
Hari ini adalah hari minggu, dimana hari bahagia para pekerja. Karena, dapat menikmati weekeend bersama keluarga maupun pasangan mereka. Begitu pula, dengan Gladis dan Kenny. Mereka, pergi ke Mall. Ingin, membeli baju ibu hamil. Karena, semenjak Gladis mengandung. Baju - baju sudah terasa sempit.
"Sayang.. Udah, bersiapnya?." tanya Kenny, menghampiri Gladis yang duduk ditepi kasur. Dengan wajah cemberut. Gladis, menggelengkan kepalanya.
"Belum sayang, baju nya sempit semua dibagian perut aku. Kasihan, baby nya kalau sempit - sempit." kata Gladis, dengan polosnya.
"Ini kan ada sayang, Kamu pake ini dulu aja. Kan, nanti kita mau beli baju untuk Kamu." ujar Kenny, mengambilkan satu baju yang agak kendor.
"Yank.. Kalau nanti badanku jelek, gemuk dan nggak sebagus sebelum hamil. Apa, Kamu akan meninggalkanku? Dan, mencari wanita yang lebih cantik dan sexy lagi?." tanya Gladis, menatap lekat bola mata Kenny.
Kenny, mempunyai ide jahil. Untuk mengerjai istrinya. Dia, seolah berpikir. Hal, itu membuat jantung Gladis berdebar kencang.
"Gimana ya sayang?." kata Kenny, berpura - pura berpikir.
"Aku udah tau jawabannya, dari awal niat Kamu memang udah nggak bagus untuk nikahin aku. Setelah melahirkan anak ini, aku akan pergi dari kehidupanmu. Dan, memulai hidup yang baru lagi." kata Gladis, ia menjadi sedih. Lalu, mengambil pakaian yang telah dipilih oleh Kenny.
Saat, ingin masuk keruang ganti pakaian. Kenny, tiba - tiba menarik tangannya. Dan, menatap lekat bola mata Gladis.
"Apa Kamu tidak bisa melihat kebenaran dimataku? Sampai - sampai kau kembali lagi berpikir kesana? Apa kau tidak bisa mengartikan sikapku terhadapmu? Aku mencintaimu dengan tulus sayang, bagaimana pun keadaanmu. Aku, akan selalu dan tetap mencintaimu. Hanya mautlah yang boleh memisahkan kita." kata Kenny, dia memeluk erat tubuh Gladis.
"Hiks.. Hiks.. Aku takut kau meninggalkanku, disaat aku telah melahirkan anakmu. Aku, tidak tau hidup seperti apa. Jika, aku terpisah denganmu dan anak kita. Aku, sangat - sangat mencintaimu. Aku, sudah mengubur dalam - dalam perasaanku terhadap Rayn." kata Gladis, mengeluarkan unek - unek yang bersarang dihatinya.
"Tidak sayang, itu tidak akan terjadi. Aku, akan tetap bersamamu. Sampai maut memisahkan kita." kata Kenny, ia ikut bersedih saat mendengar tangisan pilu dari Gladis. Orang, yang sangat dia cintai.
"Baby papa, bilangin dong sama mama. Tolong, buang jauh - jauh pikiran negatif mama sama papa. Karna, papa sangat mencintai mama Kamu. Bahkan, Kamu sebentar lagi akan hadir ditengah - tengah keluarga kecil kita. Kamu, adalah buah cinta kami sayang." kata Kenny, ia berjongkok didepan perut Gladis. Ia, terus saja mengecupi perut Gladis yang sudah terlihat buncit.
Gladis, tersenyum bahagia saat mendengar penuturan Kenny. Yang, membuatnya tambah mencintai Kenny.
"Kamu jangan bersedih lagi ya sayang, ganti baju sana! Biar kita berbelanja. Dan, jalan - jalan bersama calon bayi kita." titah Kenny, sambil membelai rambut Gladis. Gladis, mengangguk dan mengambil baju yang terjatuh tadi. Dan, membawanya masuk kedalam ruang ganti.
***
"Kalian mau pada kemana sayang? Kok sudah rapi aja." tanya Mama, saat melihat putra dan menantunya menuruni tangga dengan mesra nya.
__ADS_1
"Hehe.. Hari weekeend mah, jadi kita mau jalan - jalan bersama. Mama, mau ikut kita?." tanya Gladis, ia mengampiri ibu mertuanya yang sedang menonton.
"Tidak sayang, kalian pergi saja berdua. Kenny, jaga istrimu dengan baik. Karena, hari ini adalah hari weekeend. Mungkin, tempat wisata atau yang lainnya akan ramai." titah Mama, sambil menatap Kenny.
"Pasti mah, Kenny tidak akan melepas tangan Gladis dari Kenny." sahut Kenny, dengan tersenyum.
"Kalian hati - hati ya sayang. Kenny, jangan sampai istrimu kelelahan. Karena, wanita hamil akan cepat kelelahannya." ujar Mama.
"Iya mah, yaudah. Kami pamit dulu mah." kata Kenny, dan Gladis dengan tersenyum. Mama, mengangguk sambil tersenyum.
***
"Kita mau kemana tuan?." tanya Zoe, ia mulai menjalankan mobilnya.
"Ke Mall biasa." jawab Kenny. Zoe, mengangguk paham. Dan, melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan.
Drt.. Drt.. Drt..
"Siapa sayang?." tanya Gladis, saat melihat suaminya tidak mengangkat telepon nya.
"Shella sayang, aku malas mau menjawabnya." kata Kenny, ia menjatuhkan kepadanya dipaha Gladis. Lalu, menciumi perut Gladis.
"Sayang, jangan begini. Nanti asisten Zoe melihatnya." kata Gladis.
"Dia tidak akan berani melihat kita sayang." jawab Kenny, yang masih tetap pada aktivitasnya.
"Dasar bos sialan! Udah tau aku jomblo, malah kayak gituan didepanku. Tuan, jiwa jombloku meronta - ronta." gumam Zoe, didalam hati.
Lagi - lagi ponsel Kenny berdering, akhirnya Gladis menyuruh Kenny untuk mengangkatnya. Namun, lagi - lagi Kenny menolaknya.
"Zoe, angkat teleponnya. Dan, katakan aku sedang diluar kota. Aku, sedang ada urusan dengan client." titah Kenny, sambil memberikan ponselnya kepada Zoe.
Zoe menerima ponselnya, lalu menekan ikon hijau.
__ADS_1
"Hallo sayang, kenapa lama sekali mengangkat teleponku? Hari ini kan, weekeend sayang. Temani aku ke Mall yuk, aku mau belanja barang - barang keluaran terbaru yank." tutur Shella, saat Zoe sudah mengangkat telepon nya.
"Maaf nona, saya Zoe bukan tuan Kenny. Tuan, Kenny sedang rapat dengan client. Tuan, sedang diluar kota nona." jawab Zoe, menahan tawanya.
"Kau?!! Keluar kota? Tapi kan, ini weekeend." kata Shella, sedikit ragu.
"Iya nona, client nya besok akan pergi keluar negeri. Maka, dari itu kami menyusulnya keluar kota. Agar, segera menyesaikan permasalahannya." jawab Zoe, dengan santai. Zoe, memang sangat pandai berakting.
"Baiklah, jika Kenny sudah selesai dengan rapatnya. Sampaikan padanya, agar segera menelponku balik." titah Shella.
"Baiklah nona, ada yang ingin disampaikan lagi?." tanya Zoe.
"Tidak ada! Tut.. " Shella, langsung memutuskan sambungan.
"Ini tuan, sudah selesai." kata Zoe, kembali memberikan ponselnya. Kenny, tidak membalikkan kepalanya. Dan, tangannya tetap melingkar diperut Gladis. Jadi, Gladis lah yang menerima ponsel Kenny.
"Terimakasih asisten Zoe." kata Gladis, Zoe mengangguk kan kepalanya.
"Sayang.. Kauni kenapa? Apa kau baik - baik saja? Kenapa kau bersikap manja seperti ini?." tanya Gladis bingung.
"Biarkan aku seperti ini sebentar sayang." pinta Kenny. Gladis, mengiyakan. Dan, mengusap - usap kepala Kenny.
Nyaman?
Ya, Kenny selalu merasa nyaman saat berada didekat Gladis.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1