
Mobil yang Will tumpangi kini telah tiba,.. Van sengaja menghentikan mobil agak jauh dari rumah Erryna, agar Adzam dan Eryna tidak melihat kedatangan mereka..
"Van. Dimana rumah istriku...??" Tanya Will, dengan semangat nya, semangat untuk menemui sang istri ..
"Itu di sana tuan." Ucap Van sambil menunjuk ke rumah Eryna..
"Tunggu aku Van, aku akan menemui istriku sekrang juga.." Ucap Will, lalu melepas safety belt nya..
"Tapi tunggu tuan, nyonya saat ini sedang tidak berada di rumah.." Ucap Van membuat Will menghentikan tangan nya untuk membuka pintu mobil..
"Cepat katakan dimana istriku..???'
"Nyonya sedang berada di bukit teh itu tuan.. Karna setiap pagi dan sore, nyonya pasti ke sana.. Dan orang ku telah melihat kalau nyonya sedang berada di sana tuan.."
"Baiklah, maka aku akan kesana.."
Dengan buru buru Will melangkah kan kaki nya menuju tempat di mana Eryna berada.. Saat telah tiba. Will menghentika langkahnya, kala melihat Eryna yang tengah duduk dan bersandar di pundak Adzam..
"Kau yakin Eryna...???" Tanya Adzam..
"Aku yakin kak.. Aku yakin dengan keputusan ku.."
"Jadi kau ingin meminta cerai dari Will..???' Tanya Adzam kembali..
__ADS_1
"Ia kak.. Aku tahu,, aku cuman menikah siri. Tapi setidaknya aku ingin mendengar Will mengucap talak di hadapanku.."
"Apa kau yakin Will akan menyetujui nya..?? Secara kau adalah wanita yang Will cintai, wanita yang Will cari selama belasan tahun ini.."
"Kalau dia mencintaiku, pasti dia akan menuruti semua ucapanku.. Karna seseorang yang mencintai seseorang, akan rela melakukan apa pun agar orang yang ia cintai bahagia." Jelas Eryna..
"Tapi aku tidak bisa Eryna.. Aku mencintaimu, tapi aku tidak ingin melepaskan mu.." Batin Will..
"Jadi kapan kau akan menemui Will...???"
"Secepatnya.." Ucap Eryna singkat.. Membuat Will memutar badannya dan berjalan dengan cepat meninggalkan Eryna dengan Adzam..
"Van, kita pulang sekarang.." Titah Will..
"Baik tuan.. Maaf jika aku lancang, apa tuan sudah bertemu dengan nyonya..??"
"Tapi kenapa tuan..? Bukan kah itu yang tuan ingin kan.. ??"
"Eryna ingin meminta cerai dari ku Van, dan aku tidak mau itu.. " Lirih Will,. Ada kesedihan di setiap kata yang Will lontarkan..
"Jadi apa yang sekarang akan kita lakukan tuan...???"
"Untuk saat ini, biarkan aku di sini Van, carikan aku rumah yang dekat dengan istriku.. Tapi jangan sampai Eryna tahu jika aku berada di sini.."
__ADS_1
"Baik tuan.."
Sesuai perintah, Van akhirnya mendapatkan sebuah rumah, untuk tuan nya tempati selama berada di kota ini..
"Maaf tuan, hanya rumah ini yang saat ini sedang di kontrakkan.."
"Tidak apa Van, setidak nya aku bisa melihat sitriku setiap harinya, tanpa dia tahu.. Dan ingat Van, rahasiakan ini dari Dave, jangan sampai Dave tahu aku berada di sini.."
"Baik tuan.."
••••••••••••
Setiap harinya, Will melakukan aktifitasnya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.. Setiap hari Will selalu mengikuti Eryna secara sembunyi sembunyi.. Jika Eryna berjalan di lorong teh, Will juga ikut berjalan, tapi berbeda lorong..
"Mbak, suami mbak cakep yah..??" Tanya salah satu petani teh..
"Suami...??"
"Iya suami mba.. Itu yang ikut jalan dengan mba.!!"Tunjuk ke arah Will.
Will yang melihat dirinya di tunjuk, langsung menunduk.. "Sial, semoga saja Eryna tidak melihat ku.." Gumam Will..
"Eh, suami nya mba hilang.." Ucap kembali salah seorang ibu petani..
__ADS_1
"Dia mungkin sudah pulang duluan bu.." Jawab Eryna..
"Kenapa kak Adzam mengikuti ku..?? Apa dia khawatir dengan ku..???" Batin Eryna, yang mengira Will adalah Adzam..