
Tiga tahun yang lalu.
"Apa kau yakin dengan semua keputusan mu ini Eryn..???" Tanya Dave, yang sangat penasaran akan apa yang Eryna pinta..
"Apa kau pernah melihat ku bimbang dalam mengambil keputusan..?" Jawab Eryna, dengan sebuah pertanyaan..
"Tidak. Tapi menurutku keputusan ini, keputusan yang sangat besar.. Apa kau sudah memberitahuan Adzam.."
"Tidak. Hanya kamu yang tahu tentang ini semua. Aku percaya padamu Dave."
"Tapi, itu artinya ku akan meninggalkan baby Mika, dan Will., Apa itu tidak sulit bagimu.?"
"Sulit, sangat sulit. Tapi jika aku tetap terus berada di sini. Itu justru membuat aku secara oerlahan menyiksa Will dengan kondisiku. Terlebih lagi, aku tidak ingin saat diriku berubah, saat penampilanku tak lagi sama, aku tidak ingin Will melihat nya. Aku tidak ingin melihat Will, melihat ku dengan tatapan kasihan,." Jelas Eryna.
"Tapi, apa kah Will mampu kehilangan dirimu..? Atau bagaimana jika kita menjalan kan ini semua, dan Will kembali menikah dan meninggalkan mu.?" Tanya Dave.
Eryna tersenyum mendengar ucapa Dave. Lalu berkata. "Bukan kah cinta tau kemana ia akan pulang..? Dan sejauh apa pun jodoh berada, jika memang jodoh, maka pasti akan bertemu. Dan ini lah yang terjadi saat ini, jika aku memang berjodoh dengan Will selama nya. Pasti kami akan bertemu kembali, karna satu alasan yaitu cinta." Jelas Eryna membuat Dave terdiam..
__ADS_1
"Jadi lakukan lah apa yang aku pinta.. Aku janji, akan berusah kuat melawat penyakit ini.. Karna aku bukan tipe orang yang mudah menyerah." Ucap Eryna penuh dengan keyakinan..
Dan benar saja, semua keinginan Eryna di ia kan oleh Dave. Dan saat ini Dave tengah sibuk berkonsultasi dengan dokter, tentang penyakit Eryna, tentang rencana Dave untuk membawa Eryna pergi berobat ke luar negeri.. Dan Dave merasa lega, karna bisa mendapat jawaban yang sangat memuaskan dari dokter..
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
"Eryn, apa kau tidak ingin pulang saat ini juga.?" Tanya Dave sambil mendorong kursi roda Eryna.
Eryna terdiam, tidak menjawab sama sekali pertanyaan Dave.
"Ibu mana di dunia ini yang tidak merindukan buah hatinya.? Aku sangat rindu baby Mika, terlebih lagi saat tadi, Adzam melakukan panggilan video,. Aku melihat baby Mika sudah mulai bisa melangkah,." Ucap Eryna dengan mata yang mulai berkaca kaca.
"Sampai kapan.? Sampai kapan kita akan berada di sini.?" Tanya Dave.
"Sampai aku pulih Dave.. Aku tidak ingin menjadi ibu yang lemah untuk baby Mika. Dan Aku tidak ingin Will melihat kondisi ku seperti ini.."
Selama dua tahun ini, Eryna terus saja menjalani pengobatan, dan kemoterapy.. Hasil yang di tunjukkan semakin hari, semakin membaik, hanya saja saat ini Eryna belum enggan untuk pulang,. Kenapa.? Karna Eryana tidak ingin Will melihat nya dengan keadaan atau penampilan seperti ini..
__ADS_1
"Baik lah jika itu sudah menjadi keputusan mu.. Tapi perlu kau tahu Eryna. Saat ini Will masih setia padamu. Buktinya hingga saat ini, dia masih belum menikah, atau belum memiliki kekasi sama sekali.." Jelas Dave dan lagi lagi membuat Eryna tersenyum.
"Will sangat mencintai mu Eryna, terlihat jelas, bagaimana dia merawat Mika seorang diri. Terlihat jelas bagaimana dia menjaga hatinya untuk mu.. Jadi berjuang lah sebentar lagi.."
"Yaa, aku tahu itu Dave..Aku tahu sifat Will, selagi ia mencintai satu hati, maka sulit baginya untuk melepas hati itu."
"Ouh ya Eryna.. Dokter mengatakan semakin hari kondisimu semakin membaik.. Dan mungkin besok kita sudah di bolehkan pulang, kau hanya perlu perawatan jalan saja. Tidak perlu menginap di Rs lagi." Ucap Dave.
"Akhirnya.. Setelah dua tahun, akhirnya besok aku bebas memakai baju seragam ini." Ucap Eryna sambil memengang baju pasien yang ia kenakan.
"Dan besok Adzam akan datang,. Mungkin Adzam akan menetap di sini. Dia ingin langsung menjaga mu, sampai kau sembuh,."
"Makasih Dave.. Makasih atas semuanya." Ucap Eryna tulus, sambil menggenggam tangan Dave..
"Aku sudah menganggap mu sebagai adik ku. Jadi apa pun keinginan mu, pasti akan ku turuti. Dan aku yakin setelah Will tahu, aku melakukan rencana ini. Siap siap saja muka ku ini pasti akan lebam."
"hahahahah." Tawa Eryna
__ADS_1