
"Berjanjilah padaku, apa pun yang terjadi kau akan menyelamatkan bayiku" Pinta Eryna, membuat Will terdiam.. "Will tolong berjanjilah padaku."
"Maaf, aku tidak bisa menjanjikan itu." Ucap Will..
"Will...???"
"Istirahatlah, besok kita akan ke dokter, memeriksakan kandungan mu." Ucap Will.
Eryna menunduk, menitihkan air matanya.. Ia tahu, jika Will tahu tentang dirinya pasti Will akan memaksanya untuk menggugurkan janin nya..
"Aku tidak ingin menggugurkan bayiku." Lirih Eryna. membuat Will menghentikan langkah nya..
"Aku menyanyangi bayiku. Aku tidak ingin kehilangan dia."
Will berjalan ke arah Eryna, lalu duduk tepat di bibir ranjang, dan meraih tubuh Eryna ke dalam pelukan nya.. Tangis Eryna pecah,. Hiksssss hikksssss hiksssss
"Jangan menangis.."
"Kau bilang akan melakukan apa pun, agar aku bisa memaafkan mu bukan...???"
"Ya,.."
"Maka berjanji lah, jangan mencoba membujuk ku untuk menggugurkan bayiku ini.." Ucap Eryna, namun Will hanya mampu terdiam..
"Will." Panggil Eryna,.
"Tapi Eryn.....
"Jangan salah kan aku, jika aku tidak memaafkan mu." Sambung Eryna, membuat Will menarik nafas panjangnya dan menghembuskan dengan kasar..
"Baiklah, aku berjanji tidak akan pernah meminta mu untuk itu.. Tapi kau juga harus berjanji, jika kau sudah tidak tahan dengan sakitnya, katakan padaku.." Jelas Will..
"Ya, aku janji."
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Esok harinya.
__ADS_1
Seperti biasa, pagi ini Eryna bangun lebih awal berkutat di dapur, untuk membuat sarapan, saat semua telah siap, Eryna berjalan menuju kamar Will.. Menyiapkan segala kebutuhan Will..
" Kak Eryna.." Panggil Ella.
"Ya El, ada apa..???"
"Kak.. Apa aku boleh berbicara dengan kaka..???"
"Apa aku pernah melarangmu untuk berbicara..??"
"Tapi ini soal......
"Aku yang memutuskan nya El, dan keputusan ku tetap, tetap akan mengandung bayiku."
"Tapi kak...."
"Sudahlah, aku ingin membangunkan Will, turun lah ke bawa, tunggu aku dan Will di meja makan." Ucap Eryna lalu melangkah menuju kamar Will.
•••••
"Will, kau sudah bangun..???" Ucap Eryna saat melihat Will yang sudah rapi dengan setelan kemejanya..
"Ayo, kita sarapan. Ella sudah menunggu di bawa."
"Baiklah.."
Setelah melakukan sarapan, Will, Ella dan juga Eryna berangkat menuju Rs,. Sesampai nya di Es, dengan hati hati Will membantu Eryna turun dari mobilnya, dan berjalan menuju ruang pemeriksaan..
Tanpa menunggu antrian, Will beserta Eryna langsung masuk ke dalam ruangan, untuk melakukan pemeriksaan..
"Silahkan tuan, dan nyonya.." Ucap salah satu perawat yang mempersihlakan Will dan Eryna duduk..
"Terima kasih." Sahut Eryna dengan senyuman.
"Dokter Stive, kau harus melakukan yang terbaik untuk istriku." Ucap Will melihat ke arah stive..
"Aku akan memeriksa nya lebih dahulu.. Berdoa lah semoga istri dan bayi anda baik baik saja."
__ADS_1
"Keadaan ku sangat baik dok, bahkan aku begitu sangat baik dan sehat.."Cela Eryna,. Dan dokter Stive tersenyum..
"Baiklah, kita akan melakukan pemeriksaannya.." Ucap Stive..
Kini Eryna berbaring di brangkar.. Will yang melihat baju Eryna akan di buka, langsung menahan tangan suster tersebut.. "Stop, mau kau apakan baju istriku." Bentak Will..
Suster itu menciut, takut karna Will menatap tajam ke arahnya..
"Tuan Will, perawatku hanya ingin membuka baju istrimu sedikit saja, untuk di lakukan pemeriksaan usg di perutnya.."
"Tidak.. Tunggu, itu artinya kau akan melihat perut istriku..??? Ia kan...???" Ucap Will..
"Ya, memang seperti itu ." Jawab dokter.
"Tidak.. Aku tidak mau, siapa pun melihat tubuh istriku, kecuali diriku sendiri.."
"Ayolah Will.. Ini hanya pemeriksaan saja." Sahut Eryna..
"Betul yang istrimu katakan.." Stive..
"Tidak.. Sekali kubilang tidak yah tidak.." Bantah Will.
"Maka kau tidak akan bisa mengetahui keadaan istri.." Ucap Stive, membuat Will terdiam, memikirkan sesuatu..
"Begini, bagaimana, kalau dokter perempuan saja yang memeriksa istriku.. Terus kau hanya melihat hasil usg nya melalui monitor itu, tanpa harus melihat tubuh istriku.." Jelas Will, membuat semua orang yang berada di ruangan terdiam..
"Will." Panggil Eryna..
"Ada apa..???"
"Pemeriksaan tidak akan selesai jika kau terus seperti ini..?"
"Pasti akan selesai,." Ucap Will, lalu menoleh ke arah Stive. " Bagaimana apa kau setuju..?" Tanya Will
"Baiklah.. Aku akan menelpon dokter wanita yang terbaik di rs ini."
Hoaaaammmm😴😴.. Maaf lek baru sempat UP.. jgn ki marah nah🙏🙏
__ADS_1
Jgn lupa like dan comen yah🤗🤗🥰🥰😘😘😘