Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
69


__ADS_3

Selama berhari hari, Will selalu setia berada di samping Eryna. Menunggu Eryna yang hingga saat ini belum sadarkan diri. Dave dan Adzam, sudah sangat merasa prihatin dengan keadaan Will saat ini.. Bagimana tidak, selama beberapa hari ini, Will terus saja menjaga sang istri. Bahkan Will saat ini jarang tidur dan jarang makan. Karna terlalu khawatir dengan istri tercinta nya.


"Will." Panggil Adzam, sambil menepuk pundak Will.


Will yang tertidur dengan posisi duduk di kursi, langsung bangun kala mendengar namanya di panggil.. "Hhmm, ada apa.?" Tanya Will sambil mengucek matanya, dan menguap.


"Pulang lah, kau butuh istirahat Will.." Pinta Adzam.


"Tidak, siapa yang akan menjaga istriku kalau aku pulang.?"


"Ada aku. Kau tenang saja. Aku akan menjaga Eryna dengan sangat baik."


"Tidak Adzam. Aku tidak ingin meninggalkan istriku walau hanya sedetik saja." Ucap Will penuh dengan kenyakinan..


"Baiklah, tapi jangan lupa kau juga harus istirahat, dan makan, biar kau tidak sakit nantinya. Kalau begitu aku pamit dulu."


"Iya, makasih yah Adzam."

__ADS_1


Saat Adzam pergi, Will memperbaiki posisinya. Mendekat ke arah Eryna. Dan menggenggam tangan Eryna, penuh dengan kasih sayang. "Andai sakit ini bisa di tukar, aku ingin berada di posisimu sayang. Biar aku saja yang merasakan sakit yang kamu rasakan saat ini." Ucap Will.


"Will." Lirih Eryna.


"Sayang."


"Kau menangis..?" Tanya Eryna sambil mengusap air mata di pipi Will.


"Tidak." Ucap Will berbohong.


"Ia, aku menangis. Aku takut kau kenapa-napa sayang." Ucap Will dan Eryna hanya tersenyum.


"Jangan menangis, tidak masalah, aku baik baik saja. Entah bagaimana maksud ku, aku tidak bisa menggambarkan nya, seperti hangat, seperti ada sebuah selimut yang menutupi tubuhku. Aku terus berpikir, mungkin Tuhan telah memilih sesuatu yang lebih besar untuk ku. Sesuatu yang tidak akan ku pilih untuk diriku sendiri. Tapi sejujurnya aku sangat takut. Tapi aku harus percaya, ada alasan jika hidup satu orang di ubah, dengan apa yang aku alami. Maka ini semua tidak akan sia sia." Jelas Eryna.


"Sayang, aku ingin kau tahu, bahwa apa pun ini, dan kemanapun ini membawa kita, cukup kau tahu bahwa aku akan selalu bersama mu di setiap langkah mu. Setiap saat aku akan selalu berada di sisimu, dan akan selalu menjagamu." Ucap Will, sambil menggenggam tangan Eryna..


William Prov.

__ADS_1


Jatuh cinta menurutku itu hal yang begitu indah. Bagaimana tidak.? Jika kedua manusia saling bersama, mengasihi, mencintai, dan melengkapi satu sama lain nya. Dan aku selalu bahagia melihat kedua orang tua ku yang begitu saling mencintai. Hingga aku berdoa pada Tuhan, meminta agar aku bisa bertemu dengan seseorang yang ku cintai dan yang mencintai ku.


Dan benar saja, sepertinya Tuhan mengabulkan doa ku di usiaku yang masih anak-anak ini. Aku jatuh cinta pada gadis yang seusia ku. Jatuh cinta akan keberanian nya, jatuh cinta akan senyum nya. Hari itu, sungguh aku betul betul telah jatuh cinta. Namun ternyata, itu adalah pertemuan pertama dan mungkin yang terakhir. Namun aku tidak pernah menyerah, selama belasan tahun ini, aku berdoa, meminta pada Tuhan agar bisa diberi kesempatan, untuk bertemu dengan nya lagi,. Dengan gadis kecilku, malaikat ku..


Dan benar saja Tuhan mengabulkan doaku, dengan cara mempertemukan kami, namun cara itu salah. Sepertinya Tuhan punya rencana lain untuk kami berdua.


Kesalahan yang ku buat padanya, begitu sangat besar. Jujur saat itu aku sangat takut, takut jika dia akan pergi meninggalkan ku. Karna kesalahan yang telah ku buat. Dan benar saja dia pergi meninggalkan diriku.


Sedih, kecewa, marah, semua perasaan berkumoul menjadi satu. Sedih karna harus di tinggal pergi, Kecewa pada diriku sendiri. Karna aku tidak dapat mencegahnya untuk pergi. Dan aku marah pada diriku sendiri, mengingat perbuatan ku padanya yang begitu sangat kejam.


Tapi lagi lagi, seperti nya nasib baik berpihak padaku. Dia, istriku kembali bersama ku. Bukan hanya dia seorang diri, tapi melainkan bersama dengan bayi yang berada di dalam kandungan nya.. Bahagia, hanya itu yang kurasakan saat ini. Bahagia, karna istriku kembali bersama ku. Bahagia karna sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah.. Namun kebahagiaan itu hanya sesaat, kala dokter menyarankan untuk menggugurkan bayi yang ada di dalam kandungan istriku.


Seketika hatiku kembali hancur. Tapi saat aku melihat wajah istriku,. Aku sadar, bukan cuman aku saja yang hancur saat ini. Tapi, istrikulah yang paati lebih merasa hancur...


Semoga syukaaaa..


Jangan lupa like, dan komen yah🥰🥰🥰😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2