Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
43


__ADS_3

Selama 2 hari Eryna menunggu Adzam, balik dari luar negeri.. Dan selama dua hari ini juga Will selalu datang melihat keadaan Eryna secara sembunyi sembunyi.. Will hanya mampu melihat Eryna dari arah luar rumah Eryna., Karna Will sama sekali tidak di perbolehkan oleh penjanga untuk masuk ke dalam rumah Eryna..


Dan sepertinya keberuntungan berpihak pada Will hari ini.. Eryna tiba tiba saja berdiri di balkon kamar nya. Memandang ke arah luar,. Secara tidak langsung pandangan Eryna terarah ke pada Will.. Mereka saling memandang satu sama lain nya..


Will sebisa mungkin menampakkan senyum di wajahnya, saat melihat Eryna, namum matanya tidak bisa menahan buliran air matanya, kala teringat akan apa yang ia lakukan pada Eryna..


Eryna, hanya terus melihat tidak menunjukkan ekpresi wajah sedikit pun..


"Apa kau betul betul sangat membenciku Eryna..???" Gumam Will..


"Aku berharap, masih ada pintu maaf untuk ku Eryna.. Aku harap itu.."


"Aku harap, kau bisa memaafman ku, dan kita mulai semua nya dari awal. Dan aku berjanji akan menjadikan mu wanita yang paling bahagia di dunia ini..." Batin Will..


Setelah beberapa menit saling memandang saru sama lainnya, kini Eryna membalikkan badan nya, dan masuk ke dalam rumah.. Tinggal lah Will sendiri masih setia, di luar menanti hingga ada kesempatan agar bisa di beri izin masuk ke dalam rumah Eryna..


"Bibi, tolong kau bawa ini keluar.." Pinta Eryna, memberikan, air mineral ke bibi..


"Keluar kemana non..???"


"Di luar ada mobil hitam bi.. Berikan air itu padanya. Dan katakan, untuk pulang, jika ia pulang maka aku janji tiga hari lagi aku akan menemui nya.."


"Baik nona." Ucap bibi, lalu berjalan keluar dari rumah..


•••••••••


"Permisi tuan.." Sahut bibi saat berada di dekat Will..

__ADS_1


"Yah, ada apa..???"


"Tuan, ini.." Ucap bibi memberikan air mineral ke Will.. "Nona Eryna memberikan air ini untuk tuan.."


"Benarkah itu bi..?" Tanya Will dengan perasaan senang.


Setidaknya Will, merasa Eryna masih memperhatikan nya..


"Ia tuan . Nona Eryna juga berpesan agar tuan segerah pulang.. Jika tuan menurut maka non Eryna berjanji akan menemui tuan tiga hari lagi.."


"Kau berbicara yang benar kan bi...??" Tanya Will..


"Ia tuan.. Itu pesan dari nona Eryna.."


"Baik bi terima kasih."


"Terima kasih Eryna. Setidaknya kau masih ingin menemui ku.. Dan aku harap saat kita bertemu nanti kau akan bisa memaafkan ku dan menerima ku kembali.. " Batin Will, merasa bahagia..


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


"Eryna..." Panggil Adzam, saat telah tiba di rumah nya..


"Kak Adzam.."


"Eryna, kaka sangat merindukan mu." Ucap Adzam lalu memeluk tubuh Eryna dengan begitu erat nya..


"Eryna juga kak.."

__ADS_1


"Maaf, karna kaka tidak bisa menjemput mu hari itu."


"Tidak apa apa kak.."


"Ouh ya, bagaimana keadaan mu sekarang..??" Tanya Adzam saat melepas pelukan nya dan memengang kedua pundak Eryna, sambil menatap wajah adiknya..


"Baik, sangat baik.."


"Syukurlah., Ouh ya Eryna, Dave menelpon ku. Dave bilang kau ingin pergi.. Kau ingin pergi kemana Eryna...???"


"Aku ingin pergi menenangakn diriku kak. Setidaknya aku ingin pergi, agar bisa melupakan kenangan pahit ini.."


"Baiklah, maka kaka akan mengantar kemana pun kau mau.. Tapi bagaimana dengan Will..? Dave bilang, Will selalu saja berada di luar untuk melihat mu.."


"Will sudah pergi kak.. Jadi untu sekarang dan tiga hari ke depan dia tidak akan pernah datang.."


"Nanti malam, bagaimana kalau kita pergi nanti malam."


"Ia kak,., Kak ada yag ingin ku katakan.."


"Apa itu Eryna..???"


"Kak, aku.. Aku...."


"Jangan buat kaka penasaran..."


"Kaka akan tahu, jika waktunya tiba, tapi aku harap kaka jangan marah.."

__ADS_1


__ADS_2