
Will yang kini sedang berada di depan pintu kamar Mika, sejenak berhenti.. Lalu memengang dadanya yang berdenyup sangat cepat.. Will tidak menyangka jika saat ini akan tiba, saat keajaiban datang menghampiri hidupnya..
"Tiga tahun aku menunggumu. Menunggu keajaiban yang aku tahu itu tidak akan mungkin terjadi. Tapi aku selalu berharap, keajaiban itu datang entah dari mana datang nya.. Dan benar saja, Tuhan masih ingin melihat ku tersenyum bahagia, dengan memberi keajaiban yang begitu sangat luar biasa ini." Gumam Will, sambil memengang handel pintu kamar Mika..
"Ceklekk." Bunyi suara pintu kamar Mika yang terbuka.. Will yang sedang melihat Eryna terdidur di tempat tidur sambil memeluk tubuh Mika.. Will berjalan secara perlahan, agar tidak membangunkan kedua orang yang ia sayangi.. Perlahan Will naik ke atas tempat tidur, lalu memeluk tubuh Eryna dari arah belakang.. "Terima kasih telah kembali kesini, dan berkumpul bersama ku dan anak kita Mika.." Lirih Will namun masih dapat di dengar oleh Eryna..
Sebenarnya sedari tadi Eryna belum juga tertidur, namun, saat Eryna mendengat suara pintu berbunyi, dengan cepat Eryna menutup matanya berpura pura untuk tertidur..
"Kau tahu, aku belum siap hidup tanpamu. Kau meninggalkan ku, membuatku begitu hancur. Hancur berkeping keping. Hanya Mika, hanya baby kita yang mampu membuat ku bertahan hingga kini. Mata Mika, bibir Mika, hidung Mika, bahkan senyum Mika, membuat ku selalu teringat akan dirimu. Mika begitu persis dengan mu. Tak ada bedanya sedikit pun.. Dan itu membuat ku selalu begitu sangat merindukanmu." Lirih Will lalu menghapus air matanya,..
__ADS_1
Erynya yang mendengar ucapan Will, langsung memperbaiki posisinya, dan menghadap ke arah Will.. Secara perlahan Eryna menghapus air mata Will yang jatuh membasahi pipinya.. Dan saat ini Eryna pun juga turut menangis. Menangis merasah bersalah dengan keputusan yang ia ambil tiga tahun yang lalu. "Maafkan aku,. Maaf, karna aku telah meninggalkan mu." Lirih Eryna, dengan air mata yang juga membasahi pipinya..
"Kau tahu, hanya kamu.. Hanya kamu yang selalu ada di mataku, di dalam hatiku dan disetiap hembusan nafasku.. Kamu tahu sayang.? Dunia ku serasa hampa, tanpa kamu di sisiku.. Hatiku, begitu hancur, akan kepergian mu yang secara tiba tiba." Lirih Will..
"Maaf, maaf, maaf." Ucap Eryna.
Will membawa tubuh Eryna kedalam dekapannya, di peluknya Eryna dengan penuh kelembutan. Pelukan yang begitu sangat mempunyai arti, arti akan kerinduan yang begitu mendalam.. Eryna trus saja menangis di dalam pelukan Will, merasa bersalah. Apalagi tadi saat melihat Mika yang terus saja menangis meminta perhatiannya.. Meminta agar dirinya tidak meninggalkan Mika lagi..
"Terima kasih karna telah sabar menungguku. Terima kasih karna masih setia pada hatiku. Terima kasih karna telah merawat baby Mika dengan baik dan dengan penuh kasih sayang,. Dan terima kasih atas segala galanya sayang." Ucap Eryna..
__ADS_1
Will yang mendengar ucapan Eryna memanggil sayang untuk pertama kalinya, langsung tersenyum dan mengangkat dagu Eryna agar bisa melihat wajahnya secara lebih dekat.." Sayang.?" Tanya Will dan Eryna tersipu malu..
"Terima kasih." Ucap Will sambil mencium kening Eryna..
Semoga kalian syukkaa 🥰🥰. Dan jangan lupa like dan komen yahhh, kesanyangan autor semua🤗🤗..
Sambil menunggu UP yuk mampir di novel baru ku yang berjudul "My Husband Is My Brother"..
AUTOR TUNGGU YAH KALIAN DI NOVEL BARUKU🤗🥰🥰
__ADS_1