Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
82


__ADS_3

Saat Will dan Eryna sedang melepas rindu, tidru sambil berpelukan. Tiba tiba Mika terbangun lalu menarik tubuh sang momy agar menghadap ke arah nya.. "Momy." Ucap Mika,..


"Ya, ada apa sayang.?" Tanya Eryna.


"Peluk Mika. Jangan hanya memeluk daddy."


"Mika cemburu.?" Tanya Eryna sambil tersenyum lalu memeluk tubuh Mika,. Mika menjawab dengan menganggukkan kepalanya.. "Jangan cemburu sayang, momy akan selalu berada di sini bersama mu."


"Janji.?" Tanya Mika sambil menaikkan jari kelingkingnya..


"Yah, momy Janji." Jawab Eryna lalu menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Mika..


"Hhhmmm." Will berhadem, membuat Mika dan Eryna behenti berbicara sejenak.. "Sepertinya tidak ada lagi yang menghiraukan ku di sini." Ucap Will, Mika dan Eryna serempak tersenyum..


"Daddy. Maaf, tapi Mika ingin menghabiskan waktu bersama momy dulu.. Mika ingin mengisi tiga tahun Mika yang tanpa momy.." Jelas Mika membuat Will menampakkan wajah sedihnya..


"Daddy juga butuh momy. Daddy juga rindu momy."


"No daddy. Mika yang lebih dulu bertemu dengan momy, jadi Mika yang berhak bersama dengan momy dulu. Jadi daddy harus sabar menunggu."


"Baiklah, jika itu mau mu sayang." Ucap Will mengalah pada sang buah hati..


Mika yang berada di posisi paling ujung, kini memperbaiki posisinya dan berpindah di tengah, di antara momy dan daddy nya..


"Daddy.. Akhirnya Mika bisa memeluk momy. Akhirnya Mika bisa merasakan pelukan momy, dan akhirnya Mika bisa merasakan sentuhan tangan momy." Jelas Mika.


"Iya sayang.." Sahut Will..


"Mika tidak menyangka jika akan ada keajaiban seperti ini. Tadi Mika pikir Mika hanya berkhayal seperti biasanya, ternyata tidak.. Ini sungguh sebuah keajaiban, Mika sangat bahagia saat ini dad." Ucap Mika.


"Daddy juga sayang. Daddy tak menyangka jika ini semua akan terjadi. Ternyata Tuhan masih menginginkan kita untuk bahagia bersama."


"Maaf, maafkan momy yang mengambil keputusan yang salah. Maaf karna momy begitu egois selama ini."


"Mommy.. Jangan meminta maaf,. Mika tidak menyalahkan mommy." Lirih Mika.


"Iya sayang. Aku dan Mika tidak menyalahkan mu. Jadi jangan merasa bersalah sedikit pun." Ucap Will lalu memeluk tubuh Mika yang berada di tengah, begitu pun Eryna ia juga ikut memeluk tubuh Mika yang berada di tengah..


"Terima kasih, untuk kalian berdua yang telah setia menungguku. Menunggu hingga saat ini."


Beberapa saat kemudian.. Setelah melepas rindu, kini Will berjalan keluar dari kamar dan menuju ke tempat di mana Dave dan Adzam berada.. Dave Adzam dan Ella yang kini berada di taman belakang sedang mengobrol, langsung diam seketika, saat melihat Will berjalan menghampiri mereka..


"Siap siap lah menerima amukan dari singa lapar." Bisik Ella pada Dave, lalu Dave kembali berbisik pada Adzam.


"Kau harus bersiap siap terima amukan." Bisik Dave dan Adzam justru tersenyum.


"Jelas kan semuanya.." Ucap Will saat berada di hadapan mereka..

__ADS_1


"Will, sungguh aku tidak tahu, dan aku pun tidak terlibat dengan semua ini. Aku juga baru tahu, satu tahun terakhir ini." Jelas Adzam, lalu Will menaikkan satu alisnya..


"Minta penjelasan pada Eryna, jangan kepada kami." Ucap Dave..


Lalu Will berjalan semakin mendekat ke arah Dave.., Ella dan Adzam menatap heran pada Will,. Karna saat ini Will tengah memeluk tubuh Dave..


"Dave.. Terima kasih, terima kasih karna kau selalu berada dan setia di sisi istriku.. Aku tak bisa membayangkan jika istriku melalui hari harinya tanpa seorang pun yang berada di sampingnya.. Dan kau, kau telah membuktikan jika kau keluargaku yang sesungguhnya.. Kau dengan setia menjaga istriku, mendampingi istriku dalam keadaan yang sangat terpuruk.." Jelas Will sambil meneteskan air matanya..


"Kau menangis Will..????" Tanya Dave singkat, membuat Will melepas pelukan nya..


Dan "Buuukkkkkkk." Satu tinju berhasil mendarat indah di perut Dave.. "Dan ini hukuman karna kau telah membuat ku menderita selama tiga tahun ini.."


"Buuukkkkkk" Satu bogeman mentah mendarat tepat di wajah mulus Dave.. "Dan ini hukuman, karna kau telah membuat putri kesayangan ku menderita dan selalu merindukan momy nya selama tiga tahun ini." Jelas Will. Dan Dave hanya terdiam mendapat hukuman dari Will..


"Ella, tanya bibi siapakan segala kebutuhan, nanti malam kita adakan pesta di sini." Pintah Will.


"Dan kau Dave, ajak semua pengawal untuk hadir,." Pinta Will lagi.


"Baik."


"Dan kau kak Adzam.." Ucap Will dan Adzam merasa heran, baru kali ini Will memanggil nya kak.. "Mulai sekarang kak Adzam, harus tinggal di sini, jangan tinggalkan Eryna dan baby Mika."


"Iya Will..." Jawab Adzam sambil tersenyum..


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Lihat wajah kakak mu itu. Sepertinya dia sedang tidak baik baik saja." Ucap Dave pada Ella..


"Kau tau Dave, begitulah cinta.. Cinta bisa membuat orang kehilangan akal dan logika nya." Jelas Ella.


"Kau benar.. Aku sampe harus bolak balik kesana kemari hanya untuk pesta malam ini agar bisa seindah dan semeriah ini." Keluh Dave..


"Dan bukan kak Will nama nya jika tidak membuat mu kerepotan."


"Kau betul,. Bayangkan saja, dalam waktu kurang lebih 5 jam, semunya harus sempurnah.. Dan itu benar benar membuat ku lelah."


"Yang sabar Dave. Ini sebagai pembelajaran,. Agar jika kau punya kekasih kelak, maka kau sudah berpengalaman mengurus semuanya."


"Hhhmm, sepertinya kau benar juga."


Beberapa saat kemudian, Eryna dan Mika berjalan sambil bergandengan tangan memasuki taman.. Mika yang memang sedari tadi berada di kamar, menatap takjub pada taman rumah, yang sangat indah... "Momy, ada acara apa.? Kenapa taman begitu cantik malam ini, dan kenapa begitu banyak orang mom..?" Tanya Mika penasaran..


"Daddy bilang, ada acara makan malam bersama para pengawal.." Jelas Eryna..


Will menoleh kearah istri dan anaknya..Sambil tersenyum Will berjalan menghampiri kedua orang yang begiti ia cintai.. Will menuduk di hadapan Mika.. "Selamat malam putri kesayangan daddy." Sapa Will sambil menggendong Mika..


"Selamat malam juga daddy." Jawab Mika.

__ADS_1


Lalu Will mengulurkan tangan nya . Dan Eryna menerima.. Lalu Will mengajak Eryna berjalan menuju meja yang sudah tersedia kursi di sana.. Dan ada beberapa orang, yang sudah duduk disana..


"Ayo sayang silahkan duduk." Pintah Will pada Eryna, dan Eryna pun mengikuti..


"Jadi apakah acaranya bisa kita mulai sekarang..??" Tanya penghulu yang ada di depan Eryna dan Will.


"Iya pak.." Jawab Will, dan Eryna menoleh ke arah Will, menatap meminta penjelasan..


Will yang mengerti dengan tatapan Eryna langsung tersenyum dan memberi penjelasan.


"Aku ingin menikahi mu dengan cara yang baik. Karna ku tahu, dulu caraku menikahi mu itu salah.. Dan hari ini, aku ingin kau menjadi istriku, dengan memulai semuanya dari awal." Jelas Will membuat Eryna menitihkan air matanya, air mata bahagia..


Beberapa saat kemudian, semua orang serentak mengucapkan kata "Sah". Acara ijab kabul berjalan dengan baik..


"Terima kasih, karna masih setia menungguku hingga saat ini. Dan terima kasih karna menyiapkan semua ini untuk ku." Ucap Eryna..


"Aku lah yang harus berterima kasih padamu.. Karna selama ini kau telah sabar menghadapi ku, sabar dengan perlakuan kasar ku padamu. Sabar mengurus ku meski aku jahat padamu. Dan sabar dalam semua hal.." Jelas Will, Membuat Eryna tersenyum..


"Aku ingin hidup dengan mu, menua bersama mu hingga rambut kita tak lagi hitam. Aku ingin di setaip pagi ku saat aku membuka mata untuk pertama kalinya, kau selalu berada di sampingku dan aku ingin saat aku beristirahat pada malam hari , kau lah yang selalu berada di samping ku menemaniku.." Jelas Will.


"Terima kasih karna telah setia pada satu hati hingga saat ini. Terima kasih karna telah menjaga baby Mika, hingga ia tumbuh menjadi anak yang baik. Terima kasih atas hatimu, yang selalu setia pada satu nama. Terima kasih atas segala galanya." Ucap Eryna.. Lalu memeluk tubuh Will.


Eryna, Will, dan Mika, saling berpelukan dan menitihkan air matanya. Semua yang melihat, menatao haru sambil betepuk tangan.. "Kisah cinta yang begitu membawa haru dan bahagia." Ucap Salah satu pengawal..


"Aku tidak menyangka jika nyonya bisa bertahan hingga kini. Dia betul betul wanita yang begitu sangat kuat, dan wanita yang mempunyai hati yang begitu sangat baik." Ucap Irfan,.


"Aku terharu dengan kisah mereka.. Aku tidak menyangka mereka bisa sampai pada titik ini. aku tidak menyangka jika kak Eryna mampu melewati semuanya." Ucap Ella sambil menangis..


"Harusnya Eryna bersama ku, bukan bersama Will sih bodoh itu." Ucap Dave membuat Ella balik menatap tajam pada kakak sepupunya..


"Bukkkk." Ella memukul lengan Dave.. "Jangan berpikiran yang macam macam, awas aja kamu kak Dave." Ancam Ella..


"Hhmm" Adzam berhadem, membuat Ella dan Dave berbalik menatap Adzam..


"Apa kah kisah kita bisa di mulai dari sekarng Ella.??" Tanya Adzam, membuat Dave menatap heran..


"Mau kah kau menjadi istriku Ella.?" Tanya Adzam sambil menunduk di hadapan Ella..


"What...??" Ucap Dave kaget..


"Aku setuju." Jawab Will dengan cepat.


"Aku juga setuju,." Jawab Eryna.


"Mika juga setuju uncle, aunty." Timpal Mika,.


Dan semua yang berada di taman, tertawa sambil teriak. "Terima."

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2