Menikahi Pria Kejam

Menikahi Pria Kejam
62


__ADS_3

"Will, hhmm bisa tolong antar aku ke taman..???" Ajak Eryna setelah pulang dari rumah sakit..


"Taman..??"


"Ia."


"Tapi sayang, kau baru saja mengalami keram di perut, harusnya istirahat bukan ke taman."


"Tapi aku ingin kesana Will. Aku bosan di rumah." Pinta Eryna.


Mmhhhuuufffff, Will menarik nafas panjang, lalu menghembuskan nya.. "Baiklah." Ucap Will pasrah..


Beberapa saat kemudian.


"Will, tolong ambil fotoku sebanyak banyaknya.." Pinta Eryna, lalu memberikan Will ponselnya.


Will selalu saja menurut apa yang Eryna ucapkan..


"Baiklah sayang.. Ehh, tapi bagaimana kalau kita berfoto bersama..??" Ajak Will..


"Tidak.. aku hanya ingin berfoto sendiri.." Jawab Eryna cuek. Membuat Will menaikkan satu alisnya.


"Kamu ngak mau foto dengan suami mu ini..??" Tanya Will.


"Ngak mau.. Aku cuman mau foto sendiri.."


Will yang malas berdebat, akhirya memilih mengambil foto Eryna sebanyak mungkin.. Will tersenyum, memperhatikan setiap foto yang ia abadikan.. Foto dimana Eryna nampak sangat bahagia, di balik senyum nya..


Will mendekat ke arah Eryna yang sedang duduk di bangku taman.. "Sayang.." Panggil Will. Lalu Eryna tersenyum.

__ADS_1


"Duduklah di sampingku. Aku ingin bersandar di pundak mu." Ucap Eryna.


"Kenapa, hemm...???" Tanya Will, saat sudah duduk di samping Eryna..


"Ngak pa'pa kok.. " Jawab Eryna, lalu setelahnya itu hanya ada keheningan..


Will terus saja mengusap pucuk kepala Eryna dengan lembut, bahkan sesekali mencium pucuk kepala Eryna.. Eryna hanya diam menerima perlakuan Will padanya..


"Maafkan aku, maafkan aku Will." Batin Eryna..


"Sayang, kita pulang sekarang yah..???"


"Tidak Will, aku masih ingin di sini.."


"Kenapa..?"


"Baiklah,." Lagi lagi Will menurut.. Hingga beberapa saat tidak ada lagi gerakan dari Eryna, dan membuat Will melihat wajah Eryna.


"Astaga sayang ku.. Kau bahkan bisa tertidur pulas di tempat seperti ini.." Ucap Will lalu mengangkat tubuh Eryan, membawanya kedalam mobil..


Saat Will ingin melajukan mobilnya Eryna terbangun dari tidurnya.."Hhmm, Will". Sapa Eryna.


"Tidurlah sayang."


"Jangan pulang dulu.. Aku ingin pergi bersama mu ke suatu tempat.." Pinta Eryna, membuat Will langsung menolehkan wajahnya melihat ke arah Eryna..


"Kemana..???" Tanya Will..


"Aku ingin kita camping, di pinggir danau. Ajak kak Adzam, Dave Ella dan juga Irfan.. Ouh yah jangan lupa ajak bibi juga."

__ADS_1


"Tapi sayang...???"


"Kumohon.." Pintanya kemudian, dan lagi lagi Will menurut..


"Baiklah, tapi sebelun kita pergi lebih baik kita pulang dulu, menyiapkan semuanya.. Bagaimana...???"


"Baiklah."


Will kembali melajukan mobilnya, dan Eryan yang berada di samping nya kembali menutup mata.. Sesekali Will menoleh ke arah Eryna, sambil tersenyum melihat sang istri..


Eryna, yang sedang menutup mata, berusaha menahan sakit yang saat ini ia rasakan.. Ia tidak ingin jika Will tahu tentang keadaan nya.. Karna jika itu terjadi, Will pasti akan menyuruhnya hal yang sama yang selama ini Will minta. Yaitu menggugurkan bayinya..


"Bismillah, aku harus kuat.." Batin Eryna..


"Momy sayang kamu, apa pun yang akan terjadi momy tidak ingin kehilangan mu sayang." Batin nya kemudian, sambil menahan sakitnya..


Sesampainya di rumah, Eryna membuka mata.. "Will, tolong bantu aku masuk ke dalam rumah."


"Tanpa kau suruh sayang. Aku akan mengendongmu masuk ke dalam rumah." Ucap Will lalu turun dari mobil, dan berjalan memutari mobilnya, dan membuka pintu mobil Eryna..


"Hati hati.. " Ucap Eryna saat Will menggendongnya.


"Iya sayang."


Eryna yang berada dalam dekapan sang suami, langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Will. dan membenamkan dengan baik wajahnya di tubuh Will.. Mencium aroma tubuh Will dalam dalam.. Aroma tubuh yang selama beberapa bulan ini, yang sangat ia sukai.. "Terima kasih. Karna telah sabar menemaniku hingga saat ini.." Lirih Eryna...


NEXT.


jangan lupa komen, dan like yah.🥰🥰😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2