
"Maukah mommy menemaniku tidur."
Mika terus saja berbicara sambil menangis. Membuat Ella kaget dan langsung meraih ponselnya.. Dan betapa kagetnya Ella saat melihat siapa yang Mika temani untuk video call..
"Kak Eryna.." Ucap Ella.
Eryna yang sangat hafal betul suara adik iparnya itu, langsung memberikan ponsel ke Adzam.. Adzam yang juga mendengar suara Ella, langsung mematikan sambungan telpon yang terhubung.. Sehingga membuat Ella di seberang sana, langsung kembali mencoba menghubugi ponsel Adzam, namun Adzam sama sekali tidak menjawab panggilan Ella..
Ella menggendong Mika, dan berjalan dengan cepat ke arah Will, yang sedang duduk di taman sambil menelpon.. "Kak Will." Panggil Ella.
Will yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh, dan betapa kagetnya Will saat melihat sang buah hati sedang menangis.. Tiba tiba Will memutuskan panggilan telpon nya dengan rekan kerja nya.. "Sebentar saya hubungi kembali, anak ku sedang membutuhkan ku." Ucap Will.
"Kak Will." Ucap Ella kembali.
"Ada apa El, apa yang terjadi ada anak ku Mika.?" Tanya Will yang mulai panik, dan mengambil alih menggendong Mika.. "Sayang diamlah, daddy ada di sini, daddy akan menjagamu." Ucap Will sambil menghapus air mata Mika dengan jemarinya dan mengecup ke dua mata Mika..
__ADS_1
"Huaaaaa,, hikkkkss, hikkkkssss,. "Tangis Mika semakin kencang..
"Hey, sayang ada apa, hmmmm...???" Tanya Will.
"Kak Will, tadi Mika...."Ucapan Ella terputus kala Mika langsung berusap sambil menangis..
"Daddy.. Kenapa mommy tega meninggalkan Mika..?" Tanya Mika.
"Sayang.." Ucap Will. Sambil duduk di bangku, dan memangku Mika di atas paha nya.
"Sayang, mommy tidak benci Mika. Mommy justru sayang sama Mika, jadi stop menangis sayang." Bujuk Will.
"Tapi buktinya mommy pergi, itu artinya mommy tidak sayang sama Mika.."
"Mika tidak mungkin ada di sini, jika mommy tidak sayang dengan Mika.. Asal Mika tau, mommy orang pertama di muka bumi ini yang sayang sama Mika. Dulu saat semua orang tidak menginginkan Mika, hanya mommy yang bertahan, untuk Mika.." Jelas Will.
__ADS_1
"Tapi kenapa mommy tega meninggalkan Mika, dan pergi bersama uncle Adzam." Ucap Mika, membuat Will keheranan, dan balik melihat ke arah Ella. Ella yang melihat wajah sang kaka, langsung mengerti dan menjelaskan semuanya..
"Tadi Adzam menelpon, dia ingin berbicara pada Mika, jadi aku membiarkan nya. Dan beberapa saat aku melihat Mika sudah menangis, jadi aku meraih ponsel ku dan melihat, ternyata yang Mika temani video call bukan kak Adzam, melain kan kak Eryna." Jelas Ell membuat Will terkaget..
"Jangan bohong.. Jangan bercanda, ini tidak lucu Ella.." Ucap Will masih belum percaya..
"Kak, aku tidak mungkin bohong.. Aku melihat bya, melihat wajah kak Eryna,. Tapi hanya sesaat, setelah itu panggilan terputus.." Ucap Ella.
"Iya daddy. Mika melihat mommy. Mommy yang biasa daddy katakan, yang biasa daddy perlihatkan foto mommy pada Mika.. Jelas sekali dia mommt Mika, karna sangat mirip."
"Apa kau serius tidak salah lihat sayang.?" Tanya Will lagi..
"Iya daddy, hanya saja. Mommy yang tadi tidak memiki rambut berbeda dengan foto yang daddy tunjukkan. Tapi aku tahu daddy, kalau dia adalah mommy."
Will yang mendengar ucapan sang anak langsung menyerahkan Mika ke Ella, dan meraih ponsel yang berada di saku celananya.. Will mencoba menghubungi Adzam, namun nihil, no ponsel Adzam saat ini sudah tidak aktf lagi.. Dan tidak mati akan, Will pun menghubungi semua anggotanya..
__ADS_1
"Lacak, dan temukan di mana keberadaan no ponsel itu. Hari ini juga. Karna aku ingin menemui istriku." Titah Will