
"Haha.. Tuan, kau lucu sekali." kata Jenita, sambil tertawa.
"Aku sedang tidak bercanda, aku serius dengan ucapanku!." seru Zoe.
"Yaya, terserahmu saja. Aku akan pergi dulu." kata Jenita, ia berlalu meninggalkan Zoe yang diam mematung.
"Kejar dong, katanya calon istri." ujar Gladis, ia menghampiri Zoe bersama Kenny.
"Eh, tidak usah nona. Apa kalian sudah selesai makan?." tanya Zoe.
"Hati - hati loh, nanti kehilangan jejak calon istri baru tau rasa." kata Kenny, ia memeluk pinggang Gladis.
"Tuan, mengizinkan saya mengejar wanita jadi - jadian itu?." tanya Zoe, seolah tidak percaya dengan ucapan bos nya.
"Hus.. Kata - katamu bisa menyakiti hatinya Zoe. Setelah kalian menikah, aku akan membantunya dalam merubah penampilannya menjadi sedikit feminin." ujar Gladis.
"Baiklah, terimakasih tuan, nona. Kalau, begitu saya permisi dulu." pamit Zoe, ia langsung mengejar wanita itu. Dan, tidak lupa memberikan kunci mobil kepada Kenny.
"Sayang, aku mau makan rujak." pinta Gladis, sambil bergelayut manja dilengan kokoh suaminya.
"Yaudah ayo kita beli, setelah itu kita pulang." kata Kenny, sambil membawa Gladis membeli rujak.
***
Malam harinya.
Kenny sedang bersiap - siap, Gladis sendiri juga tidak tau kemana suaminya akan pergi malam - malam begini.
"Sayang, kau mau kemana?." tanya Gladis, sambil memperhatikan glagat suaminya.
"Aku akan keluar sebentar sayang, ada urusan mendadak. Apa kau ingin makan sesuatu? Atau mau nitip apa? Nasi goreng, martabak, atau bakso." tanya Kenny, Gladis menelan saliva nya saat mendengar nama makanan yang disebutkan suaminya.
"Semuanya! Tapi, Kamu jangan lama ya. Ntar baby nya merajuk." kata Gladis, sambil tersenyum.
"Iya sayang, pasti. Aku pergi dulu, Kamu istirahat ya. Tadi siang, kita sudah jalan jalan. Pasti Kamu kelelahan." kata Kenny, sambil mengecup kening Gladis.
"Iya sayang, Kamu berhati - hatilah. Cepat kembali, aku ingin memelukmu dalam tidurku." kata Gladis, memasang wajah cute nya.
"Astaga... Dia ini, rasanya aku ingin memakannya saat ini juga. Tetapi, aku harus segera menyelesaikan masalahku dengan Shella." gumam Kenny, didalam hati.
__ADS_1
"Sayang, kenapa bengong? Katanya mau pergi? Nggak jadi apa?." tanya Gladis.
"Jadi sayang, aku pergi dulu. Aku akan segera kembali." ucap Kenny, sambil tersenyum manis. Rasanya ia begitu berat untuk meninggalkan istrinya sendiri. Gladis, mengangguk sambil tersenyum. Kenny, melenggang keluar dari kamar.
Gladis mengambil novel yang ia taruh dilaci nakas. Lalu, membacanya. Novel yang ia baca judulnya Luka Yang Kurindu. Karena, novel ini adalah pemberian dari Rayn saat mereka sering menghabiskan waktu ditaman berdua.
Kenangan indah itu muncul lagi dibenaknya, tetapi hanya tinggal kenangan belaka saja. Gladis, tersenyum sendiri saat mengingat sikap konyol Rayn.
"Maafkan aku Rayn, aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Ternyata benar kata orang orang, kalau bertahun - tahun pacaran belum tent jodoh. Semoga kau menemukan pasangan yang begitu mencintaimu." gumam Gladis, ia membaca lembar demi lembar buku novel tersebut. Hingga, kantuk pun melanda dirinya. Mungkin, karena kelelahan dia pun tertidur dengan novel yang masih ditangannya.
***
Kenny tidak memberi kabar kepada Shella, bahwa dia akan datang ke apartemen Shella. Sesampainya disana, ia menekan kunci sandi. Karena, memang dia sudah mengetahui passwordnya.
Didalam apartemen tidak ada orang, sekilas Kenny mendengar suara tawa didalam kamar. Dengan, segera Kenny melangkah kesana. Diluar dugaan, ternyata Shella sedang bercumbu dengan seorang pria.
"Apa - apaan ini?." tanya Kenny, ia sudah tersulut emosi.
Sontak kedua insan itu menoleh keasal suara, betapa kagetnya Shella saat melihat kekasihnya sedang berada di apartemen nya. Ia buru - buru memperbaiki penampilannya. Sedangkan pri itu hanya bersantai saja, seoalah tidak terjadi apa - apa.
"Oh, jadi ini yang kau pelajari dari dunia entertaimentmu itu! Dengan memberikan tubuhmu kepada pria mana saja?." tanya Kennu, tersenyum sinis.
"Sayang, kau disini? Bukannya kata asisten Zoe kalian sedang berada diluar kota." tanya Shella, ia begitu kaget dengan keberadaan kekasihnya. Bahkan, sedang menangkap basah dirinya sedang bercumbu dengan pria lain.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, semua sudah jelas. Lagipula, aku kesini memang ingin mengakhiri hubungan kita." kata Kenny, sambil berbalik ingin keluar dari apartemen. Namun, suara Shella menghentikan langkahnya.
"Ini semua karena ulahmu! Kenapa akhir - akhir ini kau jarang menemuiku, bahkan kau bersikap cuek kepadaku. Atau ini semua karena pelayanmu itu." tanya Shella.
"Jangan jadikan itu alasan, hanya untuk menutupi kebusukanmu. Asal kau tau, yang kau anggap pelayan itu adalah nyonya rumah, dia adalah istriku. Asal kau tau itu." kata Kenny, sambil menatap tajam Shella.
"Apa?!! Tidak, tidak mungkin kau mau dengan wanita seperti dirinya. Wanita kampungan." kata Shella.
"Setidaknya dia bisa menjaga harga dirinya, untuk suaminya. Bukan seperti dirimu, kau cantik tapi kelakuanmu sampah!!." kata Kenny, begitu pedas.
"Ku peringatkan kepadamu, jangan pernah mengusik keluargaku. Jika kau tidak ingin terusik." tambah Kenny, ia pun berlalu dari apartemen.
"Ahh sialan, dasar wanita sampah! Kau telah merebut Kenny dariku. Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan bahagia." gumam Shella, ia sangat marah dengan ucapan Kenny.
Selama mereka menjalin hubungan Kenny selalu bersikap manis kepada dirinya. Tidak pernah berkata kasar ataupun membentak dirinya seperti ini. Tapi, dengan kedatangan Gladis. Membuatnya tergeser dari posisinya.
__ADS_1
"Aku akan membalasmu! Kau tunggu saja waktunya." gumam Shella, tersenyum sinis.
"Sudahlah sayang, kenapa kau harus memikirkan itu. Masih ada aku, aku akan ada disaat kau membutuhkan belaianku." kata pria itu. Shella tersenyum, ia kembali ke kasur dan melakukan hubungan intim.
***
Kenny menyusuri jalanan, mencari restaurant yang menjual makanan yang diminta Gladis. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia pun dengan segera pulang, ia sudah tidak sabar melihat wajah menggemaskan istrinya. Sekarang, mereka sudah tidak ada halangan apa - apa lagi. Ia, bahkan sudah tidak perduli lagi pada Shella, mau dia bermain dengan pria mana saja. Intinya sekarang status mereka sudah berakhir.
Sesampainya dirumah, keadaan rumah sudah sepi. Karena, jam sudah menunjukkan pukul 21.25 wib. Orang rumah semua sudah masuk kedalam kamar masing - masing. Kenny, melangkahkan kakinya, masuk kedalam kamar. Terlihatlah Gladis sedang tidur dengan miring sebelah kiri. Dengan wajah menggemaskannya.
Kenny semakin gemas melihat istrinya, apalagi sekarang perutnya sudah mulai buncit. Ia, sudah tidak sabar menunggu anaknya segera lahir kedunia ini. Ia, menciumi dengan gemas perut Gladis. Hal itu membuat Gladis, terganggu dan terbangun. Dilihatnya suaminya sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Ini sayang, semua makanan pesananmu. Aku, akan mengambilkan piringnya." kata Kenny, ia melangkahkan kakinya menuju dapur. Sedangkan Gladis, sudah duduk dari tidurnya. Dan, melihat semua makanan yang dibawa suaminya. Ia, menelan salivanya. Tergiur dengan makanan yang didepannya ini.
"Sini sayang, biar aku bukain. Mau makan apa dulu?." tanya Kenny.
"Nasi goreng yank." jawab Gladis, sambil tersenyum. Kenny, langsung meletakkan nasi goreng didalam piring. Dengan, cepat Gladis melahapnya.
"Yank pelan - pelan, aku tidak akan minta makananmu." seru Kenny, gemas melihat tingkah istrinya. Tetapi Gladis, tidak mengubris ucapan Kenny. Dia, sibuk menikmati makanannya. Kenny, tersenyum. Ia, berlalu ke kamar mandi. Untuk membersihkan tubuhnya yang keringatan.
15 menit kemudian...
Kenny, keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan piyamanya. Dilihatnya Gladis sudah menghabiskan semua makanan yang dibawanya tadi.
"Yank sudah habis semua?." tanya Kenny, menghampiri Gladis yang sedang meneguk air putih.
"Iya sayang, makasih ya. Kamu memang suami sangat pengertian. Aku tidur dulu ya, udah ngantuk." kata Gladis, ia pun membaringkan badannya. Dengan miring ke kiri. Karena, saat ini posisinya tidak bisa lagi tidur terlentang.
Kenny tersenyum melihat istrinya, ia pun tidur disamping Gladis. Dan, langsung memeluk tubuh Gladis. Mereka pun terlelap saling memeluk.
.
.
.
Bersambung...
Maaf kalau kurang bagus, hanya ini yang ada dipikiran saya. Karena itu, vote nya juga menurun:)
__ADS_1
Saya akan berusaha sebaik mungkin, terimakasih dukungannya.
Lopyuhhh allππβ€π