
Malam harinya Eryna yang sudah tertidur, kini terbangun karna merasa sangat kesakitan. "Ini tidak benar. Kenapa harus sekarang." Lirih Eryna.
Dan kebetulan sekali, saat ini Will sedang tidak bersama dengan Eryna. Karna Will sedang berada di kamar Ella, sedang menengok baby Mika.
"Will." Panggil Eryna, namun tak ada jawaban sama sekali.
"Will." Panggil nya kemudian.
Eryna hanya bisa menangis menahan sakit.. Seketika Eryna mengingat kembali kenangan dulu, kenangan di mana ia pertama kali bertemu dengan Will. Pertemuan yang membawa cinta monyet menjadi cinta yang nyata..
Eryna mengingat semua kenangan manis saat bersama Will beberapa bulan terakhir ini. Saat Will memperlakukan nya dengan sangat baik, bagaikan seorang ratu. Eryna tersenyum dalam kesakitan mengingat semuanya.. Semua kenangan itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Will yang sudah puas melihat baby Mika, kini berjalan menuju kamarnya, kamar di mana Eryna berada.
Ceklek.
Bunyi suara pintu
Eryna Prov.
Menurut orang mungkin ini bodoh. Tapi menurutku itu adalah anugrah. Setiap hari aku selalu berusaha mengingat kenangan singkat kita. Berusaha mengingat punggung hangat mu. Agar kelak jika kita berjumpa aku bisa mengenal mu, cinta pertama ku. Aku ingin buktikan kepada semua orang bahwa cinta pertama bisa menjadi cinta sejati. Dan aku bisa membuktikan itu.
Banyak pria yang datang mendekat padaku. Namun, semuanya ku tolak. Hanya karna dirimu, yang tak kutahu ada di mana. Kadang kaka ku Adzam mengira aku bukan wanita normal, karna selalu menutup diri pada pria-pria yang ingin medekat. Itu semua karna kamu Will. Aku berharap dengan ada nya aku menutup diri dari orang lain, aki harap aku bisa menjaga diriku untuk mu.
__ADS_1
Konyol bukan...????
Tapi itulah aku, jika aku sudah memilih satu hati, maka sulit bagiku untuk berpindah ke lain hati.
Tapi hari itu, seketika hati dan dunia ku hancur. Kala seseorang menculik ku, dan menikahi ku secara paksa. Hatiku semakin hancur. Kala hal yang paling ku jaga selama ini dan sangat berharga kini di rampas oleh suamiku sendiri. Suami kejam ku. Dan harapan ku untuk bertemu dengan cinta pertama ku, kini telah sirna, dan ku kubur dalam dalam.
Saat ku coba mengiklaskan semuanya. Justru kenyataan ada di depan mata. Seperti nya Tuhan mengabulkan doaku selama ini. Ternyata suami kejam ku adalah pria yang selama ini ku nanti.
Antara senang, bahagia, kecewa dan marah semua perasaan bercampur menjadi satu saat itu juga. Aku bahkan sampai bimbang, ingin memilih langkah apa yang harus ku ambil kedepan nya. Berhari hari sampai berbulan bulan aku memikiŕkan semua nya. Dan aku memutuskan untuk pergi menjauh.
Sakit.. Hanya kata itu yang mampu terucap. Hati ini jujur sangat sakit saat aku memilih jalan ini.. Tapi sepertinya Tuhan sekali lagi, tidak menginginkan kita untu berpisah. Tuhan menitip bayi dalam kandungan ku. Agar mungkin kita bisa hidup bahagia bertiga selamanya.. Dan aku putuskan untuk kembali pada cinta pertamaku..
__ADS_1
Namun, itu hanya sesaat. Ternyata Tuhan punya cerita lain tentang hidup ku, tentang hidup kita.. Tuhan kembali memberiku pilihan yang begitu sulit. Memilih bayiku, atau diriku.. Dan lagi lagi aku di hadapankan dengan pilihan yang begitu sulit.. Tapi bukan kah hidup memang seperti ini.? Mengambil dan memberi..