Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
Dilema


__ADS_3

Malam harinya.


Semua sudah berkumpul dimeja makan. Tak, terkecuali Zoe. Dia sudah termasuk bagian keluarga Kenny. Papa Gladis juga sudah tiba. Akhirnya, mereka memutuskan untuk makan malam. Seusai selesai makan malam, mereka melanjutkan obrolan diruang keluarga.


"Sayang, Kamu istirahat saja dikamar. Kamu sudah seharian ini keluar rumah, pasti Kamu kelelahan." ujar Mama, sambil membelai rambut Gladis.


"Tidak mah, Gladis nggak kelelahan kok. Gladis akan tetap disini." bantah Gladis.


"Nak, benar apa kata mama mertuamu. Kamu, istirahat saja. Papa tidak apa - apa Kamu tinggalin." sahut Papa.


"Beneran pah?." tanya Gladis memastikan. Papa, menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum.


"Kenny, bawa istrimu ke kamar." titah Papa Kenny.


"Iya pah, mah, papa mertua. Kita pamit dulu." pamit Kenny, sambil menggandeng tangan Gladis. "Oh ya Zoe, kau tunggu aku diruang kerjaku. Aku, akan menyusulmu setelah ini." ujar Kenny, menoleh menatap Zoe. Zoe, hanya menganggukkan kepala. Pertanda setuju.


*****


Kenny meletakkan Gladis dengan pelan diatas ranjang. Kemudian, mengecup keningnya.


"Sayang, aku keluar sebentar ya. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Zoe." izin Kenny.


"Peluk aku dulu." pinta Gladis, dengan manja. Sambil merentangkan tangannya. Kenny dengan senang hati menyambutnya.


"Yasudah, Kamu tidur ya. Jangan banyak pikiran. Untuk masalah tadi siang, aku minta maaf. Nggak seharusnya aku melarang Kamu makan diwarung pinggir jalan, atas permintaan anak kita. Lain kali, aku tidak akan melarangmu lagi. I love you." ucap Kenny, sambil mengecup tangan Gladis. Gladis, mengangguk sambil tersenyum senang.


"I love you to sayang, Kamu jangan lama ya." pinta Gladis, moodnya gampang berubah. Sebentar - sebentar sedih dan sebentar - sebentar senang. Mungkin, ini bawaan hormonnya tidak stabil.


Kenny sangat ingat nasehat ibunya, saat mereka memasuki pekarangan rumah tadi. Gladis tampak murung saja, dan tersenyum tipis. Membuat hati mama bertanya - tanya. Hingga, setelah Kenny mengantarkan Gladis masuk kedalam kamar. Kenny, keluar lagi ingin mengisi kerongkongannya yang kering. Mama, pun langsung bertanya.


Flashback off!

__ADS_1


"Ada apa dengan Gladis Ken? Kamu apain dia?." tanya Mama, suara mama Kenny mengagetkan Kenny yang sedang minum.


Uhuk.. Uhuk..


Hal itu membuat Kenny tersedak.


"Mama nih, datang nggak ada bunyinya. Kayak setan aja." ujar Kenny, menatap mama nya dengan kesal.


"Ih Kamu, kurang aja banget yah. Masa mama sendiri, dibilang kayak setan. Nggak sopan Kamu." seru Mama, sambil menjewer telinga Kenny.


"Aduh mah, aduh.. Sakit tau.. " ucap Kenny, mencoba melepaskan tangan mama nya dari telinganya.


"Jawab pertanyaan mama!."


"Iya Kenny jawab, tapi mama lepasin dulu. Sakit ini." Mama, langsung melepaskan nya.


"Memangnya Gladis kenapa mah?." tanya Kenny, ia memang tidak mengetahui apa maksud dari pertanyaan mama nya ini. Setaunya Gladis baik - baik saja.


"Ih dasar, kasihan sekali Gladis mempunyai suami tidak peka seperti dirimu. Gladis, tadi masuk kerumah dengan wajah murung. Ada, apa dengannya? Apa yang sebenarnya terjadi?." tanya Mama, memicingkan matanya menatap Kenny. Kenny, merasa terintimidasi.


"Kamu tau dia sedang mengandung, kenapa tidak Kamu kasih?." tanya Mama lagi. Hal itu membut Kenny mengerutkan kening heran.


"Maksud mama tuh apa sih? Udah, dibilang makanan disana tidak sehat. Malah mama bilang kalau dia sedang mengandung, kenapa tidak dikasih? Ya karena Kenny tidak ingin terjadi apa - apa dengan Gladis dan calon anak kami." jawab Kenny.


"Kenny, dengarkan mama! Kamu harus peka terhadap kemauan istrimu. Dia, mau makan dipinggir jalan atas keinginan anak kalian. Itu yang dinamakan ngidam sayang. Kamu, harus menuruti semua kemauannya serta kapan pun dia minta Kamu harus tetap siaga. Karena, wanita hamil moodnya gampang sekali berubah. Dia bisa menangis hanya karena Kamu tidak memenuhi keinginannya." ucap Mama, memberi nasehat kepada Kenny.


"Apa mah? Itu keinginan anak kami? Asataga.. Kenapa aku sampai tidak tau bahwa itu keinginan anak kami. Baiklah mah, terimakasih atas nasehatnya. Aku, akan meminta maaf kepadanya." kata Kenny.


"Bagaimana hubunganmu dengan Shella? Apa kalian masih berhubungan?." tanya Mama. Kenny, menghembuskan nafas kasar. Lalu, menjawab.


"Masih mah, kami belum mengakhiri hubungan kami. Aku bingung bagaimana cara mengatakannya." jawab Kenny.

__ADS_1


"Kamu harus menetap pada pendirianmu nak. Disini istrimu sedang mengandung anakmu, jangan buat dia kecewa dan pada akhirnya Kamu menyesal. Karena, jika seorang wanita tersakiti. Dia, gampang untuk memaafkan. Tapi, tidak mudah untuk melupakan yang namanya pengkhiatan. Jadilah pria dewasa dan pandai mengambil keputusan." kata Mama, sungguh.. Ini adalah tamparan keras untuk Kenny. Kata - kata mama nya semuanya benar. Dia, harus secepatnya mengambil keputusan.


"Iya mah, aku akan memikirkannya lagi." jawab Kenny, dengan lemah.


"Yasudah, mama tinggal dulu." kata Mama, dibalas anggukan kepala oleh Kenny.


Flasback on!!


Kenny keluar kamar, ia masuk kedalam ruangan kerjanya. Ternyata, sudah ada Zoe yang duduk manis sambil membaca majalah. Kenny, duduk dikursinya.


"Bagaimana perkembangan kantor?." tanya Kenny.


"Semua aman tuan." jawab Zoe.


"Apa Shella sudah disini?." tanya Kenny, ia memang sengaja mematikan ponselnya. Agar, dia tidak terganggu dengan telponan Shella.


"Sudah tuan, tadi saya mengantarkannya ke apartemen tuan." jawab Zoe.


"Baiklah, kau boleh istirahat. Aku akan kembali ke kamar." kata Kenny, ia pun beranjak dari duduknya.


Dia masuk kedalam kamar, ternyata istri polosnya sudah tidur dengan lelapnya. Dia, pun mengusap pipi Gladis. Rasanya, ia begitu bodoh jika harus melepaskan wanita sebaik dan sepolos Gladis.


"Aku mencintaimu, sangat - sangat mencintaimu istriku. Aku akan segera memutuskan hubungan dengan Shella. Dan hidup bahagia bersamamu." ucap Kenny, lalu membaringkan tubuhnya disamping Gladis. Ia, memeluk tubuh mungil itu.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya. Favoritekan juga ya, supaya kalian dapat notifikasi dari cerita ini.


Lopyuh allπŸ˜˜πŸ˜β€πŸ’‹


__ADS_2