk disamping Kenny. Awas..!." tutur Shella, ia menarik tangan Gladis dengan kasar agar berdiri.


"Shella, kau keterlaluan sekali." bentak Kenny, Shella terkejut dengan bentakan Kenny. Selama mereka menjalin hubungan, sepertinya baru ini Kenny membentak Shella. Itu, pun hanya karena pelayan bodoh ini.


"Tidak apa - apa tuan, saya makan didapur saja. Bersama, pelayan lainnya." ujar Gladis.


"Bagus, kalau kau sadar akan statusmu." kata Shella, ia langsung duduk disamping Kenny.


Mama yang melihat itu, mulai emosi. Namun, ia mencoba untuk tetap bersikap tenang.


"Sayang, Kamu duduk disamping Zoe saja ya." kata Mama. Gladis, hanya mengangguk patuh. Kemudian, berjalan kearah Zoe. Dan, duduk disampingnya.


"Sudah - sudah, ayo kita makan. Tidak baik, bertengkar didepan makanan." ujar Papa, menengahi.


Mereka pun, mulai melahap makanan masing - masing. Dan, Kenny membuka suara. Saat, pasta sudah terasa dilidahnya.


Gladis, terkesiap saat mendengar pertanyaan Kenny. Jantungnya, berdegup kencang. Takut - takut masakannya tidak enak.


"S-saya tuan, maafkan saya. Kalau, masakannya tidak enak." sahut Gladis, sambil menundukkan kepalanya.


"Rasain kau, kau akan dimarahi oleh kekasihku." gumam Shella, didalam hati.


"Tidak - tidak, masakanmu ini sangat - sangat lezat. Sangat, cocok dilidahku. Rasanya, aku sudah lama tidak memakan pasta buatan rumah. Dari mana kau tau, kalau aku menyukai pasta?." tanya Kenny, ia menatap Gladis dengan tersenyum manis.


Gladis, bernafas lega. Lain, dengan Shella. Ia, malah menahan amarahnya.


"Dari bibi tuan." jawab Gladis, ia membalas senyum Kenny.

__ADS_1


"Iya sayang, masakanmu ini memang sangat lezat. Dari mana kau pelari ini nak?." tanya Mama.


"Dari ibuku nyonya, ayahku sangat menyukai makanan ini. Semenjak, ibuku tidak ada. Aku, selalu yang memasakkan pasta untuk ayahku." jawab Gladis. Mama, menganggukkan kepalanya.


"Dasar sialan, semuanya memuji dirinya. Awas, saja kau. Aku, akan memberimu pelajaran." gumam Shella, didalam hati.


"Shella, apa kau bisa memasak sayang?." tanya Mama, menatap Shella.


"Ah, tentu tan. Shella sangat pandai memasak. Apalagi, memasak pasta." jawab Shella. Ia, berbohong. Bagaimana mungkin, ia pandai memasak. Sedangkan, kerjaannya saja sudah sangat melelahkan. Tidak, mungkin juga dia harus memasak. Uangnya banyak, tinggal beli sajalah. Dari, pada repot - repot. Pikir Shella.


"Baguslah sayang, jadi istri orang itu memang harus pandai memasak." ujar Mama, ia tersenyum simpul mendengar ucapan Shella. Shella, hanya tersenyum senang. Saat, Mama Kenny mempercayai ucapannya.


"Apa kau sudah siap menikah dengan Kenny sayang?." tanya Mama. Semua, orang yang berada dimeja makan itu kaget dengan pertanyaan ibu paruh baya ini. Apalagi, Gladis. Jantungnya sudah berdegup kencang. Harapannya, untuk lebih lama tinggal dirumah ini. Tiba - tiba pupus, saat mendengar pertanyaan ibu mertuanya ini. Gladis, berpikir ibu mertuanya ini sangat menyukai Shella.


"Ah, belum tan. Mungkin, tahun depan Shella sudah siap tan. Sayang, Kamu mau kan menunggu sampai aku siap?." tanya Shella, sambil menoleh kearah Kenny. Kenny, hanya diam saja. Dan, tetap melanjutkan makannya.


"Baiklah sayang, terserah kalian saja." kata Mama santai.


"Kenapa, Kenny jadi bersikap cuek kepadaku? Apa, ini semua karena pelayan ini?." gumam Shella, didalam hati. Dia, menatap Gladis tidak suka.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2