Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
Kerumah Papa


__ADS_3

Kenny, sudah menjalankan mobilnya. Memecah jalanan kota yang tidak terlalu ramai. Karena, mengingat sekarang masih pukul satu lewat tiga menit. Orang - orang masih sibuk bekerja.


"Yank, mau makan dimana?." tanya Kenny, disela - sela menyetir mobilnya. Ia, terus saja menggenggam serta menciumi punggung tangan Gladis.


"Makan diwarung pinggir jalan aja yuk? Disana juga nggak kalah enaknya sama masakan yang direstaurant yank." jawab Gladis.


"Nggak boleh.! Kita makan direstaurant aja. Lagian, Kamu tuh. Suka, banget makanan dipinggir jalan. Nanti, Kamu bisa sakit beneran loh. Namanya aja, udah dipinggir jalan. Pasti banyak kendaraan yang berlalu lalang, otomatis debu nya masuk. Lagian, belum tentu juga bahan - bahan yang mereka gunakan bersih." ucap Kenny, panjang lebar. Membuat Gladis, memutar bola mata jengah.


"Diem ih, kalau nggak mau. Yaudah, nggak usah. Pake ngejelek - jelekin warung yang dipinggir jalan lagi. Kalau, memang yang Kamu katakan itu benar. Aku rasa, orang - orang yang makan disana udah masuk rumah sakit semua. Bahkan, udah ada bagai yang dikubur. Tapi, ini apa? Malah, warung itu selalu ramai. Karena, masakannya enak." sahut Gladis, entah mendapat keberanian dari siapa. Sehingga, membuatnya berani memarahi Kenny.


"Pokoknya nggak.! Sekali nggak, ya nggak.! Nggak bisa nurut apa kata suami. Apalagi, Kamu sedang mengandung anakku. Kalau, dia sampai kenapa - napa bagaimana ha?." seru Kenny, ia menjadi emosi. Dan, membentak Gladis.


Deg...


Jantung Gladis berdetak tak karuan, ia tidak menyangka suaminya akan membentaknya. Ini, juga karena kemauan anaknya. Tak, terasa mata Gladis berkaca - kaca. Ia, melepaskan genggaman tangannya dari tangan Kenny. Dan, menatap keluar jendela.


"Ternyata omonganmu cuma palsu tuan, kau hanya mencintai anak yang ku kandung. Kalau, berkata kalau kau mencintaiku. Tapi, aku salah mengartikannya. Kau, hanya mencintai anakmu. Baiklah, tidak masalah. Aku, akan mencoba melupakan mu." ucap Gladis, didalam hati. Hatinya, begitu tersayat saat Kenny kembali membentaknya.


"Sayang, maaf. Aku tidak berniat membentakmu. Aku, hanya emosi dengan orang yang tidak mau nurut sama ucapanku. Maafkan aku, baiklah. Kita, akan makan diwarung pinggir jalan." ucap Kenny, ia kembali menggenggam tangan Gladis. Kenny, belum mengetahui kalau Gladis menangis.


"Nggak usah, aku sudah tidak berselera untuk makan. Aku, mau kerumah papa aja." seru Gladis, tanpa menoleh.


"Tapi, Kamu belum makan yank." ujar Kenny.


"Aku, udah nggak laper. Aku, mau ketemu papa aja." ucap Gladis. Dan, akhirnya Kenny menuruti ucapan istrinya.


*****

__ADS_1


Tok.. Tok..


Gladis mengetuk pintu, tak lama keluar lah ibu paruh baya. Yang, tak lain pelayan dirumah itu.


"Eh, ada non Gladis. Ayo, masuk non." kata pelayan.


"Iya bi, terimakasih. Papa, ada bi?." tanya Gladis, sambil berjalan masuk.


Kenny, teringat kembali. Bagaimana dia dan anak buahnya. Meminta ganti rugi atas kerugian yang telah diperbuat ayah Gladis. Dengan, membawa Gladis pulang. Lalu, menikahinya. Niatnya, hanya ingin memberikan cucu untuk kedua orang tua nya. Namun, nyatanya sekarang dia malah jatuh cinta kepada Gladis.


"Tuan, masih dikantor non." jawab bibi. Gladis, mengangguk - anggukan kepalanaya.


"Bibi, tadi masak apa?." tanya Gladis.


"Ayam kecap non." jawab bibi. Mata Gladis, langsung berbinar - binar mendengar jawaban bibi.


"Masih banyak non, tuan kan cuma sendiri disini non. Lagi pula, tuan belum pulang untuk makan siang non. Tuan, sering sekali tidak pulang saat makan siang." ucap bibi.


"Is, papa tu ya. Udah, dibilang jaga kesehatan. Eh, malah makan diluar mulu." gerutu Gladis, ia merogoh tasnya. Dan, mencari benda pipih itu. Lalu, menelpon papa nya. Kenny, yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


Sedangkan bibi, pamit ke belakang ingin membuatkan mereka minuman beserta camilan. Kenny, dan Gladis duduk disofa ruang keluarga.


"Hallo pah, papa dimana?." tanya Gladis.


"Hallo sayang, papa masih dikantor Nak. Baru, aja selesai meeting. Ada apa sayang?." tanya Papa.


"Papa udah makan siang?." tanya Gladis.

__ADS_1


"Iya, ini mau makan sayang. Direstaurant deket kantor papa." jawab papa.


"Papa nggak mau pulang? Gladis ada dirumah loh, Gladis sangat merindukan papa. Eh, papa nya nggak ada dirumah." seru Gladis, dengan wajah cemberut.


"Benarkah sayang? Yasudah papa pulang sekarang ya nak. Kamu, tunggu papa. Papa, juga sangat merindukanmu." ujar Papa, Gladis langsung mengiyakannya. Kemudian, mereka mengakhiri telponnya.


.


.


.


Bersambung...


Dikit? Nggak apa lah ya. Yang, penting up setiap hari.


Jangan lupa untuk :


-Like


-Komen


-Vote, sebanyak - banyaknya.


-Favoritekan dong, supaya kalian nggak ketinggalan cerita ini.


Lopyouh allπŸ˜˜πŸ˜˜β€πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2