
Satu jam lebih Will dan yang lainnya menunggu di depan ruangan operasi. Keadaan Will saat ini sungguh sangat kacau. Will saat ini, sudah seperti sebuah setrika yang terus saja mondar mandir, sambil menunggu kabar dari dokter yang menangani istrinya di dalam sana.
Terdengar suara pintu ruangan operasi terbuka.. Will dan yang lain nya langsung mendekat ke arah dokter..
"Dok, bagaimana dengan keadaan istri dan anak ku..?" Tanya Will, penuh dengan kekhawatiran.
"Dok, adikku Eryna. Bagimana keadaan nya..? Dia baik baik saja kan dok.? Dan bagaimana dengan bayinya..?" Tanya Adzam yang juga tak kala khawatirnya.
Dave dan Ella, hanya berdiri sambil melihat Will dan Adzam yang begitu sangat khawatir.
"Bayi anda selamat. Hanya saja untuk saat ini bayi anda sedang berada di ruangan Nicu."
"Alhamdulillah." Ucap semua serentak..
"Tapi dok. Bagaimana dengan istriku.." Tanya Will.
"Tolong dok, jelaskan tentang keadaan adikku." Pinta Adzam.
"Istri anda baik baik saja, namun saat ini masih belum sadarkan diri."
"Alhamdulillah,." Ucap Will sambil meneteskan air matanya.. "Terima kasih ya'Allah atas keajaiban mu." Batin Will.
"Namun maaf, kami para tim tidak bisa melakukan operasi untuk pangangkatan kanker istri anda."
"Maksud dokter..???" Tanya Will.
"Tadi istri anda hanya melakukan operasi cesar, dan untuk pengangkatan kanker, maaf kami para tim tidak bisa melakukan nya.." Jelas dokter.
"Kenapa.? Bukan kah dulu, kalian menyarankan untuk melakukan operasi pada istriku..? Kenapa sekarang tidak bisa..?"
__ADS_1
"Karna kanker istri anda sudah menyebar dan tidak bisa lagi untuk.......
"Stopppp, jangan katakan lagi." Teriak Will sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Kak Will. Kaka harus tenang, jangan seperti ini." Bujuk Ella..
"Hikksss, hikkksss, hikkksss,. Kenapa Tuhan memberikan ku ujian seperti ini El, kenapa..?"
"Kaka yang kuat. Mungkin Tuhan punya alasan tersendiri."
"Kamu yang sabar Will. Kita akan berjuang bersama untuk mencari dokter dan obat terbaik untuk Eryna.." Ucap Dave, menenangkan Will.
"Hikss,hikss. Aku takut Dave, jujur sangat takut." Lirih Will.
"Kau harus kuat. Agar kelak Eryna juga bisa menjadi kuat melewati semua ini." Jelas Dave..
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
"Will, apa kau tidak ingin melihat bayimu." Tanya Adzam, yang juga masih setia berada di sisi Eryna.
"Nanti, setelah istriku sadar." Jawab Will.
"Baiklah kalau begitu aku pamit,. Aku ingin melihat wajah lucu keponakan ku dulu."
•••••••••
"Sayang, kau tahu saat ini bayi kita belum memiliki nama. Aku ingin kau selaku ibunya yang harus memberikan nama pada bayi kita." Lirih Will. "Aku menunggu mu sayang."
Beberapa saat kemudian.. Eryna mulai membuka matanya secara perlahan.. "Will" Panggil Eryna secara lembut.
__ADS_1
Will yang mendegar namanya di panggil langsung menolehkan wajahnya ke hadapan Eryna. "Sayang, kau sudah sadar.?" Tanya Will..
"Will, dimana bayiku.?Bayiku baik baik saja kan.?"
"Iya sayang, bayi kita, bayi yang kuat. Dia baik baik saja.."
"Aku ingin melihat nya.."
"Tunggu sampai keadaan mu membaik. Aku akan mengantarmu ke ruangan tempat bayi kita berada."
"Will.." Panggil Eryna..
"Ada apa sayang.?"
"Mikayla Eryna William. Panggil dia baby Mika." Ucap Eryna sambil tersenyum.
"Nama yang sangat begitu cantik.."
"Aku ingin kau menjaga nya dengan penuh kasih sayang,."
"Tentu. Dia anak ku. Anak kita."
"Will berjanji lah. Jangan buat anak kita menangis."
"Sayang, apa yang kau katakan." Tanya Will.
"Berjanjilah,." Ucap Eryna kembali. Sambil menggenggam tangan Will. Dan dengan raut wajah yang menahan sakit..
"Sayang, kau kenapa..? Ayo, katakan kau kenapa.?"
__ADS_1
Semoga suka.. Jangan lupa like, dan comen yah🤗🤗🤗.
Yang mau gabung dengan otor di group, ayoo ketuk pintu group chat dengan alasan yang jelas. Dan jangan lupa, beri bunga mawar kepada karya otor.🥰🥰